WONOSARI – Mengawali semester baru tahun ajaran 2026, SD Islam Al Azhar 59 Wonosari menegaskan komitmennya dalam membangun generasi literat melalui peresmian Rumah Pena Al Azhar, sebuah perpustakaan sekolah yang dirancang sebagai pusat tumbuhnya budaya baca, tulis, dan berpikir kritis siswa. Peresmian ini menjadi bagian penting dari kegiatan Open House Superkids bertema “Inspiring Brighter Future” yang digelar pada Sabtu, 10 Januari 2026.

Meski langit Wonosari diselimuti mendung, semangat ratusan peserta dan orang tua tetap membara. Auditorium Al Hafidh Sekolah Islam Al Azhar Wonosari dipenuhi keceriaan anak-anak yang antusias mengikuti berbagai perlombaan, mulai dari lomba mewarnai, hafalan surah pendek, hingga lomba menyanyi. Kegiatan ini menjadi ajang ekspresi sekaligus ruang pembelajaran karakter bagi peserta didik sejak usia dini.
Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, di antaranya Chrisfanti Yuliana, S.Sos., Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Gunungkidul, Sudarno, S.Pd., M.M., perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Dr. Yogi Elia Ginanjar, Lc., M.A., Wakil Kepala Bidang Keagamaan BPPH Al Azhar Yogyakarta World Schools, serta Yeni Indri Hapsari, S.Ak., Ketua Jam’iyyah SD Islam Al Azhar 59 Wonosari.
Rangkaian kegiatan diawali dengan praacara, dilanjutkan sambutan, peresmian perpustakaan, perlombaan, sesi motivasi, hingga pengumuman pemenang lomba. Salah satu momen penting dalam acara ini adalah penandatanganan dan peresmian Rumah Pena Al Azhar sebagai simbol keseriusan sekolah dalam memperkuat ekosistem literasi.
Kepala SD Islam Al Azhar 59 Wonosari, Danar Kusuma, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan lomba tidak semata-mata bertujuan mengejar kemenangan. Menurutnya, ajang kompetisi merupakan sarana melatih mental, keberanian, sportivitas, dan kepercayaan diri anak.
“Anak-anak perlu dibiasakan tampil, mencoba, dan berproses. Menang bukan tujuan utama, tetapi pengalaman belajar itulah yang paling berharga,” ujar Danar.
Peresmian Rumah Pena Al Azhar disaksikan langsung oleh perwakilan Dinas Perpustakaan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul. Kehadiran perpustakaan ini diharapkan menjadi pusat sumber belajar yang representatif, sekaligus ruang inspiratif bagi siswa untuk mencintai literasi, mengembangkan imajinasi, dan menumbuhkan budaya membaca sejak dini.
Tak hanya berfokus pada siswa, kegiatan Open House Superkids juga menghadirkan sesi parenting yang inspiratif bersama Klik Pelipur Lara atau Kelik, The King of Plesetan. Dengan gaya khasnya yang ringan dan menghibur, Kelik menyampaikan pesan-pesan penting tentang peran orang tua dalam mendampingi anak di era Generasi Alpha yang sangat lekat dengan gawai.
Kelik menekankan pentingnya pendampingan, komunikasi yang sehat tanpa tuntutan berlebihan, serta pengawasan penggunaan gadget agar anak tetap fokus dan tumbuh dengan karakter yang kuat. Ia juga mengajak orang tua untuk menjadi “teman” bagi anak, memberi ruang anak mengambil keputusan, namun tetap dalam pengawasan dan bimbingan yang bijak.
Melalui Open House Superkids dan peresmian Rumah Pena Al Azhar ini, SD Islam Al Azhar 59 Wonosari menegaskan diri sebagai sekolah yang tidak hanya unggul dalam akademik dan karakter, tetapi juga visioner dalam menyiapkan generasi masa depan yang cerdas, berakhlak, dan literat. (Meyta)







