Ketika Dakwah Menjadi Indah dan Islam Dirasakan dengan Hati

SLEMAN – Di bawah naungan langit Yogyakarta yang teduh, Auditorium Al Hafidh Kampus 1 Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS), Kamis (15/1/2026) berubah menjadi ruang perenungan yang hangat dan bermakna. Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad saw di SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta tidak hadir sebagai seremoni rutin, melainkan sebagai perjalanan batin yang mengajak siswa merasakan Islam melalui keindahan, kreativitas, dan ketulusan.

Dengan tema Sky’s The Limit: Melalui Isra’ Mi’raj, Kita Gapai Cita-cita Setinggi Langit, kegiatan ini menegaskan bahwa kisah perjalanan agung Rasulullah bukan sekadar narasi mukjizat, melainkan sumber inspirasi yang terus hidup. Isra’ Mi’raj menjadi pesan bahwa iman mampu mengangkat manusia melampaui batas dirinya, menumbuhkan keberanian bermimpi, dan menguatkan langkah dalam meraih masa depan.

Rohis dan Wajah Islam yang Sejuk

Peringatan Isra’ Mi’raj kali ini menjadi ruang tumbuh bagi Rohani Islam sebagai jantung dakwah sekolah. Seluruh rangkaian acara digerakkan oleh para siswa, mulai dari pembawa acara, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, paduan suara, pembacaan ikrar, hingga penampilan seni Islami.

Di atas panggung, dakwah tidak disampaikan dengan nada menggurui. Musik religi, puisi bernuansa spiritual, dan visual kreatif menjadi bahasa yang lembut namun kuat. Di sinilah seni bertemu dakwah, menghadirkan Islam yang indah, menenangkan, dan mudah diterima oleh hati remaja.

Koordinator Rohis, Alvin Haq Shitotie, hadir sebagai penggerak suasana sekaligus teladan kepemimpinan. Ia menunjukkan bahwa Rohis bukan sekadar organisasi kegiatan, melainkan ruang pembentukan jati diri Islami yang percaya diri, santun, dan bertanggung jawab.

Isra’ Mi’raj sebagai Pelajaran Kehidupan

Kepala SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta, Fajar Arif Herjayanto MPd, menegaskan bahwa Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa pendidikan besar dari Allah untuk manusia.

Baca Juga  'Senam Hebat, Semangat Hebat!' Sambut Tahun Ajaran Baru di SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta

Isra’ mengajarkan arti perjalanan dan usaha. Mi’raj mengajarkan makna kedekatan dengan Allah dan ketinggian visi hidup.

Dari peristiwa inilah lahir perintah salat, bukan hanya sebagai kewajiban ritual, tetapi sebagai sarana pembentukan karakter. Salat melatih kedisiplinan, menjaga kejernihan hati, dan menumbuhkan integritas. Salat menjadi mi’raj bagi setiap orang beriman, jalan untuk kembali menata arah hidup.

Bagi pelajar, pesan ini terasa nyata. Cita-cita yang tinggi hanya dapat diraih oleh mereka yang mampu menjaga iman dan konsisten dalam amal.

Belajar, Merenung, dan Menghidupkan Nilai

Rangkaian kegiatan diperdalam melalui workshop interaktif yang mengajak siswa berpikir dan berefleksi. Mereka diajak memahami bagaimana nilai Isra’ Mi’raj dapat hadir dalam kehidupan sehari-hari sebagai pelajar.

Diskusi berlangsung hangat, diperkaya dengan tampilan kreatif dari Rohis yang menampilkan dakwah visual dengan pendekatan segar dan membumi. Proses ini menjadikan pembelajaran tidak berhenti pada pemahaman, tetapi bergerak menuju kesadaran dan pengamalan.

Melangit dalam Iman, Membumi dalam Akhlak

Isra’ Mi’raj mengingatkan bahwa manusia diciptakan untuk terus bertumbuh, naik, dan memperbaiki diri dengan bimbingan wahyu. Melalui peringatan ini, SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta menanamkan keyakinan bahwa iman yang kuat akan melahirkan visi hidup yang tinggi, sementara akhlak yang baik akan menuntun langkah menuju masa depan yang cerah.

Rohis hadir sebagai laboratorium karakter Islami, tempat siswa belajar memimpin dengan keteladanan, melayani dengan keikhlasan, dan berdakwah dengan keindahan.

Peringatan Isra’ Mi’raj ini menjadi titik awal perjalanan panjang pembinaan generasi. Dengan kolaborasi sekolah, guru, dan siswa, SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta terus berikhtiar melahirkan pelajar yang beriman, berilmu, dan siap menghadapi dunia. (Fajar AH)