SLEMAN – SD Islam Al-Azhar 31 Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam membangun dan kaderisasi generasi Qur’ani yang berkarakter melalui program Qur’an and Arabic Pesantren 5.0. Selama sepekan penuh, mulai 12 hingga 18 Januari 2026, suasana edukatif dan religius menyelimuti Pusdiklat Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, tempat para siswa ditempa dalam atmosfer khas pesantren yang disiplin, hangat, dan penuh nilai.
Mengusung tema “Menjaga Tradisi Keislaman, Karakter, dan Kemandirian”, kegiatan ini dirancang sebagai pelatihan intensif yang memadukan pembelajaran Al-Qur’an, bahasa Arab, serta pembinaan karakter santri. Program ini tidak sekadar mengasah kemampuan akademik, tetapi juga membentuk mentalitas mandiri, disiplin, dan tangguh—nilai-nilai yang menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan zaman.
Sejak pagi hingga malam, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang tertata rapi. Pembelajaran Al-Qur’an berlangsung terstruktur, kondusif, dan terkontrol, dengan pengelompokan peserta yang proporsional serta pendampingan intensif dari fasilitator. Fokus pembelajaran meliputi tahsin bacaan, penambahan hafalan, penguatan adab terhadap Al-Qur’an, hingga pembiasaan muroja’ah yang dilakukan secara disiplin dan konsisten. Al-Qur’an tidak hanya dibaca, tetapi dihadirkan sebagai ruh dalam setiap aktivitas santri.
Sementara itu, pembelajaran bahasa Arab dikemas dengan pendekatan komunikatif dan aplikatif. Materi disusun sistematis agar peserta mampu mengembangkan kompetensi kebahasaan secara bertahap dan berkelanjutan. Suasana kelas yang interaktif membuat santri berani berbicara, bertanya, dan menggunakan bahasa Arab dalam komunikasi sehari-hari. Bahasa bukan lagi pelajaran, melainkan kebiasaan.
Lebih dari sekadar program akademik, Qur’an and Arabic Pesantren 5.0 menjadi ruang pembentukan karakter. Nilai-nilai pendidikan pesantren yang menekankan prinsip dari santri, oleh santri, dan untuk santri diterapkan dalam setiap kegiatan.
Melalui konsep Zero Proximal Development, peserta didorong untuk menyelesaikan tantangan secara mandiri, belajar mengelola diri, serta bertanggung jawab atas tugas dan peran yang diemban, sekaligus memperkuat kerja sama tim.
Beragam kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler dirancang untuk menumbuhkan kepemimpinan, kedisiplinan, kepedulian sosial, serta kemandirian. Nilai keislaman tidak berhenti pada tataran teori, tetapi diwujudkan dalam sikap, perilaku, dan kebiasaan hidup sehari-hari.
Seluruh rangkaian kegiatan didampingi oleh fasilitator profesional berpengalaman yang berperan sebagai pendamping, pembimbing, sekaligus penggerak suasana belajar. Mereka memastikan setiap sesi berjalan dalam iklim yang aman, nyaman, dan kondusif, sehingga peserta dapat berkembang secara optimal tanpa tekanan.
Sebagai penutup program, peserta mengikuti Achievement Test Pra A1 yang meliputi tes tulis dan lisan, baik dalam bentuk pre-test maupun post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada penguasaan mufradat, qawā‘id, serta kemampuan muhādatsah. Capaian ini menjadi indikator kuat keberhasilan metode dan pendekatan yang diterapkan dalam program tersebut.
Kegiatan Qur’an and Arabic Pesantren 5.0 menjadi bukti nyata bahwa pendidikan yang menyatukan akademik, nilai keislaman, dan pembinaan karakter mampu melahirkan generasi santri yang berilmu, berakhlak, dan mandiri. Sebuah model pendidikan yang tidak hanya relevan, tetapi juga inspiratif bagi masa depan pendidikan Islam yang berkualitas dan berkelanjutan. (Hakim SA)







