BANTUL — SMP Islam Al Azhar 66 Bantul menyelenggarakan kegiatan Immersion Program ke dua negara di Asia Tenggara, yakni Singapura dan Malaysia, pada 18–23 Januari 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memperluas jejaring internasional sekaligus menumbuhkan wawasan global murid.

Immersion merupakan kegiatan pembelajaran langsung di lingkungan baru yang dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada murid dalam mengenal dan mendalami bahasa, budaya, serta kehidupan sekolah di luar negeri melalui interaksi autentik dan aktivitas terstruktur dalam waktu singkat.
Kegiatan diawali dengan kunjungan ke Singapura. Para murid diajak mengenal lingkungan perkotaan Singapura dengan mempelajari tata kota, kedisiplinan masyarakat, serta kebiasaan warga negara maju dalam menjaga kebersihan, kerapian, dan mengurangi polusi udara. Dalam rangkaian kunjungan tersebut, siswa mengunjungi sejumlah ikon Singapura, seperti Merlion Park, Universal Studios Singapore, dan pertunjukan Wings of Time.
Program kemudian dilanjutkan ke Malaysia dengan kunjungan utama ke Sekolah Dato’ Abdul Razak (SDAR). Para peserta mendapatkan pengalaman berharga melalui kegiatan live in dan belajar bersama siswa SDAR. Kedatangan rombongan SMP Islam Al Azhar 66 Bantul disambut secara hangat dan meriah oleh pihak sekolah. Setelah acara pembukaan, murid mengikuti school tour untuk mengenal lingkungan dan fasilitas sekolah.
Pada hari berikutnya, siswa mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas. Mata pelajaran yang diikuti antara lain Matematika, Bahasa Prancis, Bahasa Inggris, dan Bahasa Melayu. Antusiasme siswa tampak jelas selama proses pembelajaran lintas budaya tersebut.
Salah satu peserta Immersion, Salwa, mengungkapkan kegembiraannya, “Senang sekali belajar Bahasa Prancis. Pelajarannya seru, kami belajar mengenal benda-benda di sekitar menggunakan Bahasa Prancis.”
Rangkaian kegiatan di SDAR ditutup dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara SMP Islam Al Azhar 66 Bantul dan Sekolah Dato’ Abdul Razak sebagai bentuk komitmen kerja sama antarsekolah. Acara puncak dimeriahkan dengan Students Cultural Performance yang menampilkan pertunjukan budaya dari kedua sekolah.
Kepala Sekolah SDAR, Mohd Noor Hakim bin Ismail, menyampaikan harapannya agar kerja sama lintas negara ini dapat terus berlanjut. “Semoga jalinan antarbangsa ini menjadi kegiatan berkelanjutan di masa mendatang dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta serta pihak yang terlibat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMP Islam Al Azhar 66 Bantul, Indra Juharni, dalam sambutan penutupan mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan Immersion di SDAR. Ia juga mengaku terinspirasi oleh berbagai pembiasaan positif yang diterapkan oleh sekolah mitra tersebut.
Usai kegiatan di SDAR, program Immersion dilanjutkan dengan rihlah ilmiah di Malaysia. Para murid diajak menggunakan transportasi umum, mengunjungi pusat pemerintahan baru di Kuala Lumpur, Menara Kembar Petronas (Twin Towers), serta kawasan wisata Genting Highlands. (Argo)







