Pesantren Alam, Ruang Hangat Anak dan Orangtua Menyatu di SD Islam Al Azhar 59 Wonosari

Wonosari — Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa kuat dalam rangkaian kegiatan Pesantren Alam Kelas 6 SD Islam Al Azhar 59 Wonosari yang digelar pada Jumat, 6 Februari 2026. Program ini tidak hanya menjadi ruang persiapan akademik menjelang TKA, tetapi juga menjadi momen berharga yang mempererat ikatan batin antara anak dan orangtua.

Sejak pagi, murid kelas 6 hadir bersama orang tua mereka. Duduk berdampingan, saling menyimak, tersenyum, bahkan sesekali saling menggenggam tangan, menjadi pemandangan yang mewarnai jalannya kegiatan. Kehadiran orangtua secara utuh hingga akhir acara menunjukkan kuatnya sinergi keluarga dan sekolah dalam mendampingi fase penting pertumbuhan anak.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengenalan SMP Islam Al Azhar 38 Wonosari sebagai gambaran jenjang pendidikan lanjutan. Namun lebih dari sekadar pemaparan informasi, sesi ini dikemas interaktif dan cair, menghadirkan games, hadiah, serta suasana dialogis yang membuat orangtua dan anak merasa nyaman belajar bersama.

Keakraban semakin terasa ketika memasuki sesi Bedah TKA Matematika. Murid dan orangtua sama-sama diajak memahami bahwa proses belajar bukan soal mengejar nilai semata, melainkan memahami konsep secara bertahap dan utuh. Analogi puzzle yang disampaikan membuat orangtua dan anak berada dalam satu frekuensi: belajar adalah proses yang perlu kesabaran, dukungan, dan kebersamaan.

Kepala Satuan Pendidikan SD Islam Al Azhar 59 Wonosari, Danar Kusuma, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga. Sekolah, menurutnya, bukan hanya tempat anak belajar, tetapi mitra orangtua dalam membentuk karakter, menguatkan mental, serta menumbuhkan potensi terbaik ananda.

Puncak kehangatan terjadi saat sesi motivasi dan doa bersama yang dipandu Hj. M. Shodiqin, S.Ag. Dalam suasana yang tenang dan reflektif, orangtua dan anak diajak merenung tentang makna kesabaran, bakti, serta ridho Allah SWT yang erat kaitannya dengan ridho orangtua. Pertanyaan sederhana namun menyentuh, “Lebih baik dimarahi orangtua atau dimarahi Allah?” menjadi titik refleksi yang membuat banyak murid menunduk dan orangtua terharu.

Baca Juga  Al Azhar Networking: Bangun Sinergi SDIA 59 Wonosari dan SDIA 71 Pangkalpinang

Pesan tentang pentingnya menjaga shalat dan akhlak disampaikan dengan bahasa yang lembut namun mengena. Tak sedikit orangtua yang terlihat menyeka air mata saat doa-doa dipanjatkan bersama, memohon kebaikan, kemudahan, dan masa depan terbaik bagi anak-anak mereka.

Salah satu orangtua murid, dr. Aya, wali dari ananda Andro, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman batin yang mendalam. Menurutnya, Pesantren Alam bukan hanya menguatkan kesiapan anak menghadapi ujian, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara orangtua dan anak dalam suasana yang penuh nilai spiritual.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama seluruh murid, orangtua, dan panitia. Lebih dari sekadar dokumentasi, momen tersebut menjadi simbol kebersamaan: bahwa pendidikan anak adalah perjalanan bersama antara sekolah, keluarga, dan nilai-nilai keimanan yang ditanamkan sejak dini. (Aini)