Menanamkan Jiwa Global, SD Islam Al Azhar 31 Yogyakarta Laksanakan Pembelajaran Internasional

SINGAPURA – Setelah lima hari menimba ilmu di Negeri Jiran, Malaysia, sebanyak 28 peserta didik SD Islam Al Azhar 31 Yogyakarta melanjutkan langkah besar berikutnya. Bukan sekadar perjalanan wisata, Kamis (5/2/2026) menjadi laboratorium hidup bagi para siswa saat mereka resmi menyeberang ke Singapura untuk menjalani pengalaman belajar internasional yang tak terlupakan.

Perjalanan ini diawali dengan proses pengisian MDAC dan MyICA yang dilakukan secara mandiri oleh para siswa. Sejak awal, anak-anak dilatih bertanggung jawab dan mandiri hingga akhirnya tiba di negara tujuan. Di Singapura, mereka mengeksplorasi kekayaan budaya, sistem pendidikan, hingga destinasi wisata penting yang menjadi ikon negeri tersebut.

Pengalaman menjadi global citizen dimulai sejak di perjalanan. Para siswa belajar disiplin dan tertib saat menjalani prosedur resmi imigrasi Malaysia dan Singapura. Seharian penuh, mereka berkeliling Singapura menggunakan transportasi darat, sekaligus mengamati secara langsung bagaimana sistem perbatasan antarnegara dijalankan dengan rapi dan terorganisasi.

Setibanya di Singapura, decak kagum langsung terdengar saat rombongan tiba di Jewel Changi. Di tempat ini, siswa menyaksikan harmoni antara alam dan teknologi tinggi—sebuah taman hijau yang dirancang futuristik di tengah dinamika kota metropolitan.

Eksplorasi Budaya dan Literasi Modern

Petualangan berlanjut ke berbagai ikon ternama Singapura. Rombongan mengunjungi Pulau Sentosa dan Universal Studios Singapore (USS) untuk mengenal kawasan wisata kelas dunia. Selanjutnya, siswa berkesempatan melaksanakan ibadah di Masjid Sultan, salah satu masjid paling bersejarah di Singapura.

Rangkaian kegiatan edukatif diteruskan dengan kunjungan ke Perpustakaan Nasional Singapura. Momen ini menjadi pengalaman literasi yang berharga. Siswa tidak hanya menyaksikan koleksi buku yang lengkap, tetapi juga mempelajari sistem pengelolaan dan teknologi perbendaharaan buku modern yang diterapkan di sana.

Baca Juga  SD Islam Al Azhar 31 Yogyakarta Galang Cinta untuk Palestina Lewat Dongeng

Menjelang sore hingga malam hari, siswa diajak mengenal denyut nadi ekonomi dan ikon kota. Mulai dari berinteraksi dengan warga lokal di Bugis Street Market, mengabadikan momen bersama patung Merlion yang ikonik, hingga menikmati keindahan malam di Gardens by the Bay. Di tempat ini, anak-anak belajar bagaimana teknologi tata cahaya dan lampion mampu mengubah malam menjadi pertunjukan seni yang memukau.

“Belajar tidak harus selalu di dalam kelas. Hari ini anak-anak belajar tentang kemandirian, teknologi, dan bagaimana menjadi bagian dari masyarakat dunia,” ujar Dedik, salah satu guru pendamping.


Perjalanan ini menjadi bukti bahwa siswa SD Islam Al Azhar 31 Yogyakarta siap melangkah lebih jauh, membawa pulang bekal ilmu, pengalaman, dan wawasan global dari dua negara tetangga. (Dedik  DP)