YOGYAKARTA – Sebanyak 64 murid kelas lima SD Islam Al Azhar 38 Bantul mengikuti kegiatan field trip dengan mengunjungi dua ikon sejarah penting di Yogyakarta pada Rabu (11/02). Museum Sonobudaya dan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat menjadi lokasi ikonik sejarah yang dipilih. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan sejarah lokal dan warisan budaya Jawa secara langsung kepada para siswa.
Perjalanan dimulai sejak pagi hari di Museum Sonobudaya. Di sini, para murid nampak antusias mengamati berbagai koleksi arkeologi, mulai dari artefak zaman prasejarah hingga koleksi keris, dan wayang yang sangat lengkap. Pemandu museum menjelaskan dengan interaktif, membuat para murid aktif bertanya.
Tak hanya itu, setelah puas berkeliling museum, perjalanan dilanjutkan menuju jantung budaya Yogyakarta, yaitu Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Di sini para murid mengenal lebih dekat arsitektur Jawa, salah satunya mengenal konsep bangunan Joglo dan makna filosofis di balik setiap gerbang yang ada. Para murid diajak lebih dekat mengenal kehidupan para abdi dalem dalam menjaga tradisi kesultanan.
Dalam tur yang ada murid lebih dekat melihat secara langsung peninggalan para Sultan Yogyakarta masa lalu dengan mengamati beragam koleksi yang ada, seperti kereta kencana, pakaian adat, dan hadiah dari raja-raja Eropa pada masa lampau.
Fatkhiyakan SPd, Koordinator Field Trip kelas 5, menyampaikan kegiatan ini lebih dari sekadar jalan-jalan, namun utamanya menambah pengetahuan, wawasan murid, serta melatih murid mencintai terhadap budaya. Tak hanya itu kegiatan ini menjadi sarana murid untuk mengekspresikan diri dalam berkomunikasi, berinteraksi, beradaptasi sosial serta meningkatkan semangat murid kelas lima SD Islam Al Azhar 38 Bantul dalam belajar dengan praktik dan pengamatan.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya menghafal sejarah dari buku teks, tapi merasakan sendiri atmosfer sejarahnya. Dengan melihat langsung, rasa bangga, dan keinginan mereka untuk melestarikan budaya akan tumbuh lebih kuat,” jelas Fatkhi.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama di halaman depan Keraton dan refleksi singkat oleh masing-masing murid sebagai tugas akhir dari kunjungan edukatif ini. (Nastiti)







