MAGELANG – Di tengah dinamika perkembangan pendidikan di Magelang, nama Yayasan Yudya Dharma pernah berdiri kokoh sebagai salah satu pilar penting dalam mencerdaskan generasi. Berdiri sejak sekitar tahun 1970, yayasan ini menorehkan jejak panjang dalam dunia pendidikan vokasi, terutama melalui SMK Yudya Karya Magelang yang pada masanya begitu dikenal dan diperhitungkan.
Selama puluhan tahun, sekolah ini bukan sekadar tempat menimba ilmu, melainkan ruang pembentukan karakter, keterampilan, dan harapan. Di masa kejayaannya, SMK Yudya Karya menjadi pilihan utama masyarakat. Bengkel praktik yang sibuk, ruang kelas yang hidup, hingga halaman sekolah yang riuh oleh semangat anak-anak muda, menjadi saksi bagaimana pendidikan pernah begitu berdenyut di tempat ini.
Namun waktu terus berjalan. Perubahan zaman, ketatnya persaingan antar lembaga pendidikan, serta dinamika kebutuhan masyarakat membawa tantangan tersendiri. Perlahan, jumlah peserta didik menyusut. Gaung besar yang dahulu menggema kini tak lagi sekuat sebelumnya.
Meski demikian, jejak pengabdian Yayasan Yudya Dharma tidak pernah benar-benar pudar. Ribuan alumni yang kini tersebar di berbagai bidang menjadi bukti nyata bahwa lembaga ini pernah berperan besar dalam membentuk sumber daya manusia. Nilai-nilai, kenangan, dan semangat yang ditanamkan tetap hidup dalam perjalanan mereka.
Kini, kawasan Jalan Ahmad Yani Kota Magelang yang dahulu menjadi bagian dari perjalanan panjang itu memasuki babak baru. Di lokasi yang sama, tengah berproses pembangunan Hafidh Asrom World Schools (HAWS), sebuah gagasan pendidikan masa depan yang diharapkan mampu melanjutkan estafet pengabdian dalam wajah yang lebih modern dan berwawasan global.
Tak hanya itu, HAWS dirancang untuk menghadirkan pendidikan sejak usia dini melalui pendirian Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) berbasis global dan islami. Konsep ini mengintegrasikan wawasan internasional, penguasaan bahasa asing, serta penguatan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi karakter peserta didik sejak dini.
Transformasi ini bukan sekadar pergantian nama atau bangunan, melainkan peralihan zaman—dari warisan masa lalu menuju visi pendidikan yang lebih luas dan adaptif terhadap masa depan. Sebab, pada akhirnya, sebuah lembaga pendidikan tidak hanya diukur dari fisik atau jumlah siswa, tetapi dari dampak yang ditinggalkan bagi kehidupan banyak orang.
Ketua Yayasan Yudya Dharma Magelang, Bambang Tricahyo Rahino, menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan HAWS, khususnya dalam pendirian TK dan SD berbasis islami dan berwawasan global. Ia berharap kehadiran lembaga ini mampu mengangkat nama Magelang di kancah internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara doa bersama yang digelar di gedung SMK Yudya Karya, Jumat malam (17/4/2026), yang dihadiri para pimpinan Yayasan Yudya Dharma dan Hafidh Asrom Yogyakarta Foundation.
Sementara itu, Hafidh Asrom mengungkapkan bahwa pada awalnya Yayasan Hafidh Asrom Yogyakarta direncanakan untuk pembangunan kampus atau pondok pesantren Mandarin di Pathuk, Gunungkidul. Namun, melihat perkembangan yang ada, pembangunan di Magelang menjadi langkah awal yang diprioritaskan.
“Ke depan, kita berharap semua dapat terus berkembang, memberikan manfaat yang lebih luas, serta menjadi tempat yang nyaman untuk belajar, membaca, dan mengembangkan diri. Mari kita terus menjaga semangat perjuangan dalam dunia pendidikan, dengan niat yang baik dan kerja sama yang kuat,” ujarnya. (Chaidir)







