KEDIRI — Al Azhar Yogyakarta Boarding School (AYBS) kembali menghadirkan program edukatif inspiratif melalui kegiatan bertajuk “AYBS Goes To Jombang and Kediri” yang dilaksanakan pada 18 April 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Departemen Al-Qur’an dan Departemen Bahasa yang bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung kepada para santri di lingkungan pendidikan berbasis pesantren dan bahasa.
Koordinator Departemen Al-Qur’an, Ust. Muhammad Ikhsan, S.Psi., Al Hafidh, menjelaskan bahwa kegiatan ini secara khusus diperuntukkan bagi santri yang mengikuti program Takhosus Al-Qur’an. Dalam agenda ini, para santri berkesempatan untuk mengunjungi Pondok Pesantren Ribath Hidayatul Quran-Darul Ulum di Jombang yang diasuh oleh Dr. KH. Muhammad Afifuddin Dimyathi, Lc., MA.
“Melalui kunjungan ini, santri tidak hanya melihat secara langsung suasana pembelajaran Al-Qur’an di pesantren, tetapi juga belajar berbagai metode baru dalam menghafal. Harapannya, setelah kembali ke AYBS, mereka dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hafalan dengan pendekatan yang lebih variatif,” ungkap beliau.
Tak hanya berfokus pada Al-Qur’an, kegiatan ini juga memberikan ruang eksplorasi bagi santri yang tergabung dalam program pendalaman bahasa, yaitu LSC (Language Study Club). Ust. Abdul Haris Al-Farisi, S.Pd., selaku pengurus Departemen Bahasa, menambahkan bahwa para santri mendapatkan kesempatan belajar langsung di lingkungan Kampung Inggris, Pare, Kediri—sebuah kawasan yang telah dikenal luas sebagai pusat pembelajaran bahasa asing di Indonesia.
“Di Pare, santri akan merasakan langsung bagaimana metode pembelajaran bahasa asing diterapkan secara intensif dan komunikatif di salah satu lembaga pendidikan bahasa. Ini menjadi pengalaman baru yang sangat berharga untuk meningkatkan kemampuan bahasa mereka,” jelasnya.
Kegiatan yang berlangsung dengan lancar ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi para peserta. Antusiasme santri terlihat dari keaktifan mereka selama mengikuti rangkaian kegiatan, baik di Jombang maupun di Pare.
Hasil wawancara dengan beberapa santri menunjukkan bahwa mereka mendapatkan banyak insight baru. Para santri mengungkapkan bahwa metode pembelajaran yang mereka temui sangat beragam dan aplikatif, sehingga dapat dicoba kembali untuk meningkatkan hafalan Al-Qur’an sekaligus kemampuan bahasa asing.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, AYBS terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga pengalaman langsung di lapangan. Program seperti ini diharapkan mampu mencetak generasi santri yang unggul, baik dalam hafalan Al-Qur’an maupun dalam penguasaan bahasa global. (Walid Riyadi)







