Sinergi AYWS dan Dimas Diajeng DIY, Kuatkan Jiwa Kepemimpinan Generasi Muda

SLEMAN — Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, kebutuhan akan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga tangguh, adaptif, dan berjiwa pemimpin menjadi semakin mendesak. Kesadaran inilah yang melatarbelakangi lahirnya kolaborasi strategis antara AYWS Entrepreneur Lab dan Paguyuban Dimas Diajeng DIY melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (Memorandum of Agreement/MoA).

Kesepakatan tersebut ditandatangani pada Senin (20/4/2026) di Gedung Badan Pengelola dan Pelaksana Harian (BPPH) Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS), Sleman, dalam suasana yang penuh semangat kolaborasi dan optimisme terhadap masa depan generasi muda.

Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Asram Foundation, Drs H A Hafidh Asrom MM, sebagai pihak pertama, bersama Ketua Paguyuban Dimas Diajeng DIY, Syahrindra Restu Rahmadhani, sebagai pihak kedua. Momen ini menjadi penanda awal dari sebuah ikhtiar bersama dalam membangun ekosistem pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga pada praktik nyata kepemimpinan dan kewirausahaan.

Kerja sama ini dirancang sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi dan sumber daya yang dimiliki kedua belah pihak. AYWS Entrepreneur Lab dengan kekuatan pada sistem pendidikan dan pengembangan kurikulum, berpadu dengan Paguyuban Dimas Diajeng DIY yang memiliki jaringan luas, pengalaman, serta peran aktif dalam promosi budaya dan pengembangan generasi muda di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Melalui kolaborasi ini, berbagai program akan dikembangkan secara bersama. Salah satunya adalah pelaksanaan program Young Leader Ambassador, yang diharapkan mampu melahirkan figur-figur muda yang tidak hanya percaya diri, tetapi juga memiliki visi kepemimpinan yang jelas dan kemampuan komunikasi yang kuat.

Selain itu, kerja sama ini juga mencakup dukungan dalam promosi dan publikasi kegiatan, sehingga setiap program yang dijalankan dapat menjangkau lebih luas lapisan masyarakat. Peran Paguyuban Dimas Diajeng DIY sebagai narasumber, mentor, maupun inspirator dalam berbagai kegiatan menjadi nilai tambah tersendiri, karena menghadirkan figur-figur muda yang telah teruji dalam kapasitas personal maupun sosial.

Lebih dari sekadar program formal, kolaborasi ini juga membuka ruang bagi lahirnya berbagai inisiatif kreatif yang berorientasi pada pemberdayaan generasi muda. Baik dalam bentuk pelatihan, forum diskusi, workshop, hingga pengembangan komunitas berbasis kepemimpinan dan kewirausahaan.

Salah satu nilai penting yang diusung dalam kerja sama ini adalah konsep two-way leadership contribution, yaitu kontribusi kepemimpinan dua arah. Dalam konsep ini, kedua belah pihak tidak hanya berperan sebagai penyelenggara atau peserta, tetapi juga sebagai mitra sejajar yang saling berbagi pengalaman, wawasan, dan perspektif. Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi lebih dinamis, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Dalam struktur kemitraan, Paguyuban Dimas Diajeng DIY ditempatkan sebagai Youth Impact Partner, sebuah posisi strategis yang mencerminkan peran aktif dalam mendukung program-program edukasi, inspirasi, dan pemberdayaan generasi muda. Status ini sekaligus menjadi simbol kepercayaan dan komitmen bersama untuk menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

Kerja sama ini juga menegaskan bahwa pendidikan masa kini tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi lintas komunitas, lembaga, dan generasi untuk menciptakan ruang tumbuh yang sehat bagi anak-anak muda. AYWS Entrepreneur Lab menyadari bahwa pembentukan karakter kepemimpinan dan jiwa kewirausahaan tidak cukup hanya diajarkan di ruang kelas, tetapi harus dihidupkan melalui pengalaman langsung, interaksi sosial, serta keteladanan.

Di sisi lain, Paguyuban Dimas Diajeng DIY membawa semangat representasi generasi muda yang berbudaya, berwawasan luas, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial. Kolaborasi ini menjadi titik temu antara dunia pendidikan dan dunia nyata, antara konsep dan implementasi, antara idealisme dan aksi.

Dengan ditandatanganinya perjanjian kerja sama ini, harapan besar pun disematkan. Bahwa dari ruang-ruang kolaborasi yang dibangun, akan lahir generasi muda yang tidak hanya siap menghadapi masa depan, tetapi juga mampu menciptakan masa depan itu sendiri.

Generasi yang tidak sekadar menjadi penonton perubahan, tetapi tampil sebagai pelaku utama—memimpin dengan nilai, bergerak dengan visi, dan memberi dampak bagi sesama.

Syahrindra Restu Rahmadhani mengatakan program Young Leader Ambassador akan dilakukan dalam waktu dekat ini, akhir April 2026, dengan didahului pelajar SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta. (Chaidir)