- Suhartini menekankan pentingnya kesamaan cara pandang, komitmen, integritas, dan istiqamah dalam menjalankan amanah Jamiyyah.
- Pendidikan berkelanjutan dari TK hingga SMA dinilai memudahkan anak dan orang tua beradaptasi dengan lingkungan sekolah.
- Pengurus Jamiyyah diajak aktif mendukung kegiatan sekolah karena manfaatnya ditujukan bagi seluruh murid dan penguatan pendidikan karakter.
AYWS — Pengurus Jamiyyah Al Azhar diminta membangun kesamaan cara pandang, komitmen, dan integritas dalam menjalankan peran sebagai mitra sekolah. Sinergi antara orang tua, guru, dan yayasan dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan pendidikan sekaligus mendukung tumbuh kembang anak.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Bidang Akademik BPPH Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS), Suhartini MPd, dalam pembinaan para pengurus Jamiyyah Al Azhar Kampus Bantul di Asram Edupark, Kamis (1/10/2026).
Suhartini mengatakan, konsep pendidikan di AYWS dikembangkan secara berkelanjutan dan berkesinambungan sejak jenjang TK, SD, SMP hingga SMA. Menurutnya, kesinambungan tersebut memberikan kemudahan bagi orang tua dan anak dalam beradaptasi karena lingkungan sekolah, guru, serta pola pendidikan sudah lebih dikenal.
“Kalau anak sudah mengikuti pendidikan sejak TK, kemudian SD, SMP hingga SMA, orang tua lebih memahami lingkungan sekolah, guru, maupun kepala sekolah. Anak juga lebih mudah beradaptasi,” ujarnya.
Ia menegaskan, pilihan sekolah merupakan hak setiap keluarga. Karena itu, pandangan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengecilkan sekolah negeri maupun sekolah lainnya. Namun, berdasarkan pengalaman yang ditemuinya, ada sejumlah orang tua yang akhirnya kembali menyekolahkan anaknya di AYWS setelah sebelumnya memilih sekolah lain karena mengalami perbedaan pola adaptasi dan lingkungan pendidikan.
Suhartini juga mengajak para pengurus Jamiyyah menjalankan amanah dengan komitmen, integritas, dan istiqamah. Menurutnya, keterlibatan orang tua dalam berbagai kegiatan sekolah bukan semata-mata untuk kepentingan anak masing-masing, melainkan bagian dari ikhtiar bersama untuk memberikan manfaat kepada seluruh murid.
“Ketika bunda-bunda hadir di sekolah, menjadi panitia, mempersiapkan kegiatan, mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran, yang dilakukan bukan hanya untuk anak kita sendiri. Kegiatan itu untuk seluruh murid,” katanya.
Karena itu, ia meminta para orang tua tidak merasa khawatir ketika sebagian waktunya digunakan untuk membantu kegiatan sekolah. Ia mengingatkan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan dengan niat tulus akan memiliki nilai dan manfaat, sementara keluarga tetap harus menjadi prioritas utama.
“Yakin, anak-anak kita di mana pun berada akan Allah jaga dan lindungi. Kita berbuat baik untuk kepentingan bersama, dan insyaallah keluarga kita juga mendapatkan keberkahan,” tuturnya.
Suhartini juga berbagi pengalaman selama berinteraksi dengan keluarga Jamiyyah di sejumlah daerah, termasuk Jakarta, Semarang, Solo, dan Yogyakarta. Ia melihat banyak anak dari keluarga yang aktif dalam Jamiyyah tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan salehah, berprestasi di sekolah, berhasil melanjutkan pendidikan tinggi, bahkan meniti berbagai profesi.
Menurutnya, salah satu kebahagiaan seorang guru adalah ketika para murid yang telah dewasa tetap mengingat dan menjaga silaturahmi dengan gurunya. Ia menceritakan pengalaman bertemu kembali dengan murid yang dahulu satu kelas sejak TK dan kemudian menikah.
“Sebagai guru tentu kita bangga dan bersyukur. Ada murid yang menjadi dokter, ada yang bekerja di kepolisian, dan berbagai profesi lainnya. Mereka masih menelepon, bersilaturahmi, bahkan mengundang gurunya dalam berbagai kesempatan,” ungkapnya.
Pengalaman tersebut, kata Suhartini, menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak berhenti pada pencapaian akademik. Hubungan yang dibangun antara sekolah, orang tua, guru, dan murid dapat menjadi bekal yang terus terbawa hingga anak-anak tumbuh dewasa.
Karena itu, melalui pembinaan pengurus Jamiyyah Al Azhar Kampus Bantul, ia berharap terbangun kebersamaan yang semakin kuat. Jamiyyah diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif, mendukung program sekolah, serta bersama-sama menjaga kualitas pendidikan dan karakter anak.
“Bismillah, mari kita berjalan bersama melalui Jamiyyah dengan komitmen, integritas, dan istiqamah. Semoga Allah memberikan kemudahan, kelancaran, kekuatan, dan kesabaran kepada bunda-bunda semua,” ujarnya. (Chaidir)






