Tampilkan Hasil Belajar, Ratusan Murid Kelas 1–3 Ungkap Perjalanan Unik Lewat Student-Led Conference

  • Murid tampil percaya diri: Student-Led Conference (SLC) menjadi panggung bagi murid kelas 1–3 untuk mempresentasikan hasil karya dan perjalanan belajar kepada orang tua.
  • Kreativitas dan kompetensi berkembang: Murid menampilkan beragam kemampuan, mulai dari seni batik, matematika interaktif, bahasa, literasi, hingga presentasi digital.
  • Kolaborasi sekolah dan orang tua: SLC membantu orang tua memahami perkembangan anak sekaligus memperkuat pendampingan untuk menumbuhkan pembelajar mandiri sejak dini.

AYWS — Suasana antusias dan penuh rasa bangga mewarnai pelaksanaan Student-Led Conference (SLC) untuk jenjang kelas 1, 2, dan 3 SD Islam Al Azhar 38 Bantul yang berlangsung pada pertengahan Oktober 2026. Berbeda dengan pembagian rapor konvensional, pada kegiatan SLC ini, para murid yang berperan aktif menjadi “guru” dan presenter bagi orang tua mereka sendiri untuk menyampaikan pencapaian serta proses belajar yang telah dilalui.

Kelas 1: “It’s My Time to Share My Learning Journey!”

Sebanyak 29 murid kelas 1 sukses menggelar kegiatan SLC yang berlangsung selama tiga hari, mulai dari Rabu hingga Jumat (14–16 Oktober 2026). Mengusung tema “It’s my time to share my learning journey!”, kegiatan ini bertujuan untuk melatih keberanian serta kemampuan unjuk kerja (performance) anak-anak sejak dini. Dalam sesi ini, para murid dengan percaya diri memperlihatkan berbagai produk dan karya hasil pembelajaran mereka kepada orang tua masing-masing.

Kelas 2: Unjuk Keahlian Interaktif dari Batik hingga Matematika

Pada 13–16 Oktober 2026, giliran murid kelas 2 yang memamerkan ragam keterampilan dan kreativitas mereka. Kegiatan SLC kelas 2 difokuskan untuk meningkatkan rasa percaya diri, mengasah kemampuan komunikasi, serta mempresentasikan proses belajar secara langsung di hadapan orang tua.

Murid menyajikan berbagai stasiun aktivitas interaktif dan pameran karya, di antaranya:

  • Mini Art Batik Gallery: Pameran karya seni batik hasil olahan tangan murid.
  • Roleplay Warung Matematika “Alfamath”: Simulasi jual-beli interaktif untuk melatih pemahaman konsep matematika dasar.
  • Game Mengetik Bahasa Jawa: Menggabungkan literasi bahasa daerah dan keterampilan teknologi.
  • Aktivitas Pembelajaran Keagamaan & Karakter: Mengelompokkan kartu Alif Lam serta menyusun kalimat adab kebersihan.
  • Speaking Practice: Presentasi bahasa Inggris bertema Animals’ Habitat.

Kelas 3: Prestasi Literasi, Seni Doodle, dan Presentasi Digital

Di jenjang kelas 3, sebanyak 94 murid tampil memukau memperagakan penguasaan materi yang semakin berkembang. Para murid menunjukkan kemampuan integrasi antara seni, literasi, dan teknologi digital.

Beberapa karya utama yang dipresentasikan oleh murid kelas 3 meliputi:

1.Penulisan Puisi: Karya puisi indah yang ditulis tangan menggunakan huruf tegak bersambung.

2.Presentasi IT (Slide PPT): Pemaparan materi pelajaran IPAS menggunakan media presentasi yang dirancang oleh murid.

3.SBdP: Hasil gambar kreatif dengan teknik doodle yang mencerminkan imajinasi dan ekspresi anak.

Menumbuhkan Pembelajar Mandiri sejak Dini

Melalui rangkaian kegiatan SLC kelas 1, 2, dan 3 ini, pihak sekolah berharap dapat terus memfasilitasi ruang bagi murid untuk mengevaluasi diri, menghargai proses belajar, serta mempererat kolaborasi harmonis antara sekolah, murid, dan orang tua. Para orang tua mengapresiasi SLC sebagai wadah yang sangat baik untuk mengasah keberanian anak. Selain melihat pencapaian, pemaparan progress report ini membantu orang tua memahami titik-titik yang perlu terus didampingi dan ditingkatkan pada proses belajar anak selanjutnya. Orang tua berharap kegiatan bermakna ini terus berlanjut di jenjang kelas berikutnya.

“Alhamdulillah saya sangat bangga dan bersyukur dilibatkan dalam proses belajar kakak yang dikemas sangat menarik ini. Yang jelas, ini adalah kegiatan yang membuat kami sebagai orang tua merasa yakin akan setiap perkembangan positif anak kami,” ungkap Bunda Brisa Kelas 1 Buya Hamka. (Nastiti)