Keren! Borong 12 Medali di ISIF 2026, Siswa SMA Islam Al Azhar 34 Yogyakarta Raih 6 Emas dan Golden Ticket UI

  • SMA Islam Al Azhar 34 Yogyakarta meraih 12 medali dalam ISIF 2026 di Universitas Indonesia, terdiri atas enam emas dan enam perak.
  • Divo’s Group meraih medali emas kategori Education sekaligus memperoleh Golden Ticket untuk masuk IUP FMIPA UI tanpa tes.
  • Prestasi ISIF 2026 memperkuat rekam jejak sekolah di tingkat internasional, menyusul raihan satu emas dan dua perak dalam WICE 2026 di Malaysia.

AYWS — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan SMA Islam Al Azhar 34 Yogyakarta di panggung internasional. Melalui kompetisi International Science and Invention Fair (ISIF) 2026, murid-murid sekolah ini sukses memborong 12 medali, terdiri atas enam emas dan enam perak, sekaligus mengantarkan salah satu kelompok meraih Golden Ticket untuk masuk program International Undergraduate Program (IUP) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI) tanpa tes.

Capaian luar biasa tersebut menegaskan kemampuan murid SMA Islam Al Azhar 34 Yogyakarta dalam mengembangkan karya ilmiah, mengolah gagasan menjadi inovasi, dan berkompetisi di tingkat internasional. Lebih dari sekadar deretan medali, prestasi ini memperlihatkan bagaimana penelitian dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk menjawab berbagai persoalan melalui pemikiran kritis dan pendekatan ilmiah.

ISIF 2026 diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bersama FMIPA Universitas Indonesia. Kompetisi karya ilmiah internasional tersebut berlangsung di Gedung Balai Purnomo FISIP Universitas Indonesia pada Kamis, 15 Oktober 2026, dengan partisipasi anak muda dari berbagai negara.

Di ajang tersebut, SMA Islam Al Azhar 34 Yogyakarta mengirimkan 12 kelompok yang berkompetisi dalam lima kategori. Hasilnya, seluruh kelompok berhasil meraih penghargaan, dengan enam medali emas dan enam medali perak.

Keberhasilan tersebut semakin istimewa karena kelompok Divo tidak hanya membawa pulang medali emas pada kategori Education, tetapi juga memperoleh Golden Ticket untuk masuk IUP FMIPA Universitas Indonesia tanpa melalui tes.

Penghargaan tersebut menjadi salah satu capaian paling menonjol dalam partisipasi sekolah pada ISIF 2026. Selain mengukuhkan keberhasilan dalam kompetisi ilmiah, prestasi itu juga membuka peluang akademik yang berharga bagi murid penerimanya.

Lima Kategori, 12 Kelompok, Semua Raih Medali

Keberhasilan SMA Islam Al Azhar 34 Yogyakarta dalam ISIF 2026 tersebar di berbagai bidang keilmuan. Hal ini memperlihatkan luasnya minat dan kemampuan murid dalam mengembangkan penelitian, tidak terbatas pada satu disiplin ilmu.

Pada kategori Education, tiga kelompok, yakni Aira’s Group, Mia’s Group, dan Divo’s Group, masing-masing meraih medali emas. Divo’s Group juga memperoleh *Golden Ticket* menuju IUP FMIPA Universitas Indonesia tanpa tes.

Di kategori Social Science, Agasha’s Group dan Musy’s Group berhasil meraih medali emas. Sementara itu, Aurora’s Group, Hanna’s Group, dan Livy’s Group masing-masing membawa pulang medali perak.

Prestasi juga diraih pada kategori Physics, Energy and Engineering. Naufal’s Group dan Arya’s Group sama-sama memperoleh medali perak melalui karya ilmiah yang mereka kompetisikan.

Pada kategori Environment, Ryu’s Group berhasil meraih medali emas. Adapun di kategori Life Science, Khansa’s Group memperoleh medali perak.

Jika dirinci, enam medali emas berasal dari tiga kelompok kategori Education, dua kelompok Social Science, dan satu kelompok Environment. Sementara itu, enam medali perak diperoleh tiga kelompok Social Science, dua kelompok Physics, Energy and Engineering, serta satu kelompok Life Science.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa kekuatan riset murid tidak hanya terletak pada kemampuan akademik, tetapi juga pada keberanian mengeksplorasi berbagai bidang pengetahuan dan mengembangkan gagasan melalui penelitian.

Dari Malaysia hingga Universitas Indonesia, Prestasi Terus Bertambah

Keberhasilan di ISIF 2026 bukan satu-satunya pencapaian internasional yang diraih SMA Islam Al Azhar 34 Yogyakarta. Sebelumnya, sekolah ini juga menorehkan prestasi dalam The 8th World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2026 di Malaysia pada 23 September 2026.

Dalam kompetisi tersebut, murid SMA Islam Al Azhar 34 Yogyakarta berhasil meraih satu medali emas dan dua medali perak. Karya-karya yang diikutsertakan mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan generasi muda, mulai dari dukungan emosional, identitas di media sosial, hingga fenomena Fear of Missing Out (FOMO).

Pilihan tema tersebut memperlihatkan bahwa penelitian murid tidak sekadar berorientasi pada pencapaian kompetisi. Berbagai persoalan sosial dan kehidupan digital juga dapat menjadi sumber gagasan untuk melahirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Rentetan prestasi dari Malaysia hingga Universitas Indonesia memperkuat rekam jejak sekolah dalam mengembangkan potensi murid melalui kompetisi sains, penelitian, dan inovasi.

13 Tim Mengembangkan Budaya Riset melalui OPSI 2026

Produktivitas akademik SMA Islam Al Azhar 34 Yogyakarta juga terlihat melalui partisipasi dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026 yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional.

Sebanyak 13 tim murid berhasil mengunggah laporan penelitian dalam ajang tersebut. Proses yang dijalani meliputi pengembangan ide, seleksi proposal, pengumpulan data, pengujian, hingga penyusunan laporan penelitian.

Pengalaman ini menjadi bagian penting dalam pembentukan kemampuan berpikir kritis, pengolahan data, penyusunan argumen ilmiah, dan penyampaian hasil penelitian secara sistematis.

Meskipun partisipasi dalam OPSI tidak dapat disamakan dengan raihan medali, keterlibatan 13 tim tersebut memperlihatkan adanya ruang bagi murid untuk belajar melalui proses penelitian yang terstruktur.

Budaya riset seperti inilah yang menjadi fondasi penting bagi pengembangan prestasi di kompetisi ilmiah, baik tingkat nasional maupun internasional.

Rekam Jejak Prestasi di Bidang Sains dan Bahasa

Selain ISIF dan WICE, SMA Islam Al Azhar 34 Yogyakarta juga memiliki catatan prestasi dalam International Kangaroo Linguistic Contest (IKLC).

Dalam kompetisi bahasa tersebut, murid sekolah ini meraih satu medali perak, satu medali perunggu, serta dua penghargaan honorable mention. Di tingkat nasional, sekolah juga mencatatkan raihan medali perunggu bidang Matematika dalam Indonesia Advanced Student Competition.

Beragam pencapaian itu memperlihatkan bahwa pengembangan kemampuan murid berlangsung dalam sejumlah bidang, mulai dari penelitian dan inovasi, sains, matematika, hingga bahasa.

Dengan demikian, prestasi sekolah tidak hanya dapat dilihat dari banyaknya medali yang dikumpulkan, tetapi juga dari keberagaman kompetensi yang dikembangkan dan kesempatan yang diberikan kepada murid untuk menguji kemampuan mereka.

Prestasi yang Lahir dari Keberanian Mengembangkan Gagasan

Deretan pencapaian SMA Islam Al Azhar 34 Yogyakarta menghadirkan gambaran tentang pentingnya pendidikan yang memberikan ruang bagi murid untuk bereksplorasi, melakukan penelitian, menguji gagasan, dan belajar menghadapi tantangan.

Dalam kompetisi ilmiah, medali memang menjadi bentuk pengakuan atas hasil kerja peserta. Namun, di balik setiap penghargaan terdapat proses yang menuntut ketekunan, kolaborasi, kreativitas, serta kemampuan mempertanggungjawabkan sebuah gagasan.

Raihan enam medali emas dan enam medali perak di ISIF 2026, ditambah satu Golden Ticket menuju IUP FMIPA Universitas Indonesia tanpa tes, menjadi capaian terbaru yang menonjol bagi SMA Islam Al Azhar 34 Yogyakarta.

Jika disandingkan dengan keberhasilan di WICE 2026 Malaysia dan partisipasi dalam OPSI 2026, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa penelitian dan inovasi menjadi bagian penting dari perjalanan akademik murid.

Dari ruang belajar di Yogyakarta hingga kompetisi internasional, para murid membuktikan bahwa gagasan yang dikembangkan dengan kesungguhan memiliki peluang untuk memperoleh pengakuan lebih luas.

Bagi SMA Islam Al Azhar 34 Yogyakarta, deretan prestasi ini bukan sekadar cerita tentang kemenangan, melainkan gambaran tentang generasi muda yang terus belajar, berani berinovasi, dan siap membawa hasil pemikirannya ke panggung yang lebih luas. (Chaidir)