Tembus Final KREASI 2026, Dua Tim Riset SMP Islam Al Azhar 66 Bantul Bawa Pulang Bronze Medal dan Honorable Mention

  • Dua tim riset SMP Islam Al Azhar 66 Bantul berhasil menembus babak final Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) 2026 tingkat nasional di Yogyakarta.
  • Tim pertama meraih Bronze Medal pada kategori Bahasa, Budaya, dan Agama, sementara tim kedua memperoleh Honorable Mention pada bidang Matematika, Sains, Teknologi, dan Lingkungan.
  • Capaian membanggakan ini merupakan hasil dari proses panjang penelitian serta komitmen sekolah dalam mendukung budaya riset dan inovasi di kalangan murid.

AYWS – Perjuangan panjang dalam penelitian akhirnya berbuah prestasi membanggakan. Dua tim karya ilmiah remaja SMP Islam Al Azhar 66 Bantul berhasil menembus babak final Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) 2026 tingkat nasional. Bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, kedua tim berhasil membawa pulang penghargaan dalam ajang yang diikuti sekitar 350 peserta dari Sabang hingga Merauke tersebut.

Babak final KREASI 2026 diselenggarakan pada 17–19 Oktober 2026 di Hotel Sahid Raya, Babarsari, Yogyakarta. Ajang yang diselenggarakan oleh Abak Akademi ini menjadi wadah bagi murid untuk menunjukkan kemampuan dalam melakukan riset, mengembangkan inovasi, serta mempresentasikan hasil penelitian di hadapan dewan juri.

SMP Islam Al Azhar 66 Bantul mengirimkan dua tim yang berkompetisi dalam bidang penelitian berbeda. Tim pertama, yang terdiri atas Aptana Harman Jalal dan Amanina Aqela Firstyamelda dengan bimbingan Sulaiman Yusuf SAg, berhasil meraih Bronze Medal pada kategori penelitian Bahasa, Budaya, dan Agama.

Sementara itu, tim kedua yang terdiri atas Keisha Qotrunnada Al Zahsy dan Salwaa Izzatunnisa Riyanto, dengan bimbingan Nurul Fatimah MPd, berhasil meraih penghargaan Honorable Mention pada bidang Matematika, Sains, Teknologi, dan Lingkungan. Capaian ini menjadi bukti bahwa murid SMP Islam Al Azhar 66 Bantul mampu menunjukkan potensi dan kreativitasnya dalam kompetisi riset tingkat nasional.

Keberhasilan kedua tim tersebut tidak diraih secara instan. Di balik pencapaian ini, terdapat proses penelitian yang panjang, mulai dari penyusunan proposal, pengumpulan dan pengolahan data, penyempurnaan hasil penelitian, hingga finalisasi karya ilmiah. Setiap tahapan menjadi pengalaman berharga bagi murid untuk belajar berpikir kritis, memecahkan masalah, serta mempertanggungjawabkan hasil penelitian yang mereka kembangkan.

Selama tiga hari pelaksanaan final, para finalis mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari pengenalan kegiatan, pameran stan penelitian, penjurian, hingga presentasi di hadapan dewan juri. Rangkaian kegiatan ditutup dengan awarding atau pengumuman penghargaan bagi para peserta yang berhasil meraih prestasi.

Pada sesi pameran, peserta berkesempatan memperkenalkan hasil penelitian melalui stan yang disiapkan. Sementara itu, sesi penjurian dan presentasi menjadi kesempatan bagi setiap tim untuk menjelaskan gagasan, proses penelitian, serta hasil yang diperoleh. Pengalaman tersebut tidak hanya menguji kualitas karya ilmiah, tetapi juga kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, dan kesiapan murid dalam menjawab pertanyaan secara ilmiah.

Bagi kedua tim SMP Islam Al Azhar 66 Bantul, keberhasilan mencapai final tingkat nasional sudah menjadi pencapaian yang membanggakan. Raihan Bronze Medal dan Honorable Mention semakin melengkapi pengalaman mereka dalam mengikuti kompetisi riset, sekaligus menjadi motivasi untuk terus mengembangkan ide dan inovasi yang berangkat dari persoalan nyata di sekitar.

Kepala Satuan Pendidikan SMP Islam Al Azhar 66 Bantul, Indra Juharni MPd, menyampaikan apresiasi atas perjuangan dan pencapaian kedua tim beserta para pembimbingnya. Ia berharap penelitian yang dikembangkan oleh murid tidak berhenti sebagai karya untuk kompetisi, tetapi juga dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

“Selamat kepada tim karya tulis ilmiah remaja SMP Islam Al Azhar 66 Bantul. Semoga inovasi-inovasi yang dikembangkan dapat bermanfaat bagi sesama dan terus menginspirasi. Semangat terus dalam melakukan riset,” pesannya.

Prestasi di KREASI 2026 menjadi bagian dari komitmen SMP Islam Al Azhar 66 Bantul dalam mendukung budaya riset dan inovasi di kalangan murid. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, murid didorong untuk berani mengeksplorasi ide, mengembangkan pemikiran ilmiah, dan menghasilkan karya yang bermakna.

Dari proses panjang menyusun proposal hingga berdiri di hadapan dewan juri nasional, kedua tim telah menunjukkan bahwa riset bukan sekadar tentang hasil akhir, melainkan juga tentang ketekunan, keberanian mencoba, dan kemauan untuk terus belajar. Semoga pencapaian ini menjadi pijakan bagi lahirnya inovasi-inovasi berikutnya yang membawa manfaat bagi masyarakat dan menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk berkarya. (Nurul Fatima)