Jejak Daun dalam Kain, Belajar Kreatif melalui Ecoprint

  • SMP Islam Al-Azhar 67 Yogyakarta meraih apresiasi nasional kategori artikel dan foto pada partisipasi perdana ajang Apresiasi Giat UKBI Adaptif 2026.
  • Kegiatan ini melibatkan 134 siswa kelas VII, VIII, dan IX dengan mengusung tema “Grounded in Our Roots, Ready for the World”.
  • Capaian ini menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem literasi dan menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa Indonesia di sekolah.

AYWS — Suasana belajar yang berbeda hadir di KB-TK Islam Al Azhar 55 Wonosari melalui kegiatan kokurikuler bertajuk “Jejak Daun dalam Kain”. Selama lima hari, 19-23 Oktober 2026, anak-anak TK A dan TK B diajak mengenal seni ecoprint sekaligus mengolah totebag menjadi karya yang unik dengan memanfaatkan bentuk dan warna alami dari daun di lingkungan sekitar.

Kegiatan diawali dengan anak-anak menyaksikan video proses pembuatan ecoprint serta mendapatkan penjelasan dari guru mengenai tahapan yang akan dilakukan. Selanjutnya, anak-anak melakukan mordanting, yaitu merendam totebag dalam larutan air tawas sebelum dijemur. Tahap ini menjadi bagian penting untuk mempersiapkan kain agar warna dan motif dari bahan alami dapat lebih mudah melekat.

Pada tahap berikutnya, anak-anak mulai memilih dan menyusun daun di atas totebag sesuai dengan kreativitas masing-masing. Daun yang telah ditata kemudian diproses menggunakan teknik pounding, yaitu memukul permukaan daun agar pigmen alaminya berpindah ke kain dan membentuk motif. Setelah proses tersebut selesai, totebag kembali direndam dalam air tawas dan dijemur untuk membantu mempertahankan hasil motif yang telah dibuat.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan proses penyelesaian karya. Anak-anak belajar merapikan totebag melalui tahap menyetrika, melipat, hingga mengemas hasil karya. Setiap totebag memiliki motif yang berbeda, sehingga menghasilkan karya yang sederhana tetapi memiliki keunikan tersendiri.

Hal tersebut sejalan dengan tujuan kegiatan kokurikuler yang tidak hanya berfokus pada hasil karya, tetapi juga pada proses pembentukan karakter anak. Bu Umi Hartarti SPd Gr, selaku Koordinator Bidang Kurikulum TK, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu sarana untuk mengembangkan berbagai kemampuan anak.

“Kegiatan kokurikuler ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi anak untuk mengembangkan kreativitas, kemandirian, dan semangat gotong royong. Selain itu, anak-anak juga belajar menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan budaya, sekaligus mengenal jiwa kewirausahaan melalui karya ecoprint yang bernilai dan ramah lingkungan,” ujar Bu Umi.

Dengan belajar melalui pengalaman langsung, “Jejak Daun dalam Kain” tidak hanya menjadi kegiatan membuat kerajinan, tetapi juga menjadi pengalaman bermakna untuk menumbuhkan kreativitas, kemandirian, kepedulian, dan rasa bangga terhadap lingkungan serta budaya Indonesia.  (Taufiq)