Alumni SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta Bongkar Strategi Lolos PTN Favorit

SLEMAN – Alumni SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta yang kini menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) favorit kembali ke almamater untuk berbagi strategi dan pengalaman lolos seleksi masuk PTN kepada siswa kelas X, XI, dan XII. Kegiatan yang digelar di Auditorium Al Hafidh Kampus 1 Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS), Rabu (14/1/2026), ini menjadi ruang belajar langsung dari mereka yang telah lebih dulu menapaki jalur perguruan tinggi.

Melalui format talk show di panggung auditorium, para alumni membagikan pengalaman nyata berdasarkan proses yang mereka jalani sendiri, mulai dari pemilihan jalur masuk hingga adaptasi awal di dunia perkuliahan. Alumni yang hadir berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri ternama, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Indonesia (UI), Universitas Brawijaya (Unbraw), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Adapun alumni yang tampil sebagai pembicara antara lain Nadindra Kartini Sahda (UGM, Jurusan Biologi, jalur International Undergraduate Program/IUP), Fatia (UI, Jurusan Arsitektur, jalur Talent Scouting), Nayyara Saptia (Undip, Jurusan Ilmu Pemerintahan, jalur SNBP), Sherly Nurlita (Undip, Jurusan Psikologi, jalur Mandiri), serta Aisyah Aila Varisha (Undip, Jurusan Ilmu Komunikasi, jalur SNBT).

Nadindra Kartini Sahda mengungkapkan bahwa dirinya memilih jalur IUP karena tingkat persaingannya relatif lebih kecil dibandingkan jalur reguler. “Saya memilih jalur IUP karena peluangnya lebih terbuka dan persaingannya tidak sepadat jalur lain,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa selain proses pembelajaran di sekolah, mengikuti bimbingan belajar (bimbel) cukup berpengaruh dalam mempersiapkan diri menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi. Selain itu, keterlibatan dalam kegiatan Karya Ilmiah Remaja (KIR) di sekolah turut memberikan nilai tambah. “Mengikuti program atau kelompok KIR juga sangat berpengaruh,” tambahnya.

Baca Juga  Al Azhar Yogyakarta World Schools Diundang ke Forum Internasional Transformasi Pesantren

Sementara itu, para alumni lainnya sepakat bahwa kesungguhan dalam belajar, konsistensi, serta kesiapan mental menjadi kunci utama keberhasilan lolos masuk perguruan tinggi negeri. Mereka mendorong para siswa untuk mulai mempersiapkan diri sejak dini dan tidak ragu mencoba berbagai jalur seleksi sesuai dengan potensi masing-masing.

Tips Praktis Masuk PTN

Dalam sesi talk show, para alumni SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta menekankan pentingnya memahami sejak awal berbagai jalur seleksi masuk perguruan tinggi negeri, mulai dari SNBP, SNBT, hingga jalur Mandiri. Setiap jalur memiliki karakter dan strategi yang berbeda, sehingga siswa perlu menyesuaikannya dengan potensi akademik dan kesiapan diri masing-masing.

Untuk jalur SNBP, alumni menilai konsistensi nilai rapor dan rekam jejak prestasi selama di sekolah menjadi faktor penentu. Sementara pada jalur SNBT, kemampuan mengerjakan soal berbasis penalaran serta latihan intensif menjadi kunci utama. Adapun jalur Mandiri, menurut alumni, menuntut kesiapan mental dan strategi yang lebih matang karena tingkat persaingannya yang tinggi dan mekanisme seleksi yang beragam di setiap perguruan tinggi.

Selain memahami jalur masuk, alumni juga menyoroti pentingnya strategi memilih jurusan. Siswa diimbau tidak hanya terpaku pada popularitas jurusan, tetapi juga mempertimbangkan minat, kemampuan, serta peluang diterima. Pemilihan jurusan yang realistis dan sesuai dengan profil akademik dinilai dapat memperbesar peluang lolos seleksi.

Para alumni juga mengingatkan sejumlah kesalahan yang harus dihindari, seperti mendaftar tanpa perhitungan matang, terlalu percaya diri pada satu jalur seleksi, hingga kurangnya persiapan mental ketika menghadapi kegagalan. Mereka menekankan bahwa kegagalan di satu jalur bukan akhir segalanya, melainkan bagian dari proses menuju perguruan tinggi impian.

Motivasi dan Mental Pejuang

Selain strategi teknis, para alumni SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta juga menekankan pentingnya membangun mental pejuang dalam menghadapi proses seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Mereka mengingatkan bahwa gagal di satu jalur seleksi bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses panjang yang harus dilalui dengan sikap pantang menyerah.

Baca Juga  SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta Rutin Gelar Try Out UTBK untuk Persiapan Sukses Perguruan Tinggi

Alumni menegaskan bahwa konsistensi belajar sejak kelas X menjadi fondasi penting dalam menghadapi persaingan masuk PTN. Kebiasaan belajar yang dibangun sejak dini dinilai lebih efektif dibandingkan persiapan instan menjelang akhir masa sekolah. Dengan konsistensi tersebut, siswa akan lebih siap secara akademik maupun mental saat memasuki masa seleksi.

Tak kalah penting, para alumni juga berbagi pengalaman tentang manajemen waktu dan tekanan. Mereka mengakui bahwa membagi waktu antara kegiatan belajar, organisasi, dan aktivitas pribadi menjadi tantangan tersendiri. Tekanan dari lingkungan sekitar, ekspektasi orang tua, hingga persaingan dengan teman sebaya kerap muncul. Namun, alumni menekankan bahwa kemampuan mengatur waktu, menjaga kesehatan mental, serta tetap fokus pada tujuan menjadi kunci agar proses menuju PTN dapat dijalani dengan lebih tenang dan terarah. (Chaidir)