- AYWS dan RIM Education menandatangani Nota Kesepahaman untuk memperkuat kerja sama pendidikan dan pendampingan studi luar negeri.
- Siswa SMA Islam Al Azhar 34 Yogyakarta Internasional dan SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta mendapat penjelasan langsung tentang peluang kuliah di luar negeri.
- RIM Education memberikan layanan konsultasi mulai dari pilihan negara, jurusan, universitas, beasiswa, hingga persiapan keberangkatan.
AYWS — Jalan menuju perguruan tinggi luar negeri kini semakin terbuka bagi peserta didik di lingkungan Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS). Langkah itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara AYWS dan PT Rekan Indonesia Maju (RIM Education), Rabu (30/9/2026).
Penandatanganan berlangsung di ruang rapat lantai 3 Gedung Badan Pengelola dan Pelaksana Harian (BPPH) AYWS. Dari pihak AYWS, nota kesepahaman ditandatangani Vice Chairman for Partnerships and Schools Transformation of Asram Foundation Al Azhar Yogyakarta World Schools, Dwi A Yuliantoro PhD. Sementara dari RIM Education ditandatangani Chief Marketing Officer PT Rekan Indonesia Maju, Imam Pujianto Santoso MCom.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya AYWS memperkuat dukungan bagi peserta didik dalam merencanakan pendidikan tinggi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi pilihan studi di tingkat internasional.
Dalam nota kesepahaman disebutkan, kedua pihak sepakat menjalin kerja sama di bidang pendidikan untuk mendukung pengembangan potensi dan kompetensi peserta didik serta meningkatkan kesiapan mereka dalam merencanakan dan menempuh pendidikan tinggi di luar negeri.
Kerja sama itu mencakup penyediaan informasi, konsultasi, hingga pendampingan studi lanjut. Sinergi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat hubungan kelembagaan antara AYWS dan RIM Education dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Suasana penandatanganan penuh keakraban dengan kehadiran tim RIM Education, tim SMA Islam Al Azhar 34 Yogyakarta Internasional beserta para muridnya, serta perwakilan SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta.
Agenda tidak berhenti ketika tinta tanda tangan dibubuhkan. Usai prosesi penandatanganan, para siswa mendapat kesempatan berdiskusi langsung dengan tim RIM Education. Mereka memperoleh penjelasan mengenai berbagai peluang pendidikan tinggi di luar negeri, mulai dari pilihan negara, universitas, jurusan, hingga tahapan yang perlu dipersiapkan sejak sekolah.
Diskusi tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengenali lebih jauh seperti apa perjalanan yang harus ditempuh jika ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi internasional.
RIM Education merupakan perusahaan konsultan pendidikan yang berfokus pada studi ke luar negeri. Layanan yang ditawarkan mencakup konsultasi pendidikan, pemilihan jurusan dan negara tujuan, pemilihan universitas, pendampingan aplikasi, hingga persiapan keberangkatan.
Tidak hanya itu, layanan RIM Education juga mencakup pendampingan visa pelajar, pemetaan peluang beasiswa, akomodasi, penjemputan dan orientasi mahasiswa, serta dukungan setelah siswa tiba di negara tujuan.
Untuk membantu calon mahasiswa mempersiapkan kemampuan akademik dan bahasa, RIM Education juga menyediakan layanan seperti pre-test IELTS, SAT, dan TOEFL iBT. Jaringan pendidikan yang ditawarkan RIM Education mencakup berbagai negara, di antaranya Australia, Selandia Baru, Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, Inggris, Swiss, China, Kanada, Prancis, Korea Selatan, dan Belanda. Sejumlah institusi pendidikan internasional yang tercantum dalam jaringan RIM Education antara lain Deakin University, University of Otago, dan Churchill Institute of Higher Education.
Bagi AYWS, kerja sama ini memberikan ruang yang lebih luas bagi sekolah untuk menghadirkan informasi dan pendampingan studi internasional secara lebih terarah. Sementara bagi siswa, kesempatan tersebut menjadi pintu awal untuk mulai menyusun rencana pendidikan tinggi jauh sebelum mereka benar-benar meninggalkan bangku sekolah.
Hal-hal yang menyangkut tindak lanjut kerja sama antara AYWS dan RIM Education selanjutnya akan diatur melalui kesepakatan atau perjanjian pelaksanaan tersendiri. Dengan demikian, penandatanganan MoU bukan sekadar seremoni kelembagaan. Lebih jauh, kerja sama tersebut menjadi langkah untuk mempertemukan siswa dengan informasi, pilihan, dan pendampingan yang dibutuhkan dalam mempersiapkan masa depan pendidikan mereka di kancah global. (Chaidir)






