WONOSARI – Empat belas murid kelas VI SD Islam Al Azhar 59 Wonosari resmi dilepas dalam kegiatan Akhirussanah dan Pelepasan Murid Angkatan IV yang berlangsung di Auditorium Al Hafidh Kampus Al Azhar Wonosari, Minggu (21/6/2026). Pelepasan kali ini menjadi momen yang istimewa karena para lulusan merupakan generasi yang memulai pendidikan dasar di tengah masa paling sulit dalam dunia pendidikan, yakni pandemi Covid-19 pada tahun 2020.
Mereka datang ke sekolah pada saat ruang kelas kosong, proses belajar berlangsung dari rumah, dan interaksi sosial harus dibatasi. Namun enam tahun kemudian, angkatan yang lahir dari masa penuh ketidakpastian tersebut berhasil menuntaskan pendidikan dasar dengan berbagai capaian akademik, karakter, dan prestasi yang membanggakan.
Suasana haru menyelimuti prosesi pelepasan yang dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul Nunuk Setyowati SPd MM, Pengawas SD Korwil Biddik Wonosari Rohimul Anwar SPd MPd, jajaran pimpinan BPPH Al Azhar Yogyakarta World Schools, kepala satuan pendidikan Al Azhar se-DIY, pengurus jam’iyyah, orang tua murid, serta seluruh keluarga besar SD Islam Al Azhar 59 Wonosari.
Dalam sambutannya, Nunuk Setyowati memberikan apresiasi atas capaian SD Islam Al Azhar 59 Wonosari yang berhasil menempati peringkat keenam TKA dari sekitar 450 sekolah dasar di Kabupaten Gunungkidul. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kualitas pembelajaran yang terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat daerah.
Tidak hanya unggul dalam akademik, sekolah juga mendapat pengakuan atas keberhasilannya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Hingga saat ini, tidak terdapat laporan kasus perundungan yang masuk terkait lingkungan sekolah tersebut.
“Prestasi akademik yang tinggi harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan budaya sekolah yang sehat. SD Islam Al Azhar 59 Wonosari telah menunjukkan bahwa keduanya dapat diwujudkan secara bersamaan,” ujar Nunuk.
Momentum Akhirussanah tahun ini juga menjadi ajang refleksi atas perjalanan panjang Angkatan IV yang dinilai sebagai salah satu angkatan paling tangguh dalam sejarah sekolah.
Angkatan Tangguh
Kepala SD Islam Al Azhar 59 Wonosari, Danar Kusuma MPd, menyebut para lulusan tahun ini sebagai generasi yang ditempa oleh keadaan. Mereka memulai sekolah dasar ketika pandemi sedang mencapai masa yang mengkhawatirkan. Selama hampir dua tahun, mereka harus mengikuti pembelajaran secara daring dan hybrid, menghadapi keterbatasan interaksi sosial, serta beradaptasi dengan berbagai perubahan sistem pendidikan.
“Anak-anak ini adalah angkatan yang tangguh. Mereka belajar dalam situasi yang tidak mudah, tetapi mampu membuktikan bahwa keterbatasan tidak menghalangi mereka untuk berkembang dan berprestasi,” kata Danar.
Menurutnya, keberhasilan para lulusan tidak hanya terlihat dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan mereka berkolaborasi, memimpin, dan menyelesaikan berbagai kegiatan secara mandiri. Salah satu contohnya adalah ketika para siswa kelas VI dipercaya menjadi panitia class meeting bagi adik-adik kelasnya. Mereka menyusun proposal, membagi tugas, mengelola kegiatan, hingga mempresentasikan program di hadapan kepala sekolah.
“Keberhasilan masa depan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan individu, tetapi juga oleh kemampuan bekerja sama dengan orang lain,” ujarnya.
Danar juga menekankan pentingnya disiplin sebagai bekal utama menghadapi jenjang pendidikan berikutnya. Ia mengutip pemikiran Stephen Covey yang menyatakan bahwa disiplin sesungguhnya adalah jalan menuju kebebasan.
“Disiplin memang terasa berat saat dijalani, tetapi akan memberikan kemudahan di masa depan. Karena itu biasakanlah melakukan hal yang benar meskipun tidak mudah. Kedisiplinan hari ini akan menjadi kemerdekaan kalian di masa depan,” pesannya kepada para lulusan.
Selain dikenal sebagai angkatan yang tangguh, para lulusan juga memperoleh berbagai pengalaman pembelajaran yang berwawasan global. Selama tiga bulan, mereka berkesempatan mengikuti program pembelajaran bersama dosen dari Northern Illinois University (NIU), Amerika Serikat. Pengalaman tersebut membuka wawasan siswa tentang dunia internasional sekaligus memperkuat kepercayaan diri mereka untuk bersaing secara global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Sekolah juga memperkenalkan cara berbeda dalam pengumuman kelulusan tahun ini. Sebelum menerima pengumuman kelulusan, para siswa diajak berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim sebagai bentuk pembelajaran empati dan kepedulian sosial. Setelah itu, mereka mengikuti kegiatan edukatif melalui olahraga golf sebagai sarana belajar fokus, kesabaran, sportivitas, dan keberanian mencoba pengalaman baru.
Kebanggaan SD Islam Al Azhar 59 Wonosari pada tahun pelajaran 2025/2026 semakin lengkap dengan ditetapkannya sekolah sebagai sekolah percontohan keamanan pangan oleh BRIN. Pengakuan tersebut memperkuat komitmen sekolah dalam menyediakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
Pada puncak acara, Danar Kusuma secara resmi mengembalikan 14 murid kelas VI kepada orang tua masing-masing. Dengan penuh haru dan rasa syukur, ia menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolah selama enam tahun terakhir.
“Dahulu mereka datang dengan seragam merah putih dan langkah kecil penuh harapan. Hari ini kami kembalikan kepada orang tua dengan bekal ilmu, pengalaman, karakter, dan doa terbaik yang dapat kami berikan,” ujarnya.
Prosesi pelepasan berlangsung penuh haru. Tangis bahagia orang tua, guru, dan murid mengiringi berakhirnya perjalanan enam tahun yang telah dilalui bersama. Bagi SD Islam Al Azhar 59 Wonosari, pelepasan Angkatan IV bukan sekadar akhir masa belajar di sekolah dasar, melainkan penanda lahirnya generasi tangguh yang berhasil melewati ujian zaman, tumbuh menjadi pribadi berkarakter, dan siap melangkah menuju masa depan yang lebih besar. (Meyta)






