Keluarga Sukirman Wakafkan Tanah untuk AYWS, Kepercayaan Publik Kian Menguat

SLEMAN – Sabtu pagi itu (17/1/2026, Masjid Al Hafidh di Kampus 1 Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS) ada sesuatu yang menarik. Di tengah pengajian kajian rutin Sabtu Wage yang biasa berjalan khusyuk, sebuah peristiwa mulia berlangsung yang menandai bab baru kepercayaan masyarakat kepada AYWS.

Bukan sekadar menitipkan anak untuk belajar seperti selama ini, tetapi ada warga “menitipkan” tanah untuk masa depan umat.

Di hadapan para guru dan karyawan yang menyaksikan dengan perasaan haru, Sukirman yang didampingi istri dan anaknya berdiri tenang dan tersenyum bahagia. Ia membawa amanah keluarga, sekaligus amanah orang tua yang telah berpulang. Dengan langkah pasti dan hati yang lapang, ia menyerahkan wakaf tanah seluas 1.563 meter persegi kepada Drs. H. Hafidh Asrom, MM, Ketua Yayasan Asram/BPPH AYWS. Penyerahan itu bukan sekadar prosesi, melainkan pernyataan kepercayaan yang lahir dari keyakinan.

Tanah wakaf tersebut terletak di Jl. Brigjen Katamso, Jomlang, Palbapang, Bantul, sebuah titik yang kelak akan menjadi simpul peradaban kecil yakni tempat ilmu bertumbuh, akhlak disemai, dan mimpi generasi baru dilahirkan. Sejak hari itu, tanah itu tidak lagi berbicara tentang kepemilikan, melainkan tentang keikhlasan yang melampaui zaman.

Prosesi penyerahan berlangsung sederhana. Tidak ada gemerlap, tidak ada riuh tepuk tangan. Yang ada hanyalah suasana yang penuh makna yang menyimpan doa dan harap. Sebab semua yang hadir memahami, wakaf adalah keputusan yang hanya bisa lahir dari iman dan kepercayaan yang matang.

Bagi Hafidh Asrom, wakaf ini adalah cermin perjalanan AYWS. Antusiasme masyarakat yang tinggi membuat rencana pengembangan sekolah di Bantul telah disusun jauh hari, bahkan daftar inden siswa telah menjangkau tahun 2032.

Baca Juga  Empat Hikmah Disyariatkannya Kurban Bagi Umat Islam

“Kami memang sudah lama merencanakan membeli tanah untuk pengembangan sekolah di Bantul, karena antusias masyarakat sangat tinggi, bahkan indennya sudah mencapai tahun 2032. Alhamdulillah kini ada orang yang mewakafkan tanah,” ujar Hafidh, didampingi sang istri, Bunda Eni Yustini.

Ia mengajak seluruh guru dan karyawan untuk menjaga amanah ini, memperbanyak doa, dan memastikan bahwa tanah wakaf tersebut benar-benar tumbuh menjadi pusat pendidikan Islam berkualitas yang berwawasan global.

Dalam kesempatan yang sama, Hafidh Asrom juga menegaskan arah transformasi AYWS. Mulai 2026, sekolah mencanangkan gerakan “back to nature”, mengakhiri penggunaan ornamen plastik dan menghidupkan kembali keselarasan dengan alam. Otonomi sekolah juga diperkuat, termasuk dalam perawatan dan pengembangan sarana prasarana, serta program remodeling gedung KB-TK Islam Al Azhar 31 Yogyakarta sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan pendidikan.

Masjid Al Hafidh pagi itu menjadi saksi bahwa kepercayaan masyarakat kepada AYWS telah beranjak dari rasa puas menjadi keyakinan. Dari keyakinan itu lahirlah wakaf, sebuah bentuk cinta yang tidak berisik, tetapi menggema panjang ke masa depan.

Kelak, ketika bangunan berdiri dan anak-anak belajar di atas tanah itu, wakaf Sukirman dan keluarganya akan terus hidup. Bukan dalam nama yang terpahat, melainkan dalam ilmu yang mengalir, akhlak yang tumbuh, dan doa yang tak pernah putus. Karena dari kepercayaan yang tulus, lahirlah keabadian. (Chaidir)