Keren! SD Islam Al Azhar 55 Internasional Yogyakarta Masuk 5 Besar Sekolah Terbaik Nasional

SLEMAN – Yogyakarta kembali menorehkan tinta emas di peta pendidikan nasional. Di tengah ketatnya persaingan puluhan ribu sekolah dasar negeri dan swasta di Indonesia, SD Islam Al Azhar 55 Internasional Yogyakarta tampil sebagai salah satu yang terbaik—bahkan menembus peringkat 5 nasional sekolah dengan prestasi terbanyak versi Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) per 21 Januari 2026.

Bukan prestasi biasa. Sekolah ini mengoleksi 297 prestasi nasional dan internasional, sebuah angka yang tidak hanya mencerminkan jumlah medali, tetapi juga menunjukkan konsistensi, sistem, dan budaya unggul yang dibangun bertahun-tahun. Di antara puluhan ribu SD di Indonesia, SD Islam Al Azhar 55 Internasional, Yogyakarta, berdiri sejajar dengan sekolah-sekolah legendaris yang dikenal sebagai pabrik juara nasional.

20 SD Negeri dan Swasta Terbaik di Indonesia Versi Puspresnas (2026):

  1. SD Muhammadiyah Condongcatur – 781 prestasi
  2. SD Muhammadiyah Manyar – 556 prestasi
  3. SD Islam Sabilillah Malang – 416 prestasi
  4. SD Muhammadiyah Sapen 1 – 375 prestasi
  5. SD Islam Al Azhar 55 Internasional Yogyakarta – 297 prestasi
  6. SD Unggulan Al-Ya’lu – 294 prestasi
  7. SD Islam Al Azhar 41 Karawang – 238 prestasi
  8. SD Muhammadiyah Sapen II – 225 prestasi
  9. SDIT Mutiara Insan Cepu – 162 prestasi
  10. SD Negeri Kebon Baru IV – 152 prestasi
  11. SDS IT Harapan Umat – 132 prestasi
  12. SD Unggulan Putra Kaili Permata Bangsa – 131 prestasi
  13. SD Negeri Sukasari 5 – 124 prestasi
  14. SD Mater Dei – 119 prestasi
  15. SD Muhammadiyah 01 Waru – 115 prestasi
  16. SD Mujahidin – 105 prestasi
  17. SD Swasta Plus Pride – 99 prestasi
  18. SD Kristen Pelita Nusantara Kasih – 97 prestasi
  19. SD Darma Yudha – 92 prestasi
  20. SD Pelita Hati – 85 prestasi
Baca Juga  263 Murid Al Azhar 55 Islamic Primary School Terlibat Drama Musikal 'End Of Year Concert V'

Prestasi Bukan Tujuan Akhir, Tapi Bonus dari Proses Panjang

Di balik angka dan piagam, SD Islam Al Azhar 55 Internasional memiliki filosofi yang berbeda. Kepala Satuan Pendidikan, Miftakhur Risal, MA, menegaskan bahwa prestasi bukan tujuan utama, melainkan hasil alami dari proses pendidikan yang benar.

“Piagam dan prestasi individual itu hanyalah bonus. Yang paling penting anak terus berproses menjadi lebih baik dari sebelumnya. Lalu prestasi individual itu berkembang menjadi kolaborasi dan kontribusi,” ujar Risal, Rabu (21/1/2026).

Ia menanamkan satu nilai penting yang menjadi ruh pendidikan di SD Islam Al Azhar 55 Internasional, “Competition is good, but collaboration is better. No one knows everything, everyone knows something.”

Prinsip ini membuat prestasi di SD Islam Al Azhar 55 Internasional tidak berhenti pada individu, tetapi tumbuh menjadi budaya kolektif—anak-anak belajar menang bersama, kalah bersama, dan bangkit bersama.

Sekolah yang Serius Mengkurasi Prestasi, Bukan Sekadar Mengumpulkan Medali

Masuknya SD Islam Al Azhar 55 Internasional ke 5 besar nasional bukan kebetulan. Menurut Risal, capaian ini menjadi pengingat sekaligus tantangan bagi sekolah untuk lebih teliti mendata, mengkurasi, dan memetakan prestasi siswa secara sistematis.

Prestasi diperlakukan sebagai data strategis, bukan sekadar dokumentasi. Setiap lomba, setiap ajang, setiap potensi siswa dipantau, diarahkan, dan dibina agar berkembang berkelanjutan. Inilah yang membuat grafik prestasi sekolah terus menanjak, bukan fluktuatif.

Capaian SD Islam Al Azhar 55 Internasional tidak bisa dilepaskan dari ekosistem prestasi nasional yang dibangun oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) yang menjadi arsitek besar pembinaan talenta Indonesia.

Puspresnas bukan hanya penyelenggara lomba. Ia adalah mesin pembinaan prestasi nasional, yang merancang jalur kompetisi sejak usia dini agar bakat anak Indonesia tumbuh terarah, berjenjang, dan berkelanjutan.

Baca Juga  Hari Pertama yang Penuh Semangat di Gedung Baru SDIA 55 Internasional

Dari Olimpiade Sains Nasional (OSN), O2SN, FLS2N, hingga kompetisi riset, seni, dan inovasi, Puspresnas membuka panggung luas bagi anak-anak Indonesia dari Sabang sampai Merauke—tanpa memandang status sekolah, negeri atau swasta.

Prestasi sebagai Jalan Peradaban

Dari tangan Puspresnas, lahir siswa-siswa yang mengharumkan Indonesia di panggung dunia—IMO, IPhO, IBO, IOI, hingga kompetisi seni dan olahraga internasional. Prestasi mereka bukan hanya medali, tetapi modal masa depan: beasiswa, akses pendidikan tinggi, dan kepercayaan diri sebagai warga dunia.

Di sinilah SD Islam Al Azhar 55 Internasional Yogyakarta mengambil peran penting—menjadi mata rantai kuat dalam ekosistem prestasi nasional, menghubungkan pendidikan dasar dengan masa depan global.

Ketika Sekolah Menjadi Rumah Tumbuhnya Talenta

Peringkat 5 nasional bukan sekadar angka. Ia adalah bukti bahwa pendidikan yang menumbuhkan karakter, kolaborasi, dan konsistensi mampu melahirkan prestasi yang berumur panjang. SD Islam Al Azhar 55 Internasional Yogyakarta telah membuktikan: sekolah dasar pun bisa menjadi tempat lahirnya talenta kelas dunia.

Di kota yang dikenal sebagai Kota Pelajar, Al Azhar 55 kini berdiri sebagai ikon sekolah berprestasi nasional—bukan karena ambisi mengejar ranking, tetapi karena komitmen menjaga proses pendidikan yang bermakna. (Chaidir)