WONOSARI — Gerakan literasi tidak selalu lahir dari program besar, tetapi sering berawal dari keteladanan. Hal inilah yang ditunjukkan Kepala Satuan Pendidikan SD Islam Al Azhar 59 Wonosari, Danar Kusuma, MPd, dengan menyumbangkan puluhan buku dari perpustakaan pribadinya untuk Rumah Pena Al Azhar.
Pada Rabu (8/1/2026) lalu, Danar secara langsung menyerahkan 50 buku koleksi pribadinya kepada sekolah. Tak berhenti di situ, ia juga menyatakan komitmen untuk menambah sumbangan hingga 100 buku guna memperkaya koleksi perpustakaan baru yang akan menjadi pusat literasi warga sekolah.
Langkah tersebut menjadi simbol kuat bahwa budaya membaca harus dimulai dari teladan. Bagi Danar, buku bukan sekadar benda bacaan, melainkan jendela pengetahuan yang mampu membentuk cara berpikir, karakter, dan masa depan generasi muda.
“Buku-buku ini berasal dari perpustakaan pribadi saya. Saya ingin anak-anak melihat bahwa membaca adalah kebutuhan, bukan kewajiban. Dari kebiasaan membaca, lahir cara berpikir yang lebih luas dan beradab,” ungkap Danar.
Danar Kusuma dikenal sebagai pendidik yang dekat dengan dunia literasi. Selain gemar membaca, ia juga aktif menulis, bahkan salah satu karyanya telah diterbitkan oleh Gramedia. Kiprahnya tersebut menjadikannya figur inspiratif, tidak hanya sebagai kepala sekolah, tetapi juga sebagai role model literasi bagi guru dan siswa.
Sumbangan buku dari koleksi pribadi ini menjadi bagian penting dari peluncuran Rumah Pena Al Azhar, perpustakaan baru SD Islam Al Azhar 59 Wonosari yang diresmikan pada Jumat (10/1/2026). Kehadiran Rumah Pena Al Azhar diharapkan menjadi ruang belajar yang hidup, nyaman, dan inspiratif bagi peserta didik.
Danar menegaskan bahwa penguatan literasi tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas. Dibutuhkan ekosistem yang menumbuhkan kecintaan membaca, dimulai dari contoh nyata para pendidik.
“Ketika guru dan pimpinan sekolah mencintai buku, saya yakin anak-anak akan mengikuti. Literasi harus menjadi budaya, bukan sekadar program,” tegasnya.
Melalui keteladanan tersebut, SD Islam Al Azhar 59 Wonosari berharap Rumah Pena Al Azhar dapat berkembang menjadi pusat literasi yang mendorong lahirnya pembelajar sepanjang hayat—baik bagi siswa, guru, maupun seluruh warga sekolah. (Chaidir)







