SLEMAN – Al Azhar Yogyakarta Boarding School (AYBS) kembali menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Santri (LDKS) sebagai bagian dari program pendidikan karakter dan kepemimpinan santri. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengurus MTMA (Munadhomah Tolabatul Ma’hadi Al Azhar) dan DPS (Dewan Perwakilan Santri) yang terdiri dari siswa jenjang SMP dan SMA.
LDKS menjadi rangkaian penting dalam pendidikan santri di bidang organisasi dan politik santri, sebagai bekal menjalankan peran kepemimpinan di lingkungan boarding school. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Jum’at–Sabtu, 6–7 Februari 2026, dengan konsep pelatihan intensif, pembekalan materi, serta penguatan karakter melalui aktivitas lapangan.
Kegiatan diawali dengan check in peserta di lokasi glamping, dilanjutkan dengan sesi pembukaan dan seminar tentang ke-boardingan AYBS serta peran strategis MTMA dan DPS yang disampaikan oleh Ust. Muchammad Iqbal Ghazali, M.H.I.. Dalam materinya, peserta diajak memahami bahwa organisasi santri bukan sekadar struktur formal, melainkan wadah pembentukan kepemimpinan, tanggung jawab, dan pengabdian.
Pembekalan kepemimpinan dilanjutkan dengan seminar kepemimpinan dan interpersonal oleh Nararya Budiyono, yang menekankan pentingnya komunikasi efektif, empati, dan kemampuan bekerja sama dalam tim. Malam harinya, peserta mendapatkan materi manajemen konflik dan teamwork dari Mahfud Khoirul Amin, S.IP., M.A., sebagai bekal menghadapi dinamika organisasi santri yang kerap diwarnai perbedaan pendapat.
Selain materi, peserta juga diberikan ruang untuk memaparkan program kerja MTMA sebagai bentuk latihan berpikir strategis, perencanaan kegiatan, serta tanggung jawab terhadap amanah organisasi.
Hari kedua diawali dengan shalat Subuh berjamaah, tausiyah, dan aktivitas pagi, sebagai upaya menanamkan nilai spiritual dalam kepemimpinan santri. Selanjutnya, peserta mengikuti seminar visitasi politik ke depan untuk MTMA dan DPS yang disampaikan oleh Sujarwo, membahas wawasan politik santri secara sehat, kritis, dan beretika dalam konteks organisasi pelajar.
Sebagai penguatan karakter dan kekompakan tim, kegiatan dilanjutkan dengan outbound dan tracking sungai bersama tim pemandu. Aktivitas ini dirancang untuk melatih kepemimpinan lapangan, keberanian mengambil keputusan, kerja sama tim, serta ketangguhan mental santri.
Melalui kegiatan LDKS ini, Al Azhar Yogyakarta Boarding School berharap para pengurus MTMA dan DPS mampu menjadi pemimpin santri yang berkarakter, berakhlak, komunikatif, serta siap mengelola organisasi dengan bijak dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen AYBS dalam mencetak generasi santri yang tidak hanya unggul secara akademik dan spiritual, tetapi juga matang dalam kepemimpinan, organisasi, serta literasi politik santri yang sehat dan konstruktif. (Walid Riady)







