Mabit SMAIA 9 Yogyakarta : Menyatukan Spirit Iman, Disiplin, dan Kebersamaan

SLEMAN – Semangat Ramadan terasa kuat di lingkungan SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta. Selama dua hari, Kamis–Jumat (26–27 Februari 2026), para murid larut dalam rangkaian kegiatan Buka Puasa Bersama dan Malam Bina Iman dan Takwa (Mabit) yang dipusatkan di Auditorium Masjid Al Hafidh, Kampus Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS) Sleman 1. Kegiatan ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi menjadi ruang pembinaan karakter untuk meneguhkan spiritualitas, kedisiplinan, dan kebersamaan.

Sejak sore hari, atmosfer religius sudah terasa. Para murid memasuki auditorium dengan tertib, dipandu panitia dan OSIS. Nuansa syahdu mengalun lewat penampilan Almond Band yang membawakan lagu-lagu religi, menciptakan suasana reflektif menjelang berbuka.

Acara kemudian dibuka secara resmi oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan doa dan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema khidmat. Seluruh peserta berdiri tegap saat menyanyikan Indonesia Raya dan Mars Yasram, menegaskan bahwa pembinaan spiritual berjalan selaras dengan penanaman nilai nasionalisme.

Wakil Ketua Bidang Akademik BPPH AYWS, Suhartini MPd, mengapresiasi peran aktif para murid, khususnya OSIS, dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Ramadan adalah momentum penting untuk membentuk karakter.

“Antusiasme kalian menunjukkan bahwa murid Al Azhar mampu menyeimbangkan kreativitas dan spiritualitas. Jadikan momen ini untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat adab,” ujarnya.

Kepala Satuan Pendidikan SMAIA 9 Yogyakarta, Agung Widiyantoro, menekankan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar berbuka bersama.

“Ramadan adalah momentum emas untuk menempa disiplin dan empati. Kami ingin murid merasakan indahnya ketaatan dan kebersamaan, sehingga kecerdasan intelektual berjalan seiring dengan kematangan spiritual,” katanya.

Dukungan juga datang dari Ketua Jamiyyah, Nurma Nurmiyati, yang menilai kegiatan ini sebagai jembatan penting antara pendidikan di sekolah dan pembinaan di rumah.

Baca Juga  Luke, Penunggang Muda dari SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta: Menjadi Tangguh Lewat Berkuda dan Panahan

“Kegiatan ini menjadi wadah luar biasa bagi anak-anak untuk memperkuat iman dan merasakan indahnya ukhuwah,” ungkapnya.

Menjelang waktu berbuka, suasana semakin khusyuk saat HR Endar Satwo Prihaton menyampaikan Kajian Ramadan. Tausiyah tersebut mengajak murid menjadikan Ramadan sebagai titik balik memperbaiki diri dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

Setelah azan Maghrib berkumandang, para murid berbuka bersama, lalu melanjutkan salat Maghrib, Isya, dan Tarawih berjamaah. Malam pembinaan iman dan takwa itu menjadi pengalaman spiritual yang membekas—bukan hanya mempererat persaudaraan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai qurani dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta menegaskan komitmennya membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam iman, beradab, dan siap menjadi pemimpin masa depan. (Fivin)