SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta Perkuat Peran Orang Tua sebagai Mitra Strategis Pendidikan

  • Perkuat kemitraan: SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta membina pengurus Jamiyyah periode 2026–2028 untuk memperkuat kolaborasi sekolah dan orang tua.
  • Profesional dan solutif: Jamiyyah didorong mengedepankan amanah, profesionalitas, adab, kerja tim, musyawarah, serta evaluasi program untuk mendukung pendidikan bermutu.
  • Wujudkan visi BERANI: Sinergi sekolah dan keluarga diharapkan membentuk generasi berakhlak luhur, berkecakapan global, berprestasi, serta berwawasan dan berbudaya Islami.

AYWS – Pendidikan berkualitas tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga oleh keterlibatan keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Keselarasan antara pendidikan di sekolah dan pengasuhan di rumah menjadi salah satu kunci untuk membentuk generasi yang berakhlak luhur, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Berangkat dari semangat tersebut, SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta memperkuat peran Jamiyyah atau Jam’iyyatul Walidin sebagai mitra strategis sekolah melalui kegiatan Pembinaan Jamiyyah periode 2026–2028, Rabu (21/10/2026), di Ruang Meeting SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta.

Kegiatan ini menjadi momentum bagi kepengurusan baru untuk memperkuat pemahaman mengenai tugas, fungsi, dan tanggung jawab organisasi orang tua murid dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan yang bermutu, berkarakter Islami, serta berorientasi pada perkembangan murid secara utuh.

Pembinaan menghadirkan Suhartini MPd (Wakil Ketua Bidang Akademik BPPH Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS), sebagai pemateri. Acara diawali sambutan Kepala SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta, Fajar Arif Herjayanto MPd, kemudian dilanjutkan sambutan Ketua Jamiyyah periode 2026–2028, Laila Fitriyah SPi MAcc.

Bukan Sekadar Organisasi Orang Tua

Dalam pembinaannya, Suhartini menjelaskan bahwa Jamiyyah merupakan sebutan bagi Jam’iyyatul Walidin, yakni organisasi orang tua murid di lingkungan sekolah Al Azhar. Mengacu pada Pedoman Dasar Jam’iyyah TK sampai SMA Islam Al Azhar yang diterbitkan Direktorat Dikdasmen YPI Al Azhar pada 2025, organisasi ini bertujuan mendukung terwujudnya penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan yang bermutu.

Peran Jamiyyah tidak sebatas membantu pelaksanaan kegiatan sekolah. Organisasi ini juga diharapkan mampu memperkuat komunikasi antara orang tua dan sekolah, mengembangkan kemitraan eksternal, berkontribusi dalam membantu penyelesaian berbagai tantangan sekolah, serta mendukung keberhasilan Penerimaan Murid Baru (PMB).

Dengan cakupan peran tersebut, Jamiyyah memiliki posisi penting dalam membangun hubungan yang produktif antara keluarga dan institusi pendidikan. Orang tua tidak hanya berperan sebagai pihak yang menyerahkan pendidikan anak kepada sekolah, tetapi juga sebagai mitra yang ikut mendukung proses pembelajaran, pembentukan karakter, dan pengembangan potensi murid.

Sekolah bertanggung jawab merancang serta menyelenggarakan pembelajaran, sementara keluarga menjadi lingkungan utama dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan dan membangun kebiasaan positif. Ketika keduanya memiliki pemahaman dan arah yang selaras, pendampingan terhadap anak dapat berlangsung lebih konsisten.

Karena itu, Jamiyyah diharapkan menjadi jembatan komunikasi dan kolaborasi yang konstruktif antara orang tua, sekolah, yayasan, dan masyarakat. Kemitraan tersebut perlu dibangun melalui keterbukaan, rasa saling percaya, serta kesediaan setiap pihak untuk berkontribusi sesuai peran dan tanggung jawabnya.

Amanah dan Profesionalitas Menjadi Fondasi

Selain memperkuat fungsi organisasi, pembinaan juga menekankan pentingnya niat yang lurus dalam menjalankan amanah kepengurusan. Pengabdian melalui Jamiyyah hendaknya dilandasi keinginan memberikan kontribusi terbaik bagi pendidikan dan kemaslahatan bersama.

Prinsip tersebut sejalan dengan hadis innamal a‘mālu binniyyāt, yang mengajarkan bahwa setiap amal bergantung pada niatnya. Dalam konteks organisasi, nilai tersebut perlu diwujudkan melalui kesungguhan, komitmen, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

Namun, niat baik perlu disertai tata kelola yang baik. Setiap pengurus dituntut memahami tugas pokok dan fungsinya, menjaga disiplin, melaksanakan tanggung jawab secara optimal, serta memastikan program berjalan secara terencana dan dapat dipertanggungjawabkan.

Profesionalitas menjadi penting karena organisasi orang tua melibatkan individu dengan latar belakang, pengalaman, dan kesibukan yang beragam. Pembagian tugas yang jelas, koordinasi yang efektif, dan komitmen terhadap tujuan bersama menjadi modal untuk menjaga keberlangsungan program.

Di sisi lain, adab dan etika perlu menjadi landasan dalam setiap interaksi. Sikap saling menghargai, keterbukaan terhadap masukan, serta kesediaan berdialog diperlukan agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi hambatan dalam bekerja sama.

Nilai-nilai Islami dengan demikian tidak hanya tercermin dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga dalam cara pengurus berkomunikasi, mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, dan melayani kepentingan bersama.

Kerja Tim dan Musyawarah untuk Program yang Berdampak

Pembinaan Jamiyyah periode 2026–2028 turut menyoroti pentingnya kerja tim sebagai fondasi pelaksanaan program organisasi. Keberhasilan Jamiyyah tidak bertumpu pada satu atau dua orang, melainkan pada kemampuan seluruh pengurus untuk saling mendukung dan bekerja secara sinergis.

Setiap bidang kepengurusan perlu memiliki pembagian peran yang jelas agar program dapat disusun sesuai kebutuhan sekolah. Komunikasi yang terarah, koordinasi yang berkesinambungan, serta pola pikir positif menjadi unsur penting dalam membangun kerja sama yang efektif.

Prinsip musyawarah mufakat juga ditekankan dalam pengambilan keputusan. Setiap pandangan perlu dipertimbangkan dengan tetap mengutamakan kemaslahatan bersama. Melalui musyawarah, pengurus dapat membangun kesepahaman, mengurangi potensi kesalahpahaman, dan menentukan langkah yang lebih tepat.

Komunikasi tidak hanya perlu dijaga di antara sesama pengurus, tetapi juga dengan pihak sekolah, yayasan, serta Jamiyyah dari unit sekolah Al Azhar lainnya. Hubungan yang terbuka dan terarah diharapkan memperluas pertukaran gagasan serta membuka peluang kerja sama yang bermanfaat.

Evaluasi program secara berkala juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan organisasi. Evaluasi diperlukan untuk melihat efektivitas kegiatan, mengidentifikasi kendala, dan menentukan perbaikan yang dibutuhkan. Dengan demikian, keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari manfaat yang dihasilkan bagi warga sekolah.

Kepengurusan Baru Siap Menjalankan Amanah

Jamiyyah SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta periode 2026–2028 dipimpin Laila Fitriyah, S.Pi., M.Acc., sebagai ketua, dengan Murni Yanti sebagai wakil ketua. Kepengurusan ini dilengkapi unsur sekretariat, bendahara, serta sejumlah seksi yang mendukung pelaksanaan program organisasi.

Susunan pengurus terdiri atas Dyan Asih Puspitarini sebagai Sekretaris 1 dan Noreni Anggraini sebagai Sekretaris 2. Sementara itu, posisi Bendahara 1 dijabat Dwi Herniti dan Bendahara 2 oleh Laksmita Ardian Primasari.

Pada tingkat pelaksana, Seksi Pendidikan diisi Wilda Vibrina dan Anindya Kairulisa. Seksi Dakwah terdiri atas Dewi Kumalasari, Chintia Dewi S, dan Aditya Mila.

Seksi Sosial diisi Lyan Kurniawati, Ananda Dewi, Deasy Echa S, dan Cici Olimah. Selanjutnya, Seksi Humas dijalankan Desie Risnawatie dan Linda Gustiyana, sedangkan Seksi Dana diisi Desinta, Sunarti, dan Siti Ma’nawiyah. Adapun Seksi Dokumentasi dipercayakan kepada Wilujeng Kurniari.

Keberadaan berbagai bidang tersebut menjadi modal untuk menggerakkan partisipasi orang tua secara lebih terarah. Setiap seksi diharapkan mampu menyusun program yang relevan dengan kebutuhan sekolah, memperkuat keterlibatan keluarga, serta mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang kondusif bagi murid.

Dalam sambutannya, Fajar Arif Herjayanto membuka ruang bagi penguatan kolaborasi antara sekolah dan Jamiyyah sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan mutu pendidikan. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya mendukung kelancaran program sekolah, tetapi juga memperkuat keterlibatan orang tua dalam membangun karakter, kemandirian, dan potensi murid.

Sementara itu, kepengurusan yang dipimpin Laila Fitriyah diharapkan mampu menggerakkan partisipasi orang tua melalui komunikasi yang efektif, program yang bermanfaat, dan semangat pengabdian yang dilandasi nilai-nilai Islami.

Menguatkan Visi BERANI

Penguatan kemitraan sekolah dan keluarga sejalan dengan visi SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta, yakni BERANI: Berakhlak Luhur, Berkecakapan Global, Berprestasi, serta Berwawasan dan Berbudaya Islami.

Visi tersebut menempatkan pendidikan bukan hanya sebagai upaya mencapai prestasi akademik, melainkan juga sebagai proses membentuk karakter, mengembangkan kemampuan, dan menyiapkan murid menghadapi dinamika kehidupan di masa depan.

Untuk mewujudkannya, sekolah membutuhkan dukungan berbagai pihak, terutama keluarga yang mendampingi anak dalam kehidupan sehari-hari. Nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, dan adab yang dibangun di sekolah akan lebih bermakna apabila memperoleh penguatan di rumah.

Melalui pembinaan Jamiyyah periode 2026–2028, SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta mendorong terbentuknya kesamaan pemahaman mengenai tujuan organisasi, penguatan komitmen pengurus, serta peningkatan kualitas komunikasi dan kerja sama dengan sekolah.

Jamiyyah diharapkan berkembang menjadi mitra yang aktif, adaptif, dan solutif, bukan semata-mata dalam mendukung kegiatan sekolah, tetapi juga dalam memperluas jejaring kemitraan dan memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas layanan pendidikan.

Pada akhirnya, pendidikan yang bermutu membutuhkan keterlibatan bersama. Ketika sekolah dan keluarga berjalan searah, nilai-nilai yang diajarkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat tumbuh menjadi kebiasaan dan karakter dalam kehidupan murid.

Melalui semangat amanah, profesionalitas, adab, dan kebersamaan, Jamiyyah SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta diharapkan mampu memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga untuk melahirkan generasi berakhlak luhur, berprestasi, serta siap menghadapi masa depan. (Fajar)