Tarhib Ramadhan Menggema, Santri Boarding Al Azhar Yogyakarta Bangkitkan Semangat Lewat MATARAM

SLEMAN – Gelombang semangat menyambut bulan suci Ramadhan mulai terasa kuat di lingkungan Al Azhar Yogyakarta Boarding School. Melalui kegiatan bertajuk MATARAM (Musabaqoh Tarhib Ramadhan), Sabtu (14/2/2026), para santri menyalakan obor kesiapan spiritual sekaligus membangun energi kebersamaan yang membara.

MATARAM hadir bukan sekadar sebagai kegiatan seremonial, melainkan sebagai gerbang kebangkitan ruh Ramadhan bagi seluruh santri. Program ini menjadi pembuka rangkaian besar ROMANSA (Romadhon Santri Al Azhar), sebuah gerakan pembinaan yang dirancang untuk membentuk santri yang kuat secara iman, matang secara karakter, dan siap menjadi generasi pemimpin masa depan.

Kegiatan ini digerakkan sepenuhnya oleh santri sendiri, khususnya kelas XI dan XII boarding yang mengemban amanah sebagai panitia dan pendamping. Peran tersebut menjadi ajang nyata bagi mereka untuk belajar memimpin, mengatur, melayani, dan bertanggung jawab. Dari sinilah lahir mental kepemimpinan yang tangguh, bukan dari teori, tetapi dari pengalaman langsung yang penuh makna.

Atmosfer boarding school pun berubah menjadi ruang kompetisi yang hidup dan inspiratif. Berbagai perlombaan digelar dengan semangat sportivitas dan kebersamaan, mulai dari lomba memasak yang mengasah kreativitas dan kemandirian, futsal dan badminton yang membangun ketangguhan fisik dan kerja sama tim, hingga fahmul Qur’an yang menguatkan kecintaan dan pemahaman terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Setiap sudut boarding dipenuhi energi positif. Sorak semangat, tawa kebersamaan, dan tekad untuk memberikan yang terbaik menjadi gambaran nyata betapa MATARAM telah menghidupkan suasana. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini menjadi ruang bertemunya hati, mempererat ukhuwah islamiyah, dan memperkuat rasa persaudaraan antar santri.

MATARAM juga menjadi titik awal perjalanan panjang ROMANSA selama bulan Ramadhan. Berbagai kegiatan penuh makna telah disiapkan, mulai dari kajian kitab kuning yang memperdalam keilmuan, bakti sosial yang menumbuhkan kepedulian, pembagian ta’jil sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat, hingga kultum yang melatih keberanian dan kemampuan dakwah santri.

Baca Juga  Dua Srikandi AYBS Torehkan Prestasi di Bandung Textile Taekwondo Open Tournament

Puncak kegiatan MATARAM akan ditandai dengan pembagian penghargaan kepada para pemenang, sebagai simbol apresiasi atas usaha, kerja keras, dan semangat juang mereka. Malam penutupan kemudian dilanjutkan dengan kajian fiqh Ramadhan, membekali santri dengan pemahaman yang benar agar mampu menjalani ibadah puasa dengan penuh kesadaran dan kesempurnaan.

Melalui MATARAM dan ROMANSA, Ramadhan tidak sekadar disambut, tetapi dipersiapkan dengan sepenuh jiwa. Boarding school menjadi ruang pembentukan generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu, tetapi juga kokoh dalam iman, kuat dalam akhlak, dan siap menjadi insan yang membawa manfaat bagi umat dan bangsa. (Walid Riady)