SLEMAN – Dalam suasana Ramadan yang penuh inspirasi, SMA Islam Al-Azhar 34 Yogyakarta menghadirkan ruang berbagi pengalaman melalui kegiatan Ramadhan Sharing Session bertema “How to Live as a Moslem Abroad.”
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Kak Apriliana SPd M TESOL, alumni Monash University Australia, yang berbagi kisah dan pengalamannya menempuh pendidikan di luar negeri sebagai seorang muslim.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 6 Maret 2026 di lingkungan SMA Islam Al-Azhar 34 Yogyakarta ini diikuti oleh siswa kelas X dan XI. Melalui forum ini, para siswa mendapatkan kesempatan untuk mendengar langsung pengalaman nyata dari alumni yang telah merasakan kehidupan akademik dan sosial di lingkungan internasional.
Dalam sesi pemaparannya, Kak Apriliana menceritakan berbagai pengalaman selama belajar di Australia, mulai dari proses adaptasi dengan budaya baru, kehidupan kampus yang multikultural, hingga tantangan menjaga identitas sebagai seorang muslim di tengah masyarakat global.
Ia menekankan bahwa belajar di luar negeri bukan hanya soal prestasi akademik, tetapi juga tentang membangun karakter dan kesadaran identitas diri.
“Ketika kita menjadi muslim di luar negeri, kita belajar untuk lebih sadar terhadap siapa diri kita. Kita tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama Indonesia dan nilai-nilai Islam,” ungkapnya di hadapan para siswa.
Menurutnya, kehidupan di luar negeri juga mengajarkan pentingnya sikap saling menghormati dalam keberagaman. Lingkungan internasional yang multikultural justru membuka kesempatan untuk belajar dari berbagai perbedaan yang ada.
“Hidup di luar negeri membuat kita memahami bahwa perbedaan adalah sesuatu yang harus dihargai. Dari situlah kita belajar memperluas cara pandang dan memahami dunia dengan lebih bijak,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Setelah sesi presentasi inspiratif, acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang disambut antusias oleh para siswa. Banyak peserta yang mengajukan pertanyaan mengenai kehidupan mahasiswa di luar negeri, mulai dari proses adaptasi budaya, sistem pendidikan, hingga cara menjaga konsistensi dalam menjalankan ibadah.
Salah satu peserta, Alana, siswi kelas X Al Battani, mengaku sangat terinspirasi dengan kegiatan tersebut.
Menurutnya, sharing session ini memberikan gambaran nyata tentang kehidupan mahasiswa Indonesia di luar negeri.
“Kegiatan ini membuka wawasan kami tentang kehidupan di luar negeri. Kami jadi lebih termotivasi untuk belajar lebih giat agar suatu saat bisa melanjutkan studi ke luar negeri tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam,” ujarnya.
Melalui kegiatan Ramadhan Sharing Session Alumni ini, SMA Islam Al-Azhar 34 Yogyakarta berharap para siswa tidak hanya memiliki mimpi untuk menembus dunia internasional, tetapi juga mampu membawa nilai-nilai keislaman dalam setiap langkah perjalanan mereka.
Program ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menyiapkan generasi muda yang berwawasan global, berkarakter kuat, serta tetap berpegang pada nilai-nilai akhlak dan identitas keislaman di tengah dinamika dunia yang semakin terbuka. (Andhika PS)







