Mujahadah Jelang TKA, Ikhtiar Spiritual Murid Kelas IX SMP Islam Al Azhar 66 Bantul

BANTUL – SMP Islam Al Azhar 66 Bantul kembali menghadirkan suasana religius yang sarat makna melalui penyelenggaraan kegiatan mujahadah dan doa bersama bagi murid kelas IX Al Fatih pada Kamis, 2 April 2026, sore hari setelah berakhirnya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda rutin, melainkan sebuah momentum spiritual yang istimewa, karena melibatkan kehadiran seluruh wali murid dalam satu majelis penuh kekhusyukan. Kebersamaan antara sekolah, murid, dan orang tua ini menjadi wujud nyata sinergi dalam menguatkan ikhtiar lahir dan batin menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Lebih dari sekadar persiapan menghadapi ujian, kegiatan ini juga menandai fase penting perjalanan pendidikan angkatan pertama SMP Islam Al Azhar 66 Bantul. Para murid kelas IX Al Fatih kini berada di titik akhir masa belajar mereka di jenjang SMP, sekaligus bersiap melangkah menuju gerbang kelulusan dan jenjang pendidikan berikutnya. Oleh karena itu, mujahadah dan doa bersama ini menjadi refleksi perjalanan panjang yang telah dilalui, sekaligus penguat harapan untuk masa depan yang lebih gemilang.

Acara dibuka dengan sambutan Kepala SMP Islam Al Azhar 66 Bantul, Indra Juharni, M.Pd., yang dengan penuh kehangatan mengajak seluruh hadirin untuk menengok kembali proses yang telah dilalui para murid sejak hari pertama mereka memasuki lingkungan sekolah melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Dalam refleksinya, beliau menggambarkan bagaimana para murid tumbuh dan berkembang, baik dari sisi akademik, karakter, maupun spiritualitas. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari capaian nilai, tetapi juga dari proses pembentukan kepribadian yang utuh.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga memaparkan berbagai strategi dan program unggulan yang telah disiapkan sekolah guna mengantarkan murid menghadapi TKA dengan optimal. Program-program tersebut meliputi pelaksanaan try out secara berkala, pendalaman materi secara intensif, bimbingan senang belajar yang dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, bedah kisi-kisi soal untuk memperkuat pemahaman, hingga Achievement Motivation Training (AMT) yang bertujuan membangun mental juara dan kepercayaan diri. Seluruh ikhtiar tersebut merupakan bentuk komitmen sekolah dalam memberikan pendampingan terbaik bagi murid.

Namun demikian, beliau juga mengingatkan bahwa usaha maksimal harus selalu diiringi dengan doa dan kedekatan kepada Allah SWT. Waktu yang tersisa menjelang TKA diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin, tidak hanya untuk belajar secara akademik, tetapi juga untuk memperkuat ibadah, memperbanyak doa, serta menjaga niat dan semangat dalam menuntut ilmu.

Memasuki inti acara, kegiatan mujahadah dan doa bersama dipimpin oleh Ustadz H. Muhammad Sadiqin, S.Ag., yang menyampaikan tausiyah penuh hikmah dan inspirasi. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa kehidupan sejatinya adalah perjalanan panjang dalam meraih kebahagiaan yang hakiki, dan prestasi merupakan salah satu jalan yang harus terus diupayakan tanpa henti. Namun, beliau mengingatkan bahwa kebahagiaan tidak semata-mata ditentukan oleh keberhasilan duniawi, melainkan juga oleh kesiapan hati dalam menghadapi berbagai kondisi kehidupan.

Beliau menjelaskan bahwa terdapat dua kunci utama dalam meraih kebahagiaan, yaitu tercapainya keinginan serta kemampuan seseorang dalam membangun respons positif yang lebih dominan dibandingkan respons negatif. Artinya, ketika seseorang mampu menyikapi ujian dan tantangan dengan sikap yang baik, maka di situlah letak kebahagiaan sejati mulai tumbuh.

Lebih lanjut, beliau menguraikan tiga bentuk kebahagiaan yang bersifat tanpa syarat. Pertama, menjadi pribadi yang beriman, yang senantiasa menjadikan Allah SWT sebagai pusat dari segala aktivitas kehidupan. Kedua, memiliki kemampuan untuk selalu bersyukur dalam setiap keadaan, baik saat lapang maupun sempit. Ketiga, memiliki kesabaran dalam menghadapi ujian dan proses kehidupan. Ketiga hal ini, menurut beliau, merupakan fondasi utama bagi terciptanya kehidupan yang tenang, damai, dan penuh keberkahan.

Dalam suasana yang penuh kehangatan, Ustadz Muhammad Sadiqin juga memberikan pesan khusus kepada para wali murid. Ia mengajak orang tua untuk membangun kedekatan emosional dengan anak-anak melalui pendekatan kasih sayang, komunikasi yang baik, serta doa yang tulus. Ia menekankan bahwa anak-anak tidak membutuhkan kemarahan, melainkan dukungan, pengertian, dan keteladanan dari orang tua. Selain itu, beliau juga mengingatkan pentingnya istiqamah dalam menjalankan kebaikan, istikharah dalam menentukan pilihan hidup, serta kekuatan doa orang tua yang diyakini mampu membuka jalan kemudahan dan keberkahan bagi anak-anak mereka.

Suasana kegiatan semakin terasa khidmat ketika seluruh peserta larut dalam lantunan doa yang dipanjatkan bersama. Keheningan yang menyelimuti ruangan menjadi tanda kekhusyukan, di mana setiap hati terhubung dalam harapan dan permohonan kepada Allah SWT. Puncak emosional terjadi saat para murid dengan penuh haru menghampiri orang tua mereka, bersimpuh untuk memohon maaf, serta meminta doa dan rida. Momen ini menjadi gambaran nyata betapa pentingnya peran orang tua dalam perjalanan pendidikan anak, sekaligus menjadi penguat batin bagi para murid dalam menghadapi tantangan ke depan.

Acara kemudian ditutup dengan saling bersalaman antara murid, orang tua, guru, serta seluruh karyawan sekolah. Jabat tangan yang terjalin bukan sekadar formalitas, melainkan simbol kebersamaan, dukungan, dan doa yang saling menguatkan. Suasana haru, hangat, dan penuh kekeluargaan begitu terasa, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta yang hadir.

Sebagai angkatan pertama SMP Islam Al Azhar 66 Bantul, murid kelas IX Al Fatih memikul harapan besar untuk menjadi generasi yang mampu mengharumkan nama sekolah. Mereka diharapkan tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, keimanan yang kuat, serta kepekaan sosial yang tinggi. Melalui kegiatan mujahadah dan doa bersama ini, terbangun fondasi spiritual yang kokoh, yang diharapkan mampu menjadi bekal berharga dalam menghadapi TKA dan perjalanan panjang kehidupan di masa mendatang.

Dengan semangat kebersamaan, kekuatan doa, serta keyakinan yang tertanam dalam hati, para murid diharapkan mampu melangkah dengan penuh optimisme menuju masa depan yang gemilang, meraih cita-cita, dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan sesama. (Nurul Fatimah)