Rayya, Srikandi Muda SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta Menembus Podium POPDA DIY

YOGYAKARTA – Ajang olahraga pelajar paling bergengsi di Daerah Istimewa Yogyakarta kembali bergulir. Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) DIY 2026 resmi dibuka pada Rabu (1/4) di GOR Amongraga oleh KGPAA Paku Alam X. Kompetisi ini menjadi panggung pembuktian bagi ribuan atlet pelajar terbaik DIY, yang datang dengan satu tujuan: meraih prestasi dan mengharumkan nama daerah serta sekolah masing-masing.

Sebanyak 2.476 atlet pelajar dari lima kabupaten/kota ambil bagian dalam ajang tahunan ini. Mereka berlaga di 33 cabang olahraga, mulai dari atletik, panahan, bulutangkis, hingga pencak silat dan sepak bola. Mengusung semangat “Satu Semangat, Satu Tekad DIY Berprestasi”, serta tema “Bergerak Bersama Menjunjung Tinggi Sportivitas serta Jujur dan Beretika untuk Menjadi Juara”, POPDA bukan sekadar kompetisi, tetapi juga wahana pembentukan karakter, integritas, dan mental juara generasi muda.

Di tengah ketatnya persaingan, kabar membanggakan datang dari SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta. Salah satu siswinya, Rayya Khedive Malila Putri (kelas X Al Farabi), tampil gemilang dalam cabang olahraga panahan Divisi Recurve 60 meter. Dengan fokus, ketenangan, dan latihan yang konsisten, Rayya sukses mempersembahkan dua medali perak—masing-masing dari nomor individu dan beregu.

Prestasi ini bukan sekadar angka dalam daftar juara, melainkan simbol kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah. Rayya telah menunjukkan bahwa pelajar tidak hanya mampu unggul di bidang akademik, tetapi juga mampu bersinar di arena olahraga. Keberhasilannya menjadi bukti nyata bahwa pembinaan karakter dan bakat di lingkungan sekolah berjalan selaras.

Lebih dari itu, capaian ini turut mengukuhkan nama SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta sebagai sekolah yang melahirkan generasi berprestasi dan berdaya saing tinggi. Di arena POPDA yang sarat gengsi, Rayya hadir sebagai representasi semangat muda yang berani bermimpi dan berjuang untuk mewujudkannya.

Pembukaan POPDA sendiri diawali dengan laporan Ketua Panitia, Muhammad Setia Adi, sebelum akhirnya secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur DIY. Dalam sambutannya, KGPAA Paku Alam X menegaskan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran, serta menjadikan kompetisi ini sebagai bagian dari proses panjang pembinaan atlet menuju prestasi yang lebih tinggi.

Keberhasilan Rayya menjadi inspirasi bagi seluruh pelajar: bahwa dengan tekad, latihan, dan doa, prestasi bukanlah hal yang mustahil. Dari lintasan panahan di GOR Amongraga, ia telah mengukir cerita—tentang perjuangan, kebanggaan, dan harapan yang terus melesat setajam anak panah menuju masa depan gemilang. (Chaidir)