Siswa SMP Al Azhar 66 Bantul Diajak Menghidupkan Akhlak Rasulullah

  • Belajar lewat kisah: Dalang Cilik Sakha mengajak siswa mengenal perjalanan dan akhlak Rasulullah melalui seni berkisah.
  • Diperkuat tausiyah: Habib Musthofa Sayidi Baraqbah menekankan pentingnya membuktikan cinta kepada Rasulullah melalui akhlak.
  • Maulid sebagai keteladanan: Siswa diajak menerapkan kejujuran, kasih sayang, kesabaran, memaafkan, serta menghormati orang tua dan guru.

AYWS — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak semestinya berhenti pada kegiatan mengenang kelahiran Rasulullah. Lebih dari itu, Maulid menjadi momentum untuk kembali menghadirkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Semangat itulah yang diusung SMP Islam Al Azhar 66 Bantul dalam pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Kamis (27/8/2026).

Mengangkat tema “Mengenang Kelahiran Sang Teladan, Menumbuhkan Cinta dan Keteladanan”, kegiatan berlangsung pukul 07.00 hingga 11.00 WIB dan diikuti seluruh siswa kelas VII hingga IX. Para guru dan karyawan SMP Islam Al Azhar 66 Bantul turut hadir dalam kegiatan yang berlangsung dalam suasana khidmat sekaligus penuh keceriaan tersebut.

Pengajian Maulid dikemas dalam dua sesi. Sesi pertama menghadirkan kegiatan berbagi kisah atau berkisah yang dibawakan oleh Dalang Cilik Yogyakarta, Sakha. Melalui seni berkisah, para siswa diajak mengenal sosok dan perjalanan Rasulullah SAW dengan pendekatan yang dekat dengan dunia anak dan remaja.

Kisah tentang Rasulullah tidak hanya menjadi cerita masa lalu. Di dalamnya terdapat nilai-nilai yang relevan untuk kehidupan generasi muda saat ini. Kejujuran, kasih sayang, kesabaran, sikap mudah memaafkan, serta penghormatan kepada orang tua dan guru merupakan bagian dari akhlak Rasulullah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Memasuki sesi kedua, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah bersama Habib Musthofa Sayidi Baraqbah. Para siswa mendapatkan penguatan tentang pentingnya menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW yang diwujudkan melalui perilaku dan akhlak.

Dalam sambutannya, Kepala Satuan Pendidikan SMP Islam Al Azhar 66 Bantul menegaskan bahwa esensi peringatan Maulid Nabi bukan semata-mata memperingati hari kelahiran Rasulullah.

“Yang paling penting dari Maulid Nabi yaitu tidak sekadar memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad. Urgensinya yaitu meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup hanya diungkapkan melalui selawat dan peringatan seremonial. Kecintaan itu perlu dibuktikan melalui sikap nyata dalam kehidupan.

Di lingkungan sekolah, keteladanan Rasulullah dapat diwujudkan melalui kejujuran dalam belajar, menyayangi dan menghargai teman, mudah memaafkan kesalahan orang lain, serta menghormati orang tua dan guru. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter peserta didik agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia.

Peringatan Maulid Nabi di SMP Islam Al Azhar 66 Bantul pun menjadi ruang bagi para siswa untuk kembali memahami bahwa Rasulullah SAW adalah sosok teladan yang relevan sepanjang zaman. Di tengah perubahan zaman dan tantangan kehidupan generasi muda, akhlak Rasulullah tetap menjadi sumber inspirasi untuk membangun pribadi yang beriman, berkarakter, dan mampu memberikan manfaat bagi sesama.

Dengan semangat “Mengenang Kelahiran Sang Teladan, Menumbuhkan Cinta dan Keteladanan”, Maulid Nabi diharapkan tidak berhenti ketika kegiatan berakhir. Nilai-nilai yang dipelajari diharapkan terus hidup dalam keseharian para siswa—di ruang kelas, di rumah, dalam pergaulan, hingga dalam kehidupan mereka sebagai generasi penerus bangsa. (Argo)