WONOSARI – Kanaya Feby Kartikaningtyas, murid kelas VII Al Farabi SMP Islam Al Azhar 38 Wonosari sekaligus santri Pondok Pesantren Islam Al Azhar Wonosari, berhasil meraih peringkat 7 nasional dalam ajang Festival Lomba Kreasi Al Azhar (FELKA) 2026 yang digelar di Tangerang pada 17–18 April 2026.
Prestasi ini terasa istimewa karena Kanaya tampil memukau melalui dongeng bertema kearifan lokal Gunungkidul berjudul Gathot, makanan tradisional khas daerah yang sarat sejarah perjuangan dan nilai ketangguhan. Dengan penuh percaya diri, Kanaya membawa nama Gunungkidul ke panggung nasional sekaligus memperkenalkan budaya daerah kepada peserta dari sekolah-sekolah Al Azhar se-Indonesia.
Dalam persiapannya, Kanaya mendapat pendampingan intensif Anis Safitri, M.Pd. selaku guru pembimbing dalam merancang naskah dongeng yang kreatif dan inspiratif. Selain itu, Kanaya juga dilatih secara khusus oleh Nadhila Hibatul Nastikaputri, M.A., salah satu sastrawan Gunungkidul, yang membimbing teknik artikulasi, penghayatan, mimik wajah, hingga gestur panggung agar penampilan semakin hidup dan berkarakter.
Penampilan Kanaya semakin memikat dengan dukungan properti khas seperti caping, tambir, dan selendang untuk memerankan tokoh-tokoh dalam cerita. Tak ketinggalan, makanan gathot asli Gunungkidul turut dihadirkan sebagai penguat nuansa budaya lokal yang autentik.
Dongeng yang dibawakan Kanaya berkisah tentang seorang anak yatim piatu bernama Surti yang hidup bersama neneknya di daerah Tepus saat masa paceklik panjang. Dari kisah sang nenek tentang masa sulit sebelum kemerdekaan, Surti terinspirasi mengolah singkong di ladang menjadi makanan lezat, kenyal, dan mengenyangkan bernama Gathot, singkatan dari Gagal Total. Nama itu menjadi simbol bahwa dari kegagalan dapat lahir sebuah harapan.
Tak hanya menyentuh sisi budaya, dongeng ini juga sarat pesan karakter. Kanaya menyisipkan nilai-nilai 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, seperti pentingnya makan bergizi, semangat gotong royong, bermasyarakat, serta keberanian berinovasi demi manfaat bersama. Melalui tokoh Surti, Kanaya mengajak generasi muda untuk terus kreatif, tangguh, dan peduli lingkungan sekitar.
Prestasi Kanaya menjadi bukti nyata SMP Islam Al Azhar 38 Wonosari yang terus berkomitmen mencetak generasi unggul yang berprestasi, berkarakter, dan bangga pada budaya bangsa. Semoga capaian ini menjadi inspirasi sekaligus pemantik semangat seluruh murid untuk terus berkarya dan menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional. (Humas)







