SLEMAN – Meski telah berlalu sepekan, gaung kemeriahan Assembly bertema “Blast from the Past” yang digelar di Auditorium Al Hafidh, Kampus 1 Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS) Sleman, masih terasa hangat hingga hari ini. Momen itu bukan sekadar pertunjukan biasa, melainkan sebuah pengalaman yang membekas—baik bagi siswa, guru, maupun para orang tua yang menyaksikannya.
Sebanyak 128 siswa kelas 1 SD Islam Al Azhar 31 dan 77 Yogyakarta tampil penuh percaya diri, menghadirkan pertunjukan yang begitu hidup dan memikat. Di usia yang masih belia, mereka mampu menghidupkan panggung dengan cara yang tak terduga: ekspresif, berani, dan penuh energi.
Setiap penampilan terasa istimewa. Tarian yang enerjik dan penuh warna, nyanyian polos yang mengalir dari hati, hingga drama mini yang mengundang tawa sekaligus haru—semuanya tersaji dengan penghayatan yang mengesankan. Balutan kostum bernuansa masa lampau, dipadukan dengan properti klasik dan alunan musik bernuansa nostalgia, menjadikan pertunjukan ini seperti perjalanan waktu yang dikemas dengan sentuhan kekinian.
Namun lebih dari sekadar visual yang menarik, kekuatan utama dari penampilan ini terletak pada semangat para siswa. Mereka tidak hanya tampil, tetapi benar-benar “hadir” di atas panggung. Keberanian untuk berdiri di hadapan banyak orang, kekompakan dalam setiap gerakan, serta disiplin selama proses latihan menjadi bukti bahwa nilai-nilai penting telah tertanam sejak dini.
Tak heran jika tepuk tangan meriah terus mengiringi setiap segmen. Bukan semata karena tingkah lucu dan menggemaskan, tetapi karena penonton menyadari ada proses panjang dan kerja keras di balik setiap penampilan yang terlihat sederhana.
Apresiasi pun datang dari para orang tua. Salah satu wali murid, dr. Medisca, menyampaikan kesannya dengan penuh antusias. “Keren, menarik, luar biasa, dan seru. Acara assembly seperti ini harus tetap ada setiap tahun. Sukses untuk Al Azhar!” ujarnya.
Kini, ketika panggung telah kembali sunyi, yang tersisa justru cerita-cerita indah yang akan terus dikenang. Assembly “Blast from the Past” menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan—ia adalah ruang tumbuh bagi kepercayaan diri, kreativitas, dan kebersamaan yang mulai bersemi sejak langkah pertama di bangku sekolah dasar.
Karena pada akhirnya, yang paling berharga bukan hanya apa yang ditampilkan di atas panggung, tetapi bagaimana pengalaman itu membentuk keberanian mereka untuk melangkah lebih jauh di masa depan. (Shilvia)







