Savira Layyina: Guru BK yang Menginspirasi Lewat Ketangguhan di Al Azhar Seni Bela Diri

  • Savira Layyina Risqa, SPsi, Guru BK SMP Islam Al Azhar 38 Wonosari, mengikuti kegiatan Al Azhar Seni Bela Diri (ASBD).
  • Berbekal disiplin, semangat, dan ketangguhan, Savira berhasil meraih penghargaan Peserta Terbaik ASBD Putri.
  • Prestasi ini menjadi inspirasi bahwa ketangguhan mental dan fisik dapat berjalan beriringan, sekaligus menjadi teladan bagi para siswa.

AYWS – Di ruang Bimbingan dan Konseling (BK), Savira Layyina Risqa, SPsi, terbiasa hadir sebagai sosok yang mendengarkan. Menjadi tempat siswa bercerita, mengurai persoalan, sekaligus menemukan kembali kepercayaan dirinya.

Namun, siapa sangka di balik ketenangan seorang Guru BK, tersimpan ketangguhan yang justru diuji di arena bela diri?

Guru BK SMP Islam Al Azhar 38 Wonosari itu membuktikannya dalam kegiatan Al Azhar Seni Bela Diri (ASBD) yang digelar Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS), 25–26 September 2026.

Bukan sekadar datang untuk mengikuti pelatihan, Savira tampil dengan semangat dan disiplin yang kuat. Setiap gerakan, ketepatan jurus, serta keberaniannya di arena menjadi bagian dari proses yang akhirnya mengantarkannya meraih penghargaan Peserta Terbaik Al Azhar Seni Bela Diri (ASBD) Putri.

Prestasi tersebut terasa istimewa. Sebab, sosok yang sehari-hari membantu siswa menghadapi berbagai tantangan psikologis itu kini menunjukkan bahwa ketangguhan tidak hanya dibutuhkan ketika menghadapi persoalan di ruang BK, tetapi juga ketika harus berdiri tegap dan menguji kemampuan di arena bela diri.

ASBD sendiri bukan semata-mata ajang untuk mengasah kemampuan dalam menguasai jurus. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi ruang pembentukan karakter melalui kedisiplinan, keberanian, kepercayaan diri, ketangguhan, serta nilai-nilai akhlakul karimah. Di sanalah Savira menunjukkan bahwa kekuatan fisik dan ketahanan mental dapat tumbuh beriringan.

Keberhasilannya pun disambut penuh kebanggaan oleh keluarga besar SMP Islam Al Azhar 38 Wonosari. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa ruang untuk berkembang dan berprestasi selalu terbuka, termasuk bagi para pendidik yang setiap hari berada di balik layar dalam mendampingi perjalanan para siswa. Apresiasi pun disampaikan kepada Savira Layyina Risqa atas pencapaian yang diraihnya.

Dari ruang BK hingga arena bela diri, Savira memberikan pesan sederhana namun kuat: menjadi pendidik bukan hanya tentang mengajarkan dan mendampingi, tetapi juga tentang memberi teladan bahwa keberanian untuk belajar, berlatih, dan terus mengembangkan diri tidak mengenal batas. (Huda Restu)