“Bermain ke Rumah Teman”, Cara Unik Anak-anak KB-TK Islam Al Azhar 55 Wonosari Belajar dari Lingkungan

  • Rumah Alea menjadi ruang belajar: Anak-anak mengikuti puncak tema Term 1 melalui kegiatan yang berlangsung di luar kelas.
  • Belajar sambil bermain: Anak diajak berbagi, bergiliran, mengikuti house tour, bermain, dan berinteraksi dengan teman.
  • Melatih banyak kemampuan: Kegiatan mengembangkan sosial-emosional, komunikasi, kemandirian, motorik, rasa ingin tahu, dan kemampuan beradaptasi.

AYWS – Belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas. Bagi anak-anak Kelompok Bermain dan Baby Class (Toddler) KB-TK Islam Al Azhar 55 Wonosari, sebuah rumah teman pun bisa berubah menjadi ruang belajar yang penuh cerita.

Hal itu terlihat dalam Puncak Tema Term 1 bertajuk “Bermain ke Rumah Teman”, Rabu (30/9/2026). Kali ini, Rumah Alea di Jalan Tentara Pelajar, Madusari, Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, menjadi tempat anak-anak mengeksplorasi pengalaman baru bersama teman dan guru.

Begitu tiba, wajah-wajah ceria langsung menghiasi suasana. Keluarga Alea menyambut kedatangan anak-anak dengan hangat. Keramahan tuan rumah membuat suasana kunjungan terasa akrab, sekaligus membantu anak-anak beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda dari sekolah. Di tempat inilah pembelajaran kemudian berlangsung secara alami.

Rangkaian kegiatan diawali dengan ikrar dan morning meeting. Anak-anak diajak menyimak arahan, mengikuti rutinitas bersama, serta terlibat dalam percakapan dan aktivitas kelompok.

Mereka kemudian belajar berbagi dan bergiliran. Hal sederhana yang mungkin terlihat biasa bagi orang dewasa, justru menjadi pengalaman penting bagi anak usia dini untuk mengenal keberadaan orang lain, belajar menunggu, memperhatikan teman, dan menikmati aktivitas secara bersama-sama. Keseruan bertambah ketika anak-anak diajak mengikuti house tour.

Dengan rasa ingin tahu yang tinggi, mereka mengamati berbagai bagian rumah Alea. Setiap sudut menjadi sesuatu yang menarik untuk dikenali. Dari pengalaman langsung itu, anak-anak tidak hanya melihat lingkungan baru, tetapi juga belajar mengamati, bertanya, mengeksplorasi, dan mengenali kehidupan sehari-hari di luar sekolah. Setelah itu, saat bermain tiba.

Suasana pun semakin hidup. Anak-anak bergerak aktif, berinteraksi, berkomunikasi, dan menikmati permainan bersama. Di balik keceriaan tersebut, berbagai kemampuan terus distimulasi, mulai dari motorik, bahasa, sosial-emosional, hingga keberanian untuk berinteraksi dengan lingkungan baru. Di sinilah “Bermain ke Rumah Teman” menemukan maknanya.

Anak-anak tidak hanya datang untuk bermain. Mereka sedang belajar bagaimana menjadi tamu yang baik, mengikuti aturan sederhana, menjaga lingkungan, mendengarkan orang lain, berbagi, bergiliran, serta menyesuaikan diri dengan suasana yang belum familiar.

Semua berlangsung tanpa kesan menggurui. Anak belajar melalui pengalaman konkret yang mereka rasakan sendiri.

Pendampingan guru dan kehangatan keluarga Alea menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan. Anak-anak pun mendapatkan kesempatan untuk membangun kemandirian, rasa percaya diri, kemampuan berkomunikasi, sekaligus keterampilan beradaptasi.

Bagi pendidikan anak usia dini, pengalaman semacam ini memiliki arti tersendiri. Sebab, dunia anak memang penuh dengan proses menemukan, mencoba, berinteraksi, dan belajar dari lingkungan terdekat. Karena itu, kunjungan ke Rumah Alea bukan sekadar kegiatan penutup Term 1.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pengalaman kontekstual yang mempertemukan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Anak-anak diajak memahami bahwa belajar bisa berlangsung di mana saja—termasuk di rumah seorang teman.

Ketika rangkaian kegiatan berakhir, yang tersisa bukan hanya keceriaan, tetapi juga pengalaman baru yang dibawa pulang oleh setiap anak.

Rumah Alea hari itu bukan sekadar tempat bertamu. Ia menjelma menjadi ruang belajar sehari, tempat anak-anak Al Azhar 55 Wonosari belajar tentang kebersamaan, keberanian, kemandirian, dan rasa ingin tahu melalui cara yang paling mereka sukai: bermain. (Taufiq)