Tiga Santri Pesantren Al Azhar Wonosari Raih Predikat Mumtaz dalam Ujian Imam dan Wirid

  • Santri kelas 7 atau Ula mengikuti Ujian Imam dan Wirid Setelah Sholat pada Minggu, 11 Oktober 2026.
  • Tiga santri berhasil lulus dengan predikat Mumtaz berkat kesungguhan belajar dan latihan.
  • Ujian menjadi upaya membentuk santri yang mampu memimpin sholat dengan baik, benar, dan bertanggung jawab.

AYWS – Minggu, 11 Oktober 2026, menjadi salah satu momen penting bagi para santri kelas 7 atau kelas Ula Pondok Pesantren Islam Al Azhar Wonosari. Pada hari itu, suasana pesantren diwarnai dengan kesungguhan dan semangat para santri yang mengikuti kegiatan Ujian Imam dan Wirid Setelah Sholat.

Satu per satu santri berusaha menampilkan kemampuan terbaiknya. Di hadapan penguji, mereka melafalkan bacaan sholat dengan suara yang jelas, lantang, tartil, dan penuh kehati-hatian. Setiap lafaz diperhatikan, setiap gerakan dijaga, dan setiap bacaan diupayakan agar sesuai dengan tuntunan yang telah dipelajari. Setelah itu, mereka menunjukkan kemampuan melantunkan wirid setelah sholat dengan tertib dan baik.

Bagi para santri, ujian ini bukan sekadar kesempatan untuk memperoleh nilai atau sertifikat kelulusan. Inilah saatnya membuktikan hasil dari latihan, hafalan, bimbingan para ustaz, serta kedisiplinan yang selama ini mereka jalani. Ada rasa gugup yang mungkin hadir, tetapi semangat untuk memberikan yang terbaik menjadi dorongan untuk terus berusaha.

Alhamdulillah, dari perjuangan tersebut, tiga santri berhasil meraih kelulusan dengan predikat Mumtaz (istimewa), yaitu Muhammad Kyozie Ammar Abdul Malik dan Muhammad Fadhly Susilo dari Yogyakarta, serta Risang Ageng Daniswara dari Gunungkidul. Prestasi ini menjadi kebanggaan sekaligus bukti bahwa kesungguhan dalam menuntut ilmu dapat membuahkan hasil yang membanggakan.

Sementara itu, santri lainnya tetap melanjutkan ikhtiar. Perjalanan mereka belum selesai. Masih ada bacaan yang perlu dimantapkan, hafalan yang perlu diperkuat, dan latihan yang perlu terus dilakukan. Namun, justru di sinilah nilai pendidikan pesantren terlihat: mengajarkan kesabaran, kedisiplinan, keberanian, dan semangat untuk tidak mudah menyerah.

Melalui ujian ini, Pondok Pesantren Islam Al Azhar Wonosari tidak hanya mempersiapkan santri agar mampu melafalkan bacaan sholat dan wirid dengan baik, tetapi juga membentuk pribadi yang siap mengemban amanah sebagai imam. Sebab, menjadi imam bukan hanya tentang berdiri di depan jamaah, melainkan juga tentang ilmu, tanggung jawab, keteladanan, dan kesungguhan dalam beribadah.

Semoga para santri yang telah lulus senantiasa istiqamah dalam menjaga kualitas ibadahnya, sedangkan mereka yang masih berjuang diberikan kemudahan dan kelancaran hingga meraih hasil terbaik.

Dari pesantren, langkah kecil ditempa menjadi keberanian. Dari setiap bacaan, ilmu ditumbuhkan. Dan dari setiap ujian, lahir harapan akan generasi muslim yang siap memimpin ibadah serta mengabdi kepada agama, masyarakat, dan umat. (Ichya’ul Haqiqi)