Dua Santri Al Azhar Wonosari Raih Mumtaz, Teguhkan Ikhtiar Mencetak Generasi Qur’ani

  • Ramdhan Budi Santoso dan Barcelona Abinaya, santri kelas IX Pondok Pesantren Islam Al Azhar Wonosari, meraih predikat Mumtaz dalam ujian Tasmi’ Al-Qur’an Bil Ghaib Juz 29 dan 30 sekali duduk.
  • Ujian disimak langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Islam Al Azhar Wonosari, Kyai Salim Nabhan, sebagai bagian dari proses menjaga kualitas hafalan santri.
  • Prestasi ini mencerminkan ikhtiar pesantren dalam mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu menghafal, tetapi juga mencintai Al-Qur’an, berakhlak mulia, dan istiqamah menjaga hafalan.

AYWS – Menghafal Al-Qur’an membutuhkan kesungguhan. Menjaga setiap ayat agar tetap melekat dalam ingatan menuntut kedisiplinan dan istiqamah. Bagi seorang penghafal, perjalanan itu tidak berhenti ketika hafalan berhasil dituntaskan, tetapi terus berlanjut sepanjang hayat.

Semangat itulah yang tercermin dari pencapaian dua santri kelas IX Pondok Pesantren Islam Al Azhar Wonosari, Ramdhan Budi Santoso dan Barcelona Abinaya. Keduanya berhasil menuntaskan ujian Tasmi’ Al-Qur’an Bil Ghaib Juz 29 dan 30 dalam sekali duduk dengan predikat Mumtaz.

Prestasi ini menjadi kabar membanggakan bagi keluarga besar Pondok Pesantren Islam Al Azhar Wonosari. Lebih dari sekadar hasil ujian, pencapaian tersebut menjadi gambaran kesungguhan santri dalam menekuni hafalan Al-Qur’an sekaligus menjaga kualitasnya.

Ujian dilaksanakan dengan menghadirkan Pengasuh Pondok Pesantren Islam Al Azhar Wonosari, Kyai Salim Nabhan, sebagai penguji. Di hadapannya, kedua santri memperdengarkan hafalan ayat-ayat suci Al-Qur’an tanpa melihat mushaf.

Melafalkan ayat demi ayat di hadapan penguji bukan perkara ringan. Dibutuhkan ketelitian untuk menjaga urutan ayat, kelancaran dalam melafalkan hafalan, serta konsentrasi agar hafalan tetap terjaga hingga akhir ujian.

Predikat Mumtaz yang diraih Ramdhan dan Barcelona pun menjadi penanda atas capaian mereka dalam tahapan ujian tersebut. Di balik keberhasilan itu, terdapat proses belajar yang membutuhkan kesungguhan, waktu, dan kebiasaan mengulang hafalan atau muraja’ah secara konsisten.

Bukan Sekadar Menghafal, tetapi Merawat Kedekatan dengan Al-Qur’an

Di Pondok Pesantren Islam Al Azhar Wonosari, pendidikan Al-Qur’an tidak berhenti pada kemampuan membaca dan menghafal. Ada proses pembinaan yang mengarahkan santri agar terus meningkatkan kualitas bacaan, menjaga hafalan, dan membangun kebiasaan berinteraksi dengan kalamullah dalam kehidupan sehari-hari.

Hafalan yang telah diperoleh perlu terus diulang agar tetap terjaga. Ayat-ayat yang telah diingat harus senantiasa diperiksa kembali, sementara kualitas bacaan terus diperbaiki. Semua itu membutuhkan kedisiplinan yang tumbuh menjadi kebiasaan, bukan sekadar dilakukan ketika menghadapi ujian.

Di sinilah pendidikan Al-Qur’an memiliki makna yang lebih luas. Proses menghafal melatih kesabaran, membangun ketekunan, dan menumbuhkan tanggung jawab. Sementara itu, muraja’ah mengajarkan bahwa sebuah pencapaian perlu dirawat melalui usaha yang berkelanjutan.

Karena itu, keberhasilan Ramdhan dan Barcelona tidak hanya menjadi kebanggaan atas prestasi yang diraih. Pencapaian mereka juga menjadi pengingat bahwa perjalanan seorang penghafal Al-Qur’an membutuhkan komitmen untuk terus belajar dan menjaga hafalannya.

Menghafal Al-Qur’an adalah sebuah pencapaian, tetapi menjaga hafalan dan terus membersamai Al-Qur’an merupakan perjalanan sepanjang hayat.

Pesan inilah yang menjadi bagian penting dari ikhtiar pendidikan di Pondok Pesantren Islam Al Azhar Wonosari. Pesantren berupaya menumbuhkan generasi yang tidak hanya mampu melantunkan ayat-ayat suci, tetapi juga mencintai Al-Qur’an, menjaga kedekatan dengannya, serta menjadikan nilai-nilainya sebagai pedoman kehidupan.

Dari Prestasi Menuju Keberkahan

Keberhasilan Ramdhan Budi Santoso dan Barcelona Abinaya meraih predikat Mumtaz dalam ujian Tasmi’ Al-Qur’an Bil Ghaib Juz 29 dan 30 patut disyukuri. Capaian ini diharapkan menjadi penyemangat bagi keduanya untuk melanjutkan perjalanan menghafal, memperkuat muraja’ah, dan menjaga hafalan yang telah diperjuangkan.

Prestasi tersebut juga diharapkan menginspirasi santri lainnya untuk semakin bersemangat mendalami Al-Qur’an. Sebab, setiap ayat yang dihafal bukan hanya bagian dari target pembelajaran, melainkan juga kesempatan untuk memperkuat hubungan dengan firman Allah SWT.

Selamat dan barakallah kepada Ramdhan Budi Santoso dan Barcelona Abinaya. Semoga hafalan keduanya senantiasa terjaga, menjadi cahaya dalam kehidupan, memperindah akhlak, menguatkan iman, serta membawa keberkahan bagi diri sendiri dan keluarga. Semoga ikhtiar Pondok Pesantren Islam Al Azhar Wonosari terus melahirkan generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak mulia, dan istiqamah dalam menjaga kalamullah. (Ichya’ul Haqiqi)