SLEMAN — Al-Azhar Yogyakarta World School (AYWS) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun pendidikan berkualitas melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi guru dari jenjang SMP, SMA, Boarding, hingga Pondok. Kegiatan yang digelar di Auditorium Kampus 1 AYWS, Selasa (23/6/2026), ini tidak hanya menjadi forum peningkatan kompetensi, tetapi juga momentum refleksi atas berbagai capaian gemilang unit-unit sekolah Al-Azhar di berbagai daerah.
Ketua Yayasan Asram/BPPH AYWS, Drs HA Hafidh Asrom MM, dalam sambutannya secara khusus menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh unit sekolah yang telah menunjukkan kinerja luar biasa, baik di tingkat daerah maupun nasional. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut bukanlah hasil instan, melainkan buah dari dedikasi panjang, kerja kolektif, dan komitmen tinggi seluruh tenaga pendidik.
“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh unit sekolah Al Azhar yang telah menorehkan prestasi membanggakan. Ini adalah bukti nyata bahwa kerja keras kita bersama telah membuahkan hasil,” ungkapnya.
Ia kemudian mencontohkan sejumlah capaian yang menjadi representasi keberhasilan sistem pendidikan Al-Azhar. SMA Islam Al-Azhar 9 berhasil menembus jajaran sekolah unggulan nasional dengan masuk 30 besar, bahkan menempati peringkat tiga besar di Yogyakarta. Capaian ini dinilai sebagai indikator kuat bahwa kualitas pendidikan Al Azhar mampu bersaing di level tertinggi.
Tidak hanya di tingkat SMA, keberhasilan juga merata di jenjang lain. SMP Islam Al Azhar 26 menunjukkan performa luar biasa dengan capaian siswa yang hampir merata unggul, baik dalam bidang akademik, non-akademik, maupun dalam pembinaan keagamaan seperti hafalan Al-Qur’an hingga 30 juz.
Prestasi serupa juga ditorehkan oleh SD Islam Al Azhar 31 yang berhasil meraih peringkat teratas tingkat nasional dalam ajang TKA-TKAD. Di tingkat daerah, SMP Islam Al Azhar 38 tampil sebagai sekolah terbaik di Kabupaten Gunungkidul dari ribuan sekolah yang ada, sementara SD Islam Al Azhar 59 menempati posisi enam besar dari ratusan sekolah di wilayah tersebut.
Menurut Hafidh, keberhasilan yang tersebar di berbagai unit ini menunjukkan bahwa kualitas pendidikan Al-Azhar tidak terpusat pada satu titik saja, melainkan tumbuh secara merata dan sistemik di berbagai daerah.
“Ini yang membanggakan. Prestasi tidak hanya ada di pusat, tetapi juga tumbuh di daerah. Artinya, sistem kita berjalan, pembinaan kita hidup, dan semangat guru-guru kita luar biasa,” tegasnya.
Guru sebagai Ujung Tombak
Ia menekankan bahwa di balik seluruh capaian tersebut, terdapat peran sentral para guru sebagai ujung tombak pendidikan. Guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembentuk karakter, pembimbing moral, dan inspirator bagi siswa.
“Bapak dan Ibu guru adalah kunci dari semua keberhasilan ini. Apa yang diraih oleh sekolah-sekolah kita hari ini adalah cerminan dari dedikasi dan keikhlasan panjenengan semua,” ujarnya.
Hafidh juga melihat bahwa prestasi-prestasi tersebut telah membawa dampak yang lebih luas, yaitu meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Al-Azhar. Ia menyebut bahwa berbagai kalangan kini mulai melirik dan mengakui model pendidikan yang dikembangkan, baik dari sisi akademik, karakter, maupun integrasi nilai keislaman.
“Kepercayaan ini adalah amanah. Karena itu, kita tidak boleh berpuas diri. Justru harus terus meningkatkan kualitas agar tetap menjadi rujukan dan inspirasi,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa capaian yang telah diraih saat ini harus menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh, menuju pendidikan berkelas dunia. Dengan jaringan internasional yang terus dikembangkan, AYWS menargetkan lahirnya generasi yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing secara global.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kekuatan utama Al-Azhar tetap terletak pada fondasi nilai-nilai keislaman dan pembentukan karakter. Prestasi akademik harus berjalan seiring dengan pembinaan akhlak dan spiritualitas.
“Kita ingin anak-anak kita tidak hanya pintar, tetapi juga berakhlak mulia. Prestasi itu penting, tetapi karakter adalah fondasi utama,” tegasnya.
Jaga Semangat Kolaborasi
Hafidh kembali menegaskan apresiasinya kepada seluruh guru dan unit sekolah yang telah berkontribusi dalam membangun reputasi Al Azhar hingga seperti saat ini. Ia mengajak seluruh elemen untuk terus menjaga semangat kolaborasi dan meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.
“Terima kasih atas dedikasi luar biasa dari seluruh unit. Mari kita jaga prestasi ini, kita tingkatkan, dan kita bawa Al Azhar menjadi kekuatan pendidikan yang diperhitungkan, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia,” ujarnya.
Kegiatan diklat ini diharapkan menjadi titik penguatan bagi para pendidik dalam melanjutkan tradisi prestasi sekaligus menjawab tantangan pendidikan di masa depan dengan lebih siap, inovatif, dan berkarakter. (Chaidir)






