- Empat guru SD Islam Al Azhar 31 Yogyakarta (Wijiyanti, Intan Samudera, Sinta Herlina, dan Syafa Erista Hidayah) sukses melaju ke babak final OGS 6 tingkat nasional di Bogor sambil mendampingi murid yang berlomba.
- Sinta Herlina berhasil meraih medali perunggu, Wijiyanti memperoleh predikat merit, sementara Intan Samudera dan Syafa Erista Hidayah sukses menjadi finalis nasional.
- Keikutsertaan ini membuktikan bahwa semangat belajar dan mengembangkan diri tidak mengenal batas usia maupun profesi, sekaligus menjadi teladan bagi para siswa.
AYWS – Siapa bilang olimpiade hanya untuk murid? Kali ini, giliran para guru yang menunjukkan kemampuan dan semangat belajarnya! Empat guru SD Islam Al Azhar 31 Yogyakarta berhasil melangkah ke babak final Olimpiade Guru Sains (OGS) 6 tingkat nasional yang diselenggarakan pada Minggu, 18 Oktober 2026, di Gymnasium Sekolah Vokasi IPB, Jalan Lodaya, Babakan, Bogor Tengah.
Mereka adalah Wijiyanti, Intan Samudera, Sinta Herlina, dan Syafa Erista Hidayah. Keempatnya berhasil melewati seleksi tertulis yang dilaksanakan di SD Muhammadiyah Sapen sebelum akhirnya terpilih menjadi finalis dan melanjutkan perjuangan ke Bogor. Sebuah pencapaian yang patut diapresiasi, mengingat mereka harus membagi waktu antara tanggung jawab sebagai pendidik dan persiapan mengikuti kompetisi.
Menariknya, keikutsertaan mereka bukan berarti harus meninggalkan peran sebagai pendamping murid. Di tengah kesibukan mengikuti kompetisi, keempat guru ini juga tetap mendampingi murid-murid yang turut berlomba. Jadi, bukan hanya mendukung anak didiknya untuk meraih prestasi, mereka pun ikut menguji kemampuan dan mengembangkan diri. Sambil mendampingi murid berjuang, para guru ini juga membuktikan bahwa semangat belajar tidak mengenal batas usia maupun profesi.
Perjuangan mereka pun membuahkan hasil yang membanggakan! Sinta Herlina berhasil meraih medali perunggu, Wijiyanti memperoleh predikat merit, sedangkan Intan Samudera dan Syafa Erista Hidayah berhasil menjadi finalis OGS 6 se-Indonesia. Masing-masing memiliki cerita dan pengalaman berbeda yang membuat perjalanan mereka di ajang ini semakin menarik.
Salah satu cerita yang menarik datang dari Wijiyanti. Sehari-hari, ia bertugas sebagai wali kelas, membimbing murid untuk olimpiade dengan PAB, serta mengajar dalam kegiatan ekstrakurikuler Science Club. Berawal dari keinginan untuk mencoba pengalaman baru, ia mengikuti OGS 6 dan berhasil memperoleh predikat merit. Pencapaian ini menjadi pengalaman berharga sekaligus penyemangat untuk terus mengembangkan kemampuan diri di bidang sains dan pendidikan.
Berikutnya ada Intan Samudera, yang berperan sebagai Koordinator KSN-R di SD Islam Al Azhar 31 Yogyakarta. Selain menjadi wali kelas, membimbing dalam PAB, serta mengajar ekstrakurikuler Science Club, ia juga mendampingi murid-murid dalam persiapan kompetisi sains. Kali ini, bukan hanya murid-muridnya yang berjuang dalam kompetisi, Intan pun ikut berkompetisi sebagai peserta OGS 6 dan berhasil menjadi finalis. Pengalaman ini memberinya kesempatan untuk mengasah kemampuan sekaligus merasakan langsung tantangan yang dihadapi para peserta olimpiade.
Sementara itu, Syafa Erista Hidayah membawa cerita tersendiri. Sebagai lulusan baru Biologi Universitas Gadjah Mada yang baru sekitar lima bulan bergabung dengan keluarga besar Al Azhar sebagai laboran, kesempatan menjadi finalis OGS 6 merupakan pengalaman berharga di awal perjalanan profesionalnya. Selain menjalankan tugas di laboratorium, Syafa juga tergabung dalam tim IPA SD Islam Al Azhar 31, ikut mengajar dalam kegiatan PAB dan ekstrakurikuler Science Club. Keikutsertaannya dalam kompetisi ini menjadi salah satu langkah untuk terus belajar, memperluas pengalaman, dan mengembangkan kompetensi di bidang sains dan pendidikan.
Cerita menarik datang dari Sinta Herlina. Selama kurang lebih 20 tahun mengajar, ia belum pernah mengikuti olimpiade guru. OGS 6 menjadi pengalaman pertamanya berkompetisi dalam ajang tersebut sekaligus kesempatan untuk mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta di tingkat nasional. Siapa sangka, pengalaman pertama ini berbuah manis dengan raihan medali perunggu!
Bagi Sinta, medali ini bukan sekadar penghargaan, tetapi juga penguat keyakinan untuk terus melangkah dalam dunia pendidikan. Baginya, guru tidak lagi hanya menjadi sumber ilmu, tetapi juga sosok yang mampu memberikan inspirasi. Ketika guru menunjukkan semangat untuk terus belajar dan berani mencoba hal baru, murid pun dapat ikut termotivasi untuk melakukan hal yang sama.
Keikutsertaan empat guru ini menunjukkan bahwa proses belajar tidak berhenti ketika seseorang menjadi pendidik. Justru, kemauan guru untuk terus mengembangkan diri dapat menjadi contoh nyata bagi murid-muridnya bahwa belajar adalah perjalanan sepanjang hayat. Guru yang terus bertumbuh bukan hanya menambah pengetahuan untuk dirinya sendiri, tetapi juga membuka peluang untuk menginspirasi generasi berikutnya.
Selamat kepada Sinta Herlina atas raihan medali perunggunya, Wijiyanti atas predikat merit, serta Intan Samudera dan Syafa Erista Hidayah yang berhasil menjadi finalis OGS 6 tingkat nasional! Terima kasih telah membawa kebanggaan bagi SD Islam Al Azhar 31 Yogyakarta. Semoga pencapaian ini menjadi penyemangat untuk terus berkarya, berani mencoba tantangan baru, dan menginspirasi murid-murid untuk terus mengembangkan potensi mereka. Guru yang terus belajar akan selalu memiliki cerita untuk dibagikan dan semangat untuk ditularkan. (Syafa Erista Hidayah)






