BANTUL – Hujan yang turun sejak pagi tak menghalangi langkah para murid SMP Islam Al Azhar 66 Bantul menuju Pendopo Parasamya, kompleks Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul. Jumat, 9 Januari 2026, menjadi hari yang berbeda bagi murid kelas 7 Al Ziyad dan 7 Al Fatih. Di tempat yang biasanya menjadi ruang kegiatan Pemkab Bantul, mereka justru belajar langsung dari seorang pemimpin daerah yakni Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta SSos MM, yang hadir sebagai “guest teacher”.
Sejak awal kegiatan, suasana terasa hangat dan penuh antusias. Para murid mengikuti rangkaian acara dengan tertib, dipandu oleh MC Nurul Fatimah MPd, yang mengemas kegiatan dengan komunikatif dan bersahabat. Meski cuaca mendung menyelimuti Bantul, semangat belajar para murid justru semakin terang. Para murid langsung didampingi oleh Kepala Satuan Pendidikan SMP Islam Al Azhar 66 Bantul, Indra Juharni MPd, dan guru-guru lainya.
Kehadiran Wakil Bupati Bantul menjadi daya tarik tersendiri. Bukan sekadar pejabat yang menyampaikan sambutan formal, Aris Suharyanta hadir sebagai pendidik yang mengajak murid-murid berdialog tentang masa depan, potensi diri, dan kepemimpinan. Dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, ia membuka materi dengan pesan mendasar: setiap anak memiliki potensi dan bakat yang kelak akan menemukan jalannya masing-masing.
“Semua ilmu yang kalian pelajari hari ini, baik di sekolah maupun di luar sekolah, pasti ada manfaatnya di masa depan,” ujar Aris, menyemangati para murid. Ia mengajak mereka untuk terus belajar dan mempersiapkan diri sejak dini sebagai calon pemimpin masa depan, terutama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Menurut Aris, kepemimpinan bukan hanya soal jabatan. Seorang pemimpin harus terampil, memiliki pandangan jauh ke depan, serta berani berinovasi. Namun, semua itu berawal dari hal yang paling sederhana: memimpin diri sendiri. Mengatur waktu antara belajar, bermain, dan beristirahat dengan baik, dinilainya sebagai bentuk kepemimpinan dasar yang harus dimiliki setiap murid.
Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Disiplin waktu, termasuk menjaga salat lima waktu, menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter pemimpin yang kuat dan bertanggung jawab.
Dalam kesempatan tersebut, Aris Suharyanta juga memperkenalkan struktur kepemimpinan di Kabupaten Bantul, mulai dari posisi Bupati hingga peran Wakil Bupati. Pemaparan ini membuka wawasan murid tentang bagaimana roda pemerintahan daerah berjalan, sekaligus menanamkan pemahaman bahwa kepemimpinan adalah amanah besar yang berdampak langsung pada masyarakat.
Suasana semakin hidup ketika sesi tanya jawab dibuka. Nanda dari kelas 7 Al Fatih bertanya tentang cara menjaga kesabaran saat menghadapi cobaan sebagai pemimpin. Fira, juga dari 7 Al Fatih, menanyakan karakter pemimpin yang dibutuhkan untuk generasi Indonesia Emas 2045. Sementara Malik dari 7 Al Ziyad menyoroti pentingnya peran seorang pemimpin dalam kehidupan.
Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, Aris menegaskan bahwa disiplin adalah kunci utama dalam membentuk jiwa kepemimpinan. Dari disiplin akan lahir kesabaran, dan dari kesabaran tumbuh ketangguhan dalam menghadapi kegagalan. “Seorang pemimpin tidak boleh berhenti saat gagal. Ia harus bangkit, belajar, dan terus melangkah sampai tujuan tercapai,” pesannya.
Menutup kegiatan, Wakil Bupati Bantul kembali menegaskan gambaran pemimpin ideal di era Indonesia Emas: cerdas, intelektual, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, namun tetap berakhlak mulia. Kepemimpinan sejati, menurutnya, adalah perpaduan antara keunggulan intelektual dan kekuatan moral.
Kegiatan Guest Teacher ini menjadi pengalaman berharga bagi murid SMP Islam Al Azhar 66 Bantul. Lebih dari sekadar pembelajaran di luar kelas, pertemuan ini menanamkan inspirasi dan keyakinan bahwa setiap murid memiliki peluang untuk tumbuh menjadi pemimpin yang membawa manfaat bagi bangsa dan umat di masa depan. (Nurul Fatimah)







