Menembus Final Nasional JSTO 2025, Perjuangan Fadhil Evan Yulianto Tak Pernah Sia-Sia

BANTUL – Ajang Junior Science and Technology Olympiad (JSTO) 2025 kembali menjadi saksi lahirnya generasi muda Indonesia yang berani bermimpi besar di bidang sains dan teknologi. Di tengah ketatnya persaingan ribuan pelajar dari berbagai daerah, satu nama dari Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencuri perhatian: Fadhil Evan Yulianto, siswa SMP Islam Al Azhar 66 Bantul, yang sukses menembus babak final tingkat nasional.

Meski belum berkesempatan membawa pulang medali juara, langkah Fadhil menuju panggung final JSTO 2025 menjadi bukti nyata bahwa perjuangan, ketekunan, dan keberanian untuk mencoba tidak pernah berakhir sia-sia. Menjadi finalis nasional dalam kompetisi bergengsi yang diikuti ribuan peserta dari seluruh Indonesia merupakan pencapaian yang patut dibanggakan dan diapresiasi.

JSTO 2025 sendiri merupakan kompetisi sains dan teknologi tingkat nasional yang dirancang untuk menjaring pelajar SMP/MTs/sederajat terbaik di bidang Matematika, Sains, dan Informatika. Olimpiade ini bukan sekadar ajang adu kecerdasan akademik, tetapi juga ruang pembentukan karakter, nalar kritis, serta kemampuan berpikir logis yang sangat dibutuhkan di era transformasi digital.

Pada kompetisi ini, Fadhil tampil mewakili SMP Islam Al Azhar 66 Bantul di bidang Informatika, salah satu bidang yang menuntut ketelitian tinggi, kemampuan logika, serta pemahaman konsep computational thinking. Untuk mencapai tahap final, Fadhil harus melalui dua babak penyisihan nasional yang dilaksanakan secara daring, bersaing dengan peserta-peserta terbaik dari berbagai provinsi.

Perjalanan tersebut tidak mudah. Setiap tahap seleksi menghadirkan soal-soal menantang yang menguji daya analisis, ketahanan berpikir, dan konsistensi pemahaman konsep. Namun dengan semangat belajar yang tinggi, disiplin, serta kemauan untuk terus berlatih, Fadhil mampu melangkah lebih jauh hingga masuk jajaran finalis nasional JSTO 2025.

Baca Juga  Menghadapi Tantangan Era Global, Prof Eric Ajak Guru Berinovasi dalam Pembelajaran

Capaian ini tidak lepas dari dukungan kuat orang tua dan sekolah. Orang tua senantiasa memberikan pendampingan, motivasi, serta suasana belajar yang kondusif di rumah. Sementara itu, pihak sekolah melalui guru pendamping dan seluruh bapak-ibu guru memberikan bimbingan akademik, fasilitas pembelajaran, serta dorongan moral agar peserta didik berani mengembangkan potensinya di bidang sains dan teknologi.

SMP Islam Al Azhar 66 Bantul secara konsisten menanamkan nilai bahwa prestasi bukan semata tentang gelar juara, melainkan tentang proses belajar, keberanian menghadapi tantangan, dan kemauan untuk terus berkembang. Iklim pendidikan yang suportif inilah yang menjadi fondasi penting lahirnya peserta didik yang siap berkompetisi di level nasional.

Atas pencapaian tersebut, Fadhil menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung perjalanannya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada orang tua, guru pendamping, bapak dan ibu guru, serta semua pihak yang telah membantu dan mendukung saya selama mengikuti kompetisi ini. Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi saya untuk terus belajar dan tidak mudah menyerah,” ungkap Fadhil.

Keikutsertaan dan keberhasilan Fadhil menembus final JSTO 2025 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya, bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan selalu bermakna. Dari ruang kelas hingga panggung nasional, langkah kecil yang konsisten dapat mengantarkan generasi muda menuju masa depan gemilang.

Melalui pencapaian ini, SMP Islam Al Azhar 66 Bantul kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan bakat, minat, dan prestasi peserta didik, serta melahirkan generasi saintis muda yang siap berkontribusi bagi Indonesia di masa depan. Menjadi finalis nasional bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju prestasi yang lebih besar. (Argo)

Baca Juga  "Colorful Ramadan" Ajang Meningkatkan Kebersamaan dan Spiritualitas