BANTUL – Semangat dan kesungguhan terpancar dari wajah para murid SD Islam Al Azhar 38 Bantul saat mengikuti munaqasah gelombang III yang digelar pada Sabtu (14/2/2026). Munaqasah tahap akhir tahun ajaran 2025/2026 ini diikuti oleh 22 peserta, mulai dari murid kelas satu hingga kelas enam, yang siap membuktikan kualitas hafalan Al Quran yang telah mereka perjuangkan dengan penuh disiplin dan keikhlasan.
Di antara para peserta, sosok Callysta Neva Gieztasya, murid kelas tiga, menjadi perhatian tersendiri. Dengan keberanian dan kepercayaan diri yang mengesankan, Neva mengikuti ujian dua juz sekaligus, yakni juz 29 dan juz 28. Bagi Neva, menghafal Alquran bukan sekadar kewajiban, melainkan bagian dari kebiasaan yang ia jalani dengan penuh cinta. Setiap hari, ia meluangkan waktu membaca dan menghafal ayat-ayat suci Alquran bersama orangtuanya di rumah. Dukungan keluarga menjadi energi besar yang menumbuhkan semangatnya untuk terus melangkah lebih jauh dalam dunia tahfidz.
Antusiasme serupa juga ditunjukkan oleh peserta lain, Mazaya Zafirah Diponegoro, murid kelas enam, dan Utari Cahyaning Anjani, murid kelas lima, yang mengikuti munaqasah juz 29. Dengan tekad kuat, keduanya menjalani setiap tahapan ujian dengan kesungguhan, menunjukkan kesiapan dan kematangan hafalan yang telah ditempa melalui proses panjang.
Pada tahun ajaran 2025/2026, SD Islam Al Azhar 38 Bantul menyelenggarakan munaqasah dalam tiga gelombang, yakni pada 11 Oktober 2025, 29 November 2025, dan 14 Februari 2026. Secara keseluruhan, sebanyak 61 murid telah mengikuti program ini. Munaqasah bukan sekadar ujian biasa, tetapi menjadi tonggak penting dalam perjalanan para murid untuk menuntaskan hafalan, khususnya juz 30, sekaligus menjadi sarana mengukur kompetensi membaca, ketepatan tajwid, dan pemahaman terhadap kalamullah.
Koordinator Munaqasah, Sifha Eka Marvianita, menegaskan bahwa program ini memiliki makna strategis dalam pembinaan karakter dan kemampuan tahfidz murid. “Program munaqasah ini diharapkan dapat meningkatkan semangat murid dan orang tua dalam menghafal Alquran. Melalui proses ini, para murid belajar mempersiapkan diri, berlatih disiplin, dan membangun tanggung jawab terhadap hafalan yang mereka miliki,” ungkapnya.
SD Islam Al Azhar 38 Bantul memiliki visi besar untuk meluluskan murid dengan capaian hafalan hingga empat juz, terutama bagi mereka yang mengikuti ekstrakurikuler tahfidz secara konsisten. Munaqasah menjadi evaluasi pamungkas, syarat kelulusan bagi murid kelas enam, sekaligus bentuk pertanggungjawaban sekolah kepada orang tua atas proses pendidikan yang telah dijalankan.
Pelaksanaan munaqasah dilakukan secara tatap muka oleh tim penguji yang terdiri dari guru agama, serta disaksikan langsung oleh orang tua murid. Penilaian mencakup kelancaran hafalan, ketepatan bacaan, kekuatan tajwid, hingga pemahaman ayat. Proses ini memastikan setiap lulusan memiliki kualitas hafalan yang teruji dan layak menjadi generasi yang dekat dengan Alquran.
Melalui munaqasah, SD Islam Al Azhar 38 Bantul tidak hanya mencetak murid yang cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk generasi Qurani yang berakhlak mulia, disiplin, dan siap membawa cahaya Alquran dalam setiap langkah kehidupannya. (Nastiti)







