Pembinaan Guru TK, Kenalkan Metode “Serunya Bermain Kata” Melalui Tutor Sebaya

  • Pembinaan Pendidik: Pengawas TK YPI Al Azhar Jakarta, Euis Zaenab, S.Pd., memberikan pembinaan untuk meningkatkan kompetensi dan metode pembelajaran guru di KB-TK Islam Al Azhar 55 Wonosari.
  • Metode “Serunya Bermain Kata”: Pelatihan mengenalkan metode interaktif berbasis tutor sebaya dan media kartu huruf untuk melatih kemampuan membaca, menyusun kata, serta komunikasi anak usia dini.
  • Komitmen Pembelajaran Kreatif: Kegiatan ini bertujuan memberi inspirasi praktis bagi guru agar mampu menyajikan proses belajar yang kreatif, menyenangkan, dan bermakna secara berkelanjutan.

AYWS – Rangkaian kunjungan Pengawas TK Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar Jakarta, Euis Zaenab SPd, di KB-TK Islam Al Azhar 55 Wonosari dilanjutkan dengan kegiatan pembinaan guru TK. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi pendidik, khususnya dalam mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan anak usia dini.

Dalam kegiatan pembinaan tersebut, Ibu Euis Zaenab, S.Pd. berbagi salah satu metode pembelajaran untuk mengenalkan kemampuan membaca kepada anak melalui kegiatan “Serunya Bermain Kata”. Metode ini menggunakan pendekatan tutor sebaya dengan memanfaatkan kartu huruf sebagai media pembelajaran yang sederhana dan interaktif.

Melalui metode tersebut, setiap anak mendapatkan satu kartu yang berisi satu huruf. Anak kemudian diajak menyebutkan huruf yang dimilikinya. Selanjutnya, anak bersama kelompok yang terdiri atas 57 orang dapat menyebutkan berbagai benda, buah, hewan, maupun kata lain yang memiliki awalan sesuai dengan huruf pada kartu mereka.

Pembelajaran kemudian dikembangkan melalui kegiatan menyusun kata. Dengan kartu huruf yang tersedia, anak-anak dapat bekerja sama menggabungkan huruf menjadi sebuah kata. Tidak berhenti pada satu kata, kombinasi huruf yang dimiliki juga dapat digunakan untuk menemukan dan menyusun katakata lainnya.

Bagi para guru, praktik tersebut memberikan gambaran bahwa pengenalan membaca pada anak usia dini dapat dikemas melalui aktivitas yang melibatkan interaksi dan permainan. Pendekatan tutor sebaya juga memberikan ruang bagi anak untuk belajar bersama teman, saling membantu, berkomunikasi, sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir dan berbahasa.

Kegiatan pembinaan ini menjadi kesempatan bagi guru untuk mendapatkan inspirasi dan memperkaya variasi metode pembelajaran di kelas. Guru tidak hanya memperoleh materi secara teoritis, tetapi juga dapat memahami penerapannya secara langsung sehingga metode yang diperkenalkan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik.

Melalui pembinaan guru yang berkelanjutan, KB-TK Islam Al Azhar 55 Wonosari terus mendorong para pendidik untuk mengembangkan pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan menyenangkan. Dengan demikian, proses belajar di kelas dapat terus berkembang dan memberikan pengalaman yang bermakna bagi anak. (Taufiq)