- Supervisi menyeluruh: YPI Al Azhar mencermati pembelajaran, tata kelola, kurikulum, dan perkembangan peserta didik.
- Penguatan keagamaan: Program adab, rapor adab, duta adab, Salat Zuhur, serta kemampuan Al-Qur’an dan bacaan salat siswa menjadi perhatian.
- Sinergi diperkuat: Sekolah bersama Jam’iyyah mendorong kolaborasi orang tua, guru, dan seluruh warga sekolah untuk mendukung pendidikan karakter.
AYWS — Supervisi Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar di SD Islam Al Azhar 38 Bantul tidak berhenti pada pengamatan proses pembelajaran di dalam kelas. Program keagamaan, pembiasaan adab, kompetensi spiritual peserta didik hingga sinergi antara orang tua dan sekolah turut menjadi perhatian dalam rangkaian supervisi yang berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu, 15-16 September 2026.
Pengawas YPI Al Azhar, Hj Yana Rodiyanah MPd, hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari penjaminan mutu internal, penguatan karakter, sekaligus optimalisasi tata kelola satuan pendidikan.
Rangkaian supervisi diawali dengan ramah tamah dan peninjauan lingkungan sekolah. Dalam kegiatan tersebut, pengawas mencermati implementasi 7K yang meliputi keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kerindangan, dan kekeluargaan, sekaligus melihat sarana prasarana yang menunjang aktivitas pendidikan.
Dari lingkungan sekolah, perhatian kemudian diarahkan pada proses pembelajaran. Pengawas melakukan observasi langsung kegiatan belajar di kelas, termasuk mencermati interaksi aktif antara guru dan murid.
Hasil pengamatan tersebut selanjutnya menjadi bahan refleksi melalui sesi supervisi kelas. Pembahasan diarahkan untuk melihat proses pembelajaran secara konstruktif, sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga dan meningkatkan mutu pembelajaran. Namun, salah satu perhatian penting dalam supervisi tersebut adalah bagaimana nilai-nilai karakter dan adab benar-benar menjadi bagian dari keseharian peserta didik.
Hal itu terlihat dari pemaparan program keagamaan sekolah yang mencakup perkembangan rapor adab, konsistensi pelaksanaan program adab, serta keberadaan duta adab. Pengawas juga melakukan pengecekan secara langsung pelaksanaan Salat Zuhur berjemaah untuk melihat pembiasaan ibadah harian peserta didik.
Dengan demikian, aspek keagamaan tidak hanya dilihat dari program yang dirancang sekolah, tetapi juga dari bagaimana pembiasaan tersebut berlangsung dalam aktivitas keseharian siswa.
Pembahasan kemudian berlanjut pada program kemuridan. Sekolah memaparkan profil satuan pendidikan, kondisi terkini pendidik, dinamika peserta didik, hingga tindak lanjut hasil asesmen psikolog.
Ramah Tamah Bersama Jam’iyyah
Memasuki hari kedua, ruang supervisi diperluas dengan melibatkan Jam’iyyah SD Islam Al Azhar 38 Bantul. Ramah tamah bersama Jam’iyyah menjadi bagian penting untuk memperkuat jembatan sinergi antara orang tua, masyarakat, dan sekolah.
Sinergi tersebut menjadi semakin relevan karena pendidikan tidak hanya berlangsung di lingkungan sekolah. Dukungan dan keterlibatan orang tua menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang turut menentukan keberlanjutan pembentukan karakter dan adab peserta didik.
Pada hari yang sama, tim pengawas bersama pihak sekolah juga melakukan pengecekan kemampuan membaca Al-Qur’an dan praktik bacaan salat peserta didik kelas 6. Kegiatan ini dilakukan untuk melihat pencapaian kompetensi spiritual siswa menjelang fase kelulusan.
Selain aspek keagamaan, supervisi juga mencermati program kurikulum. Evaluasi kurikulum operasional sekolah, kesiapan asesmen sumatif semester 1, program transisi atau bridging PAUD ke SD, serta akurasi administrasi guru menjadi bagian dari pembahasan.
Administrasi tersebut antara lain mencakup bank data dan catatan supervisi intern sekolah. Berbagai aspek tersebut menunjukkan bahwa supervisi dilakukan dengan melihat penyelenggaraan pendidikan secara menyeluruh, mulai dari proses pembelajaran, program keagamaan, perkembangan peserta didik hingga tata kelola sekolah.
Puncak kegiatan berlangsung melalui pembinaan guru dan karyawan. Dalam sesi tersebut, penguatan pendidikan adab kembali ditekankan sebagai fondasi utama pembentukan karakter anak.
Selain adab, pembinaan juga menyoroti pentingnya optimalisasi layanan prima kepada peserta didik dan orang tua serta penguatan kolaborasi di antara seluruh warga sekolah.
Kepala Satuan Pendidikan SD Islam Al Azhar 38 Bantul, M Saiful Bahri MPd, mengatakan supervisi selama dua hari tersebut menegaskan komitmen sekolah untuk menjaga keseimbangan antara peningkatan mutu akademis dengan pembentukan ekosistem adab.
Menurutnya, kualitas pendidikan juga perlu ditopang kolaborasi yang solid dalam seluruh ekosistem pendidikan. “Mari bersinergi mempertahankan kualitas pembelajaran dan layanan yang menjadi bentuk ibadah sekaligus tanggungjawab bersama. Komitmen bersama, menjaga marwah pendidikan,” tegas Saiful. (Nastiti)






