BANTUL – Mengawali semester dua tahun ajaran 2025/2026, SD Islam Al Azhar 38 Bantul menegaskan arah kebijakan pembelajarannya dengan menggelar Pelatihan Asesmen Pembelajaran dan Media Pembelajaran Interaktif bagi para guru pada Sabtu (3/1/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar sekolah dalam membangun budaya asesmen yang autentik dan holistik, yakni asesmen yang memotret proses belajar peserta didik secara utuh, bukan sekadar hasil akhir berupa angka.
Mengangkat tema “Moving Beyond Grades: Membangun Budaya Asesmen yang Autentik dan Holistik”, pelatihan menghadirkan Umi Fatonah, M.Pd, Pengawas Sekolah dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bantul, serta dua guru berprestasi SD Islam Al Azhar 38 Bantul, Fatkhiyakan, S.Pd dan Gilang Ramadhan, S.Pd. Kolaborasi antara pengawas sekolah dan praktisi pendidikan ini menjadi ruang berbagi gagasan sekaligus praktik baik dalam penerapan asesmen bermakna.
Dalam sesi utama, para guru diajak merefleksikan kembali paradigma penilaian di kelas. Asesmen tidak lagi dipahami sebagai kegiatan di akhir pembelajaran, melainkan sebagai proses berkelanjutan yang menyatu dengan aktivitas belajar. Penilaian diarahkan untuk menggali pemahaman konsep, sikap, serta keterampilan berpikir peserta didik melalui asesmen diagnostik, formatif, observasi, dan refleksi. Pendekatan ini mendorong guru untuk melihat setiap anak sebagai pembelajar unik dengan kebutuhan dan potensi yang berbeda. Umi Fatonah menekankan pentingnya guru merancang asesmen yang kontekstual, relevan dengan kehidupan nyata, serta berani mengimplementasikannya sebagai bagian dari budaya belajar di kelas.
Koordinator pelatihan, Siti Nur Inayah, S.Pd.I., menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan memperkuat pemahaman guru terhadap prinsip dan fungsi asesmen dalam Kurikulum Merdeka, meliputi asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif.
“Melalui pelatihan ini, kami mendorong guru untuk tidak hanya mahir menilai, tetapi juga mampu menggunakan hasil asesmen sebagai dasar refleksi dan perbaikan pembelajaran secara berkelanjutan,” jelasnya.
Penguatan budaya asesmen autentik tersebut dilengkapi dengan sesi pengembangan media pembelajaran interaktif yang dipandu oleh Fatkhiyakan dan Gilang Ramadhan. Keduanya merupakan peraih juara lomba media pembelajaran interaktif dan video manajemen pengelolaan kelas yang diselenggarakan oleh Bidang Akademik BPPH AYWS dalam rangka Hari Guru Nasional 2025. Mereka memperkenalkan media inovatif “SAJADAH (Sahabat Salat Jadi Berkah)”, sebuah media pembelajaran yang mengintegrasikan materi tata cara dan doa salat dengan desain visual menarik berbasis Canva, serta diperkaya teknologi Augmented Reality (AR) dan Artificial Intelligence (AI).
Melalui sesi praktik, para guru dilatih merancang pembelajaran interaktif yang sejalan dengan prinsip asesmen autentik, mulai dari pembuatan online games berbasis koding, presentasi kreatif, flash card digital, hingga berbagai permainan edukatif yang memungkinkan guru mengamati proses belajar siswa secara langsung. Antusiasme peserta sepanjang kegiatan mencerminkan kesadaran bersama bahwa membangun budaya asesmen yang autentik dan holistik merupakan kunci dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan berorientasi pada tumbuh kembang peserta didik. (Nastiti)







