Wujudkan Lingkungan Belajar Aman, SD Islam Al Azhar 38 Bantul Perkuat Kompetensi P3K

  • Perkuat kesiapsiagaan: Guru dan karyawan mengikuti pelatihan P3K bersama PMI Kabupaten Bantul.
  • Tingkatkan keterampilan: Peserta mempelajari teori dan praktik penanganan berbagai kondisi darurat di sekolah.
  • Wujudkan sekolah aman: Pelatihan menjadi bentuk komitmen sekolah dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan siswa.

AYWS — Keselamatan siswa bukan sekadar prioritas, melainkan bagian tak terpisahkan dari komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas. Berangkat dari semangat tersebut, SD Islam Al Azhar 38 Bantul menyelenggarakan Pelatihan Dasar Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) bagi seluruh guru dan karyawan di Kampus 1 SD Islam Al Azhar 38 Bantul, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah nyata sekolah dalam memperkuat kesiapsiagaan seluruh tenaga pendidik dan kependidikan menghadapi berbagai kemungkinan situasi darurat di lingkungan sekolah. Lebih dari sekadar menambah wawasan, pelatihan ini merupakan bagian dari upaya membangun budaya keselamatan, kepedulian, dan tanggung jawab bersama dalam melindungi setiap siswa selama menjalani aktivitas pembelajaran.

Pelatihan yang berlangsung pukul 07.30–12.30 WIB tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Satuan Pendidikan SD Islam Al Azhar 38 Bantul, Muhammad Saiful Bahri MPd Gr. Dalam semangat mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman, kegiatan ini menegaskan pentingnya kesiapan seluruh warga sekolah dalam memberikan respons awal yang tepat ketika menghadapi kondisi darurat.

Untuk memastikan materi yang diberikan sesuai dengan prinsip dan prosedur pertolongan pertama, SD Islam Al Azhar 38 Bantul bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bantul. Pelatihan menghadirkan tiga narasumber berkompeten, yaitu Yoga Arif Paripurna, Desi Nur Anggraini, dan Anifah Restuhidayah.

Rangkaian kegiatan dirancang secara komprehensif melalui perpaduan penyampaian materi dan praktik langsung. Pada sesi teori, peserta memperoleh pemahaman mengenai prinsip-prinsip dasar pertolongan pertama, termasuk Resusitasi Jantung Paru (RJP). Materi tersebut kemudian diperdalam melalui praktik berkelompok agar setiap peserta memiliki kesempatan untuk memahami prosedur penanganan secara lebih konkret dan terarah.

Beragam kondisi darurat yang berpotensi terjadi di lingkungan sekolah menjadi fokus pembelajaran. Peserta berlatih mengenali dan menangani perdarahan, luka ringan maupun berat, mimisan, pingsan, sesak napas, serta serangan asma. Selain itu, peserta juga dibekali teknik pembidaian dan penanganan awal pada dugaan patah tulang maupun keseleo.

Melalui pendekatan teori dan praktik ini, guru dan karyawan tidak hanya dituntut memahami langkah-langkah pertolongan pertama, tetapi juga diharapkan mampu bersikap sigap, tenang, dan terukur ketika menghadapi keadaan darurat. Kemampuan mengenali kondisi korban, memberikan pertolongan sesuai kompetensi, serta menghubungi tenaga medis apabila diperlukan merupakan bagian penting dalam upaya meminimalkan risiko dan menjaga keselamatan siswa.

Bagi SD Islam Al Azhar 38 Bantul, peningkatan kompetensi sumber daya manusia merupakan bagian penting dari ikhtiar menghadirkan layanan pendidikan yang semakin baik. Sekolah menyadari bahwa lingkungan belajar yang berkualitas tidak hanya dibangun melalui pembelajaran yang unggul, tetapi juga melalui sistem perlindungan dan kesiapsiagaan yang mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal.

Pelatihan P3K ini sekaligus mencerminkan kepedulian sekolah terhadap kepercayaan yang diberikan orang tua. Setiap anak berhak belajar, bermain, dan berkembang di lingkungan yang aman, dengan dukungan guru dan karyawan yang memiliki kepedulian serta kesiapan menghadapi situasi yang tidak terduga.

Ke depan, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan ini diharapkan dapat diterapkan dalam keseharian serta menjadi bagian dari budaya kerja seluruh warga sekolah. Dengan semangat kolaborasi dan komitmen untuk terus bertumbuh, SD Islam Al Azhar 38 Bantul berupaya menghadirkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul dalam pembelajaran, tetapi juga tangguh dalam kesiapsiagaan dan kuat dalam kepedulian.

Karena pendidikan yang berkualitas bukan hanya tentang bagaimana sekolah mendidik siswa meraih masa depan, tetapi juga tentang bagaimana sekolah menjaga mereka tetap aman dalam setiap langkah perjalanan tersebut. (Umi)