Wujudkan Pendidikan Demokrasi, Disdik Bantul Tinjau Pemilos Serentak di SMP Islam Al Azhar 66 Bantul

  • Kegiatan Monitoring: Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul meninjau langsung pelaksanaan Pemilos Serentak 2026 di SMP Islam Al Azhar 66 Bantul untuk memastikan kesiapan TPS hingga proses wawancara perangkat sekolah.
  • Penilaian Aspek Demokrasi: Evaluasi mencakup persiapan administratif, pelaksanaan, dokumentasi, hingga penanaman nilai-nilai demokrasi yang dinilai telah dipenuhi secara menyeluruh oleh pihak sekolah.
  • Edukasi Karakter Siswa: Pemilos difungsikan sebagai wadah pembelajaran nyata bagi siswa untuk memahami partisipasi, tanggung jawab, kejujuran, dan melatih kepemimpinan masa depan.

AYWS – Pelaksanaan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pemilos) SMP Islam Al Azhar 66 Bantul mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul. Dalam rangka memastikan pelaksanaan pendidikan demokrasi berjalan dengan baik, Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul melakukan kegiatan monitoring Pemilos Serentak Tahun 2026 di SMP Islam Al Azhar 66 Bantul, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan monitoring tersebut dipimpin oleh Misli Yuliati. Kehadiran tim monitoring menjadi bagian dari upaya untuk melihat secara langsung pelaksanaan pendidikan pemilu dan demokrasi di lingkungan sekolah melalui kegiatan Pemilos Serentak Tahun 2026.

Dalam kegiatan monitoring, terdapat sejumlah aspek yang menjadi perhatian dan penilaian tim, meliputi aspek administratif dan persiapan, aspek pelaksanaan, aspek penanaman nilai demokrasi, serta dokumentasi dan publikasi kegiatan. Seluruh aspek yang menjadi instrumen penilaian dan permintaan tim monitoring telah dipersiapkan serta dipenuhi oleh SMP Islam Al Azhar 66 Bantul.

Tim monitoring Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul disambut langsung oleh Kepala Satuan Pendidikan SMP Islam Al Azhar 66 Bantul, Indra Jurhani MPd, beserta jajaran panitia Pemilos. Monitoring dilakukan sejak pukul 09.00 WIB dengan meninjau secara langsung kesiapan dan pelaksanaan Tempat Pemungutan Suara (TPS), mendokumentasikan proses Pemilos, serta melakukan wawancara dengan pembimbing dan koordinator Pemilos hingga Kepala Satuan Pendidikan.

Ketua KPPS Pemilos, Artur Argeland Mukti Aji, menyampaikan bahwa kelancaran pelaksanaan Pemilos merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat yang terlibat.

“Pelaksanaan yang baik dan sesuai standar serta arahan dari KPU tidak terlepas dari kerja sama dan kerja tim yang kompak dan solid dari semua perangkat Pemilos,” ujarnya.

Pemilos di SMP Islam Al Azhar 66 Bantul tidak hanya menjadi agenda pemilihan pemimpin organisasi siswa, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran nyata bagi peserta didik untuk mengenal proses demokrasi secara langsung. Mulai dari tahapan persiapan, kampanye, penyampaian gagasan, hingga pemungutan suara, siswa diajak untuk memahami pentingnya partisipasi, tanggung jawab, kejujuran, dan penghormatan terhadap pilihan setiap individu.

Melalui monitoring yang dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul, pelaksanaan Pemilos di SMP Islam Al Azhar 66 Bantul diharapkan dapat menjadi contoh praktik pendidikan demokrasi yang baik di lingkungan sekolah. Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen sekolah dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata yang membentuk karakter peserta didik sebagai generasi demokratis, bertanggung jawab, dan siap menjadi pemimpin masa depan. (Argo)