Yogyakarta Resmi Jadi Embarkasi Haji Mandiri 2026, Pertama di Indonesia Berbasis Hotel

SLEMAN – Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menegaskan predikatnya sebagai Tanah Istimewa. Pada tahun 2026, DIY mencatat sejarah baru dalam penyelenggaraan ibadah haji nasional dengan resmi melaksanakan pemberangkatan dan pemulangan jamaah haji melalui embarkasi sendiri. Tidak berhenti di situ, Yogyakarta juga menghadirkan terobosan layanan embarkasi berbasis hotel—sebuah konsep pelayanan haji yang belum pernah diterapkan di Indonesia sebelumnya.

Tonggak bersejarah tersebut mengemuka dalam kegiatan Silaturahim dan Sarasehan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) DIY bersama Kantor Wilayah Kementerian Haji Daerah Istimewa Yogyakarta, yang digelar Kamis (8/1/2026) di Kantor PW IPHI DIY. Sarasehan ini menjadi ruang dialog strategis antara pemerintah dan organisasi alumni haji dalam menyatukan langkah, menyamakan visi, serta mematangkan berbagai aspek penyelenggaraan haji di DIY.

Dalam forum tersebut, perhatian utama tertuju pada kesiapan Embarkasi Jogja yang mulai beroperasi pada musim haji 2026. Konsep embarkasi berbasis hotel dinilai mampu menghadirkan standar pelayanan yang lebih nyaman dan manusiawi. Jamaah akan menjalani proses administrasi, pembinaan, hingga masa tunggu keberangkatan di lingkungan hotel yang tertata, aman, dan ramah, terutama bagi jamaah lanjut usia dan jamaah berkebutuhan khusus.

Selain soal pelayanan, sarasehan juga membahas secara komprehensif mekanisme perjalanan jamaah haji, mulai dari pra-keberangkatan, proses embarkasi, hingga pemulangan atau debarkasi. Koordinasi lintas lembaga menjadi kunci utama agar setiap tahapan berjalan tertib dan efisien. Tidak hanya fisik dan teknis, kesiapan mental serta spiritual jamaah juga mendapat perhatian serius sebagai bagian tak terpisahkan dari ikhtiar menyempurnakan ibadah haji.

Penjabat Kepala Kanwil Kementerian Haji DIY, Jauhar Aryadi, menjelaskan bahwa kebijakan antrean haji nasional kini semakin berkeadilan melalui penerapan sistem waiting list. Dampaknya terasa nyata di Yogyakarta.

Baca Juga  English Club SD Islam Al Azhar 38 Bantul Hadirkan Pembelajaran Berkelas dengan Native Teacher di Bhumi Merapi

“Jika sebelumnya masa tunggu haji di DIY bisa mencapai 34 sampai 35 tahun, sekarang turun menjadi sekitar 26 tahun. Ini menunjukkan adanya percepatan antrean,” ungkapnya.

Lebih jauh, Jauhar menegaskan bahwa Embarkasi Jogja tidak hanya melayani jamaah dari DIY, tetapi juga dari kawasan Kedu Raya Jawa Tengah, yakni Purworejo, Kebumen, Banyumas, Magelang, Wonosobo, dan Temanggung. Dengan cakupan tersebut, jumlah jamaah yang dilayani mencapai lebih dari 9.000 orang, jauh melampaui syarat minimal 4.000 jamaah untuk sebuah embarkasi.

Dalam operasionalnya, Embarkasi Jogja menggandeng Hotel IBIS dan Novotel sebagai pusat layanan. Kerja sama ini menjadikan Jogja sebagai satu-satunya embarkasi haji berbasis hotel di Indonesia. Setiap kamar hotel akan diisi oleh tiga jamaah, sekaligus menjadi sarana edukasi agar jamaah terbiasa dengan fasilitas akomodasi modern sebelum tiba di Tanah Suci.

“Dengan sistem ini, jamaah tidak lagi canggung menggunakan fasilitas hotel saat berada di Makkah dan Madinah,” jelas Jauhar. Ia menambahkan, jamaah dari Embarkasi Jogja dijadwalkan mulai berangkat pada April 2026.

Pada fase pemulangan, layanan debarkasi juga dirancang lebih ringkas. Jamaah akan langsung diantar dari bandara menuju daerah asal masing-masing, sementara proses keimigrasian dan kepabeanan telah diselesaikan di Arab Saudi. Skema ini diharapkan mampu memangkas waktu tunggu sekaligus mengurangi kelelahan jamaah sepulang dari Tanah Suci.

“Jogja adalah satu-satunya embarkasi berbasis hotel. Kami membawa semangat Berangkat ke Tanah Suci dari Tanah Istimewa,” ujar Jauhar.

Sementara itu, Sekretaris IPHI DIY, Dr. Nur Ahmad Ghojali, menyampaikan bahwa jumlah jamaah haji asal DIY pada musim haji 2026 mencapai 3.147 orang. Jumlah tersebut terdiri atas jamaah reguler, jamaah prioritas lanjut usia, petugas haji daerah, serta pembimbing dari KBIHU. Ia berharap sinergi antara IPHI DIY dan Kementerian Haji DIY terus diperkuat demi penyelenggaraan haji yang semakin berkualitas dan bermartabat.

Baca Juga  Kanwil Kemenag DIY Apresiasi Program Pemberdayaan LAZ Al Azhar Yogyakarta

Dengan hadirnya embarkasi mandiri dan pelayanan berbasis hotel, Yogyakarta tidak hanya menorehkan sejarah baru, tetapi juga menghadirkan wajah baru pelayanan haji Indonesia—lebih tertata, lebih manusiawi, dan lebih berkelas, sejalan dengan nilai keistimewaan yang selama ini melekat pada Bumi Mataram. (Chaidir)