Sholawat Menggema di Auditorium Al Hafidh, KH Misbahul : Surga Merindukan Empat Golongan

SLEMAN – Suasana kebersamaan dan kekhidmatan terasa begitu kuat dalam kegiatan buka puasa bersama keluarga besar SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta yang digelar di Auditorium Al Hafidh Kampus Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS) Sleman, Jumat (6/3/2026). Kegiatan ini diikuti oleh para siswa, guru, karyawan, serta wali murid dalam rangka mempererat silaturahmi sekaligus menghidupkan semangat ibadah di bulan suci Ramadan.

Sebelum tausiyah dimulai, lantunan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW menggema di seluruh ruangan auditorium. Para peserta dengan penuh khidmat melantunkan sholawat bersama-sama, menciptakan suasana religius yang hangat dan menenangkan hati.

Tausiyah pada kesempatan tersebut disampaikan oleh dai dan pendidik, KH Misbahul Anam SPdI MSI. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan tentang sebuah hadis yang menjelaskan bahwa surga merindukan empat golongan manusia.

Menurutnya, hadis tersebut menjadi pengingat bagi umat Islam agar memperbanyak amalan yang mendatangkan kebaikan, terutama di bulan Ramadan yang penuh keberkahan.

“Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa surga merindukan empat golongan manusia, yaitu orang yang gemar membaca Al-Qur’an, orang yang mampu menjaga lisannya, orang yang memberi makan kepada orang yang lapar, serta orang yang berpuasa di bulan Ramadan,” ungkap KH Misbahul Anam di hadapan para peserta yang hadir.

Ia menjelaskan bahwa membaca Al-Qur’an tidak hanya sekadar melafalkan ayat-ayat suci, tetapi juga memahami serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, menjaga lisan juga menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan seorang muslim. Menurutnya, banyak persoalan yang muncul di tengah masyarakat berawal dari ucapan yang tidak terjaga, baik melalui perkataan langsung maupun melalui tulisan di media sosial.

“Lisan itu kecil, tetapi dampaknya sangat besar. Karena itu Rasulullah mengingatkan agar kita berhati-hati dalam berkata-kata, jangan sampai menyakiti orang lain,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa memberi makan kepada orang yang lapar merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang sangat dianjurkan dalam Islam. Amalan ini menjadi semakin bermakna ketika dilakukan di bulan Ramadan, saat banyak umat Islam berlomba-lomba berbagi makanan untuk berbuka puasa.

Sementara itu, ibadah puasa Ramadan juga memiliki keistimewaan tersendiri karena melatih kesabaran, keikhlasan, serta kemampuan mengendalikan diri dari berbagai hal yang dapat mengurangi nilai ibadah.

Melalui tausiyah tersebut, KH Misbahul Anam mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan momentum Ramadan sebagai kesempatan memperbaiki diri, memperbanyak amal kebaikan, serta meningkatkan kualitas ibadah. Dengan menjalankan berbagai amalan tersebut, diharapkan setiap muslim dapat termasuk dalam golongan orang-orang yang dirindukan oleh surga.

Sementara itu, Kepala Satuan Pendidikan SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta, Fajar Arif Herjayanto MPd, menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara pihak sekolah dengan para siswa serta orang tua.

Menurutnya, melalui kegiatan kebersamaan seperti ini diharapkan terjalin komunikasi yang lebih baik antara sekolah, murid, dan orang tua sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang harmonis.

“Kegiatan ini bukan sekadar buka puasa bersama, tetapi juga menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi antara murid, orang tua, dan pihak sekolah,” ujarnya.(Chaidir)