Yang Tak Terlihat, Namun Selalu Menguatkan: Santri MTMA AYBS Hadirkan Kepedulian Lewat Bakti Sosial

SLEMAN – Kepedulian tidak selalu ditunjukkan dengan hal besar. Terkadang, ia hadir dalam bentuk perhatian kepada mereka yang sering luput dari sorotan. Inilah semangat yang dihadirkan oleh para santri yang tergabung dalam MTMA Al Azhar Yogyakarta Boarding School melalui kegiatan bakti sosial yang menyentuh hati.

Organisasi santri tersebut mengadakan pembagian paket sembako kepada warga sekitar serta kepada berbagai elemen yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan di asrama Al Azhar Yogyakarta Boarding School. Paket bantuan diberikan tidak hanya kepada masyarakat sekitar, tetapi juga kepada para cleaning service, tim catering, satpam, tim sarana prasarana, teknisi, hingga para driver yang setiap hari mendukung aktivitas boarding school.

Bagi para santri, kegiatan ini bukan sekadar program sosial. Ini adalah bentuk penghargaan kepada orang-orang yang sering bekerja di balik layar—mereka yang mungkin jarang terlihat, namun perannya sangat besar dalam memastikan kehidupan di lingkungan boarding berjalan dengan baik.

Setiap hari mereka datang lebih awal dan pulang paling akhir. Mereka menjaga kebersihan, menyiapkan makanan, memastikan keamanan, memperbaiki fasilitas, hingga mengantar berbagai kebutuhan operasional. Tanpa banyak sorotan, mereka menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Melalui bakti sosial ini, para santri ingin menyampaikan satu pesan sederhana: bahwa setiap peran, sekecil apa pun terlihat, tetap memiliki arti besar.

Para santri yang tergabung dalam MTMA Al Azhar Yogyakarta Boarding School terlibat langsung dalam proses kegiatan, mulai dari menyiapkan hingga menyerahkan paket sembako kepada para penerima. Momen penyerahan itu pun menjadi penuh kehangatan, ketika para santri menyampaikan rasa terima kasih secara langsung kepada mereka yang selama ini mendukung kehidupan di boarding school.

Bagi sebagian penerima, perhatian tersebut terasa sangat berarti. Bukan hanya karena bantuan yang diberikan, tetapi karena ada pengakuan dan penghargaan atas kerja keras yang selama ini mereka lakukan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi para santri. Mereka belajar bahwa kepedulian tidak hanya ditujukan kepada mereka yang terlihat membutuhkan, tetapi juga kepada orang-orang yang selama ini setia bekerja tanpa banyak diketahui orang.

Melalui kegiatan bakti sosial ini, MTMA Al Azhar Yogyakarta Boarding School ingin menanamkan nilai bahwa sebuah komunitas yang kuat dibangun oleh banyak tangan yang saling mendukung—baik yang berada di depan panggung maupun yang bekerja dengan tulus di balik layar.

Dan pada hari itu, para santri memilih untuk memastikan bahwa mereka yang sering tak terlihat, akhirnya benar-benar terlihat dan dihargai. (Walid Riady)