SLEMAN – Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al Azhar Yogyakarta mencatat capaian menggembirakan sepanjang tahun 2026. Penerimaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) selama bulan Ramadan 2026 mengalami peningkatan signifikan hingga 63,9 persen dibandingkan tahun 2025. Pada tahun 2025 ZIS Ramadan yang diterima sebesar Rp230.655.012, sedangkan penerimaan tahun 2026 sebesar Rp378.233.650.
Lonjakan ini tidak hanya menjadi indikator keberhasilan pengelolaan lembaga, tetapi juga mencerminkan semakin kuatnya kesadaran dan kepedulian sosial keluarga besar seluruh unit Al Azhar Yogyakarta World Schools.
Kepala LAZ Al Azhar Perwakilan Yogyakarta, Mukhlas Madani, menjelaskan bahwa peningkatan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor strategis. Salah satu yang paling menonjol adalah bertambahnya unit pendidikan baru di bawah naungan Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS). Kehadiran SD Islam Al Azhar 77 Yogyakarta, KB-TK Islam Al Azhar 60 Internasional, SMP Islam Al Azhar 67 Internasional, serta SMA Islam Al Azhar 34 Internasional memberikan kontribusi nyata dalam memperluas jangkauan edukasi dan pengumpulan dana ZIS.
“Penambahan unit baru ini tidak hanya memperluas jaringan pendidikan, tetapi juga memperkuat ekosistem kebaikan. Partisipasi orang tua, siswa, guru, dan karyawan di unit-unit baru tersebut memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan penghimpunan ZIS,” ujar Mukhlas Madani, Selasa (7/4/2026).
Selain itu, faktor lain yang turut mendorong peningkatan adalah komunikasi intensif yang dilakukan LAZ Al Azhar Yogyakarta kepada seluruh unit pendidikan yang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Kampus Sleman, Bantul, hingga Wonosari. Pendekatan komunikasi yang terstruktur, konsisten, dan menyentuh aspek nilai-nilai kepedulian sosial dinilai berhasil membangun kepercayaan sekaligus menggerakkan partisipasi aktif dari seluruh elemen.
Melalui berbagai program sosialisasi, edukasi, serta pelaporan yang transparan dan akuntabel, LAZ Al Azhar Yogyakarta mampu memperkuat hubungan dengan para muzakki dan donatur. Hal ini menjadikan ZIS tidak sekadar kewajiban, tetapi juga menjadi gerakan bersama dalam membangun solidaritas dan kebermanfaatan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Mukhlas Madani menegaskan bahwa capaian ini akan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan dan penyaluran dana ZIS. “Kami berkomitmen untuk terus menjaga amanah ini dengan profesional, transparan, dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas,” tambahnya.
Dengan capaian ini, LAZ Al Azhar Yogyakarta semakin meneguhkan perannya sebagai lembaga yang tidak hanya mengelola dana umat, tetapi juga menjadi penggerak kebaikan dan pemberdayaan sosial di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Adapun penyaluran ZIS kepada para warga yang berhak (mustahiq) dilakukan diberbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta seperti di kawasan lingkungan yang dekat dengan unit-unit sekolah juga di berbagai tempat lainnya.
“Kami atas nama LAZ Al Azhar Yogyakarta mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar AYWS, seluruh jamiyyah dan pihak sekolah yang telah berpartisipasi dan berkontribusi, sehingga jumlah mustahiq pun jumlahnya juga meningkat,” ujar Mukhlas. (Chaidir)







