Semai Adab Petik Berkah, Siswa Kelas 2 SD Islam Al Azhar 31 dan 77 Belajar Adab melalui 10 Pos

  • Belajar 10 adab: Siswa mengenal adab berpakaian, tidur, mandi, makan, beribadah, hingga menjaga lingkungan.
  • Belajar sambil praktik: Dalam kelompok 5–6 anak, siswa berkeliling ke 10 pos untuk menerima materi dan mempraktikkannya.
  • Menjadi pembiasaan: Kegiatan dirancang agar nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW tertanam dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

AYWS — Pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui buku dan ruang kelas. Nilai-nilai kebaikan akan lebih mudah dipahami anak ketika dikenalkan melalui pengalaman langsung dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat inilah yang dihadirkan dalam kegiatan pembelajaran kokurikuler term (PKT) bertema “Semai Adab Petik Berkah” yang diikuti siswa kelas 2 SD Islam Al Azhar 31 dan SD Islam Al Azhar 77 Yogyakarta.

Kegiatan yang berlangsung di halaman kedua sekolah, Rabu (27/8/2026), dikemas secara interaktif melalui 10 pos adab. Para siswa dibagi dalam kelompok yang terdiri atas lima hingga enam anak. Setiap kelompok kemudian berkeliling dari satu pos ke pos lainnya untuk mendapatkan materi sekaligus mempraktikkan adab yang dipelajari.

Koordinator Paralel Kelas 2 SD Islam Al Azhar 31 dan 77 Yogyakarta, Himmah Malihah SPd, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar anak-anak tidak hanya mengetahui konsep adab secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya melalui pengalaman konkret.

“Anak-anak dibagi dalam kelompok lima sampai enam orang dan diberi tugas mendatangi pos-pos adab. Di setiap pos, mereka mendapatkan materi dari guru, kemudian mempraktikkan adab tersebut,” jelas Himmah.

Sepuluh pos yang disiapkan mengangkat berbagai kebiasaan yang dekat dengan kehidupan anak. Materi tersebut meliputi adab berpakaian dan bercermin, adab sebelum dan sesudah tidur, adab mandi, adab makan dan minum, adab melipat alat salat, adab terhadap Al-Qur’an, adab terhadap orang tua dan guru, adab terhadap teman, adab saat bersin, serta adab terhadap lingkungan sekitar.

Dengan konsep berpindah dari satu pos ke pos berikutnya, siswa diajak belajar dalam suasana yang menyenangkan. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga melihat contoh, berdiskusi bersama kelompok, kemudian mempraktikkan kebiasaan baik yang telah dipelajari.

Menurut Himmah, pembelajaran tersebut menjadi bagian penting dalam membangun karakter anak sejak usia dini. Adab yang dikenalkan bersumber dari kebiasaan-kebiasaan baik yang diteladankan oleh Nabi Muhammad SAW dan diharapkan dapat menjadi bagian dari keseharian siswa.

“Target dari kegiatan ini adalah anak mengenal secara konkret kebiasaan-kebiasaan baik yang diteladani dari adab Nabi Muhammad SAW dan menjadi pembiasaan yang dilakukan sehari-hari,” ungkapnya.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh melalui kegiatan “Semai Adab Petik Berkah” dapat tersimpan dalam memori anak dengan baik. Lebih dari sekadar kegiatan pembelajaran, nilai-nilai yang dikenalkan diharapkan terus terbawa dan diterapkan dalam kehidupan mereka, bahkan hingga dewasa.

Melalui pembelajaran yang menggabungkan pengetahuan, keteladanan, praktik, dan pembiasaan, SD Islam Al Azhar 31 dan 77 Yogyakarta terus berupaya menanamkan karakter positif kepada peserta didik. Sebab, adab yang disemai sejak dini diharapkan menjadi bekal yang menuntun anak-anak untuk tumbuh sebagai pribadi yang santun, peduli, dan berakhlak mulia. (Himmah)