Siwo PWI DIY Resmi Dikukuhkan, KONI Perkuat Sinergi Menuju Prestasi

SLEMAN – Komite Olahraga Nasional Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (KONI DIY) menegaskan langkah baru dalam memperkuat ekosistem olahraga dengan mengukuhkan Kepengurusan Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia (Siwo PWI) DIY Masa Bakti 2025–2030.

Bertempat di Gedung Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS), Gamping, Sleman, Kamis (9 April 2026), momentum ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah penanda eratnya simpul kolaborasi antara dunia olahraga dan dunia pers—dua kekuatan yang saling menghidupkan.

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat, ditandai dengan penyerahan pataka Siwo PWI DIY dari Wakil Ketua Umum I KONI DIY, Rumpis Agus Sudarko, kepada Ketua Siwo PWI DIY, Widyo Suprayogi. Di balik simbol itu, tersimpan pesan besar: amanah untuk menjaga marwah olahraga melalui jurnalisme yang tajam, jujur, dan berintegritas.

Sejumlah tokoh penting turut menyaksikan momen tersebut, mulai dari Kepala BPO Disdikpora DIY Arfi Hidananto, Ketua Yayasan Asram/BPPH AYWS Hafidh Asrom, Ketua Siwo PWI Pusat Suryansyah, Ketua PWI DIY Hudono, hingga jajaran KONI dan Siwo dari seluruh kabupaten/kota di DIY. Kehadiran mereka menegaskan bahwa pengukuhan ini adalah milik bersama—bukan hanya organisasi, tetapi juga masyarakat olahraga DIY.

Dalam sambutan Ketua Umum KONI DIY KGPAA Paku Alam X yang dibacakan Rumpis, ditegaskan bahwa masuknya Siwo PWI sebagai anggota fungsional KONI bukan sekadar formalitas, melainkan pengakuan strategis atas peran pers dalam membangun olahraga.

Olahraga, kata dia, tidak bisa berdiri sendiri. Ia membutuhkan pembinaan yang konsisten, sistem yang kokoh, dan dukungan publik yang luas. Di titik inilah pers hadir—mengabarkan, mengawal, sekaligus memberi makna.

“Prestasi tidak boleh berhenti pada euforia. Ia harus dibaca sebagai hasil kerja panjang. Dan kegagalan bukan akhir, melainkan bagian dari proses menuju kemenangan,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa KONI dan PWI memang berjalan di jalur berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama. Kolaborasi menjadi kunci. KONI membutuhkan pers yang independen dan berintegritas, sementara pers membutuhkan keterbukaan agar informasi tetap utuh dan tidak terdistorsi.

Pesan pun disampaikan kepada pengurus baru: jaga komunikasi, rawat kepercayaan, dan tegakkan profesionalisme. Sebab dari sinilah lahir sesuatu yang lebih besar—bukan hanya prestasi, tetapi juga kepercayaan publik terhadap dunia olahraga.

Sementara itu, Hafidh Asrom mengingatkan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan awal dari tanggung jawab besar. Ia berharap Siwo PWI DIY mampu menjadi motor penggerak, terutama dalam membangun kesadaran olahraga di kalangan pelajar dan masyarakat luas.

Nada senada disampaikan Ketua PWI DIY, Hudono. Ia menegaskan posisi strategis Siwo sebagai jembatan antara insan pers dan dunia olahraga. Di tengah derasnya arus digital, ia mengajak seluruh pengurus untuk tetap berpijak pada akurasi, keberimbangan, dan kode etik jurnalistik.

“Bangun komunikasi yang solid, ciptakan program yang berdampak, dan terus beradaptasi. Jadikan organisasi ini ruang pengabdian sekaligus ruang kolaborasi,” ujarnya.

Pengukuhan ini menjadi titik awal. Sebuah langkah bersama untuk menghadirkan jurnalisme olahraga yang tidak hanya memberitakan, tetapi juga menggerakkan. Tidak sekadar mencatat sejarah, tetapi ikut membentuk masa depan olahraga di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Berdasarkan Surat Keputusan SIWO PWI Pusat Nomor 001/PP-SIWO-PWI/SK/II/2026, kepengurusan periode 2025–2030 resmi terbentuk dengan struktur yang solid. Hudono bertindak sebagai Pelindung, didampingi jajaran penasehat seperti KGPAA Paku Alam X, Suhirman, Ahmad Syauqi Soeratno, dan Janu Riyanto.

Organisasi ini dinakhodai oleh Widyo Suprayogi sebagai Ketua Umum, bersama FX Wahyu Prasetyo (Wakil Ketua), Swasto Dayanto (Sekretaris), dan Yulia Puspitasari (Bendahara).

Di tingkat teknis, berbagai bidang diisi oleh para penggerak yang menangani beragam cabang olahraga dan penguatan organisasi, mulai dari sepak bola, atletik, hingga e-sport, termasuk penguatan media, IT, humas, serta kemitraan dan sponsorship.

Dengan komposisi ini, Siwo PWI DIY tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap melompat lebih jauh—menjadi garda depan dalam mengawal, mengabarkan, dan memajukan olahraga DIY. (Chaidir)